Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Menteri Mukhtarudin Genjot Penyiapan Pekerja Migran di Kalimantan Tengah

  • account_circle Kistolani Mangun Jaya
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengakselerasi penyiapan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Langkah itu ditegaskan Menteri P2MI Mukhtarudin dalam kunjungan kerja ke Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).

HITVBERITA.COM | Palangka Raya – Dalam agenda tersebut, Kementerian P2MI dan Poltekkes Palangka Raya memperbarui nota kesepahaman (MoU) sebagai basis penguatan kolaborasi, terutama dalam menyiapkan lulusan bidang kesehatan seperti perawat dan caregiver untuk kebutuhan tenaga profesional di luar negeri.

“Hari ini kami memperbarui MoU antara Kementerian P2MI dengan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Ini akan ditindaklanjuti secara teknis oleh kedua institusi untuk memperkuat sinergi ke depan,” ujar Mukhtarudin.

Target Quick Win 500.000 Pekerja Migran

Mukhtarudin menjelaskan, penyediaan tenaga kerja migran merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Quick Win yang menargetkan 500.000 pekerja Indonesia ditempatkan secara resmi pada 2025. Rinciannya, 300.000 berasal dari lulusan SMK, sementara 200.000 dari kategori umum.

“Kami ingin mempersiapkan SDM, khususnya lulusan Poltekkes, untuk mengisi pasar tenaga kesehatan global sebagai nurse dan caregiver,” katanya.

Selain sektor kesehatan, Mukhtarudin juga menyinggung besarnya peluang penempatan di bidang manufaktur dan teknis seperti welder maupun pengemudi truk (truck driver). Dari 351.407 lowongan di Sistem Informasi Kerja Sama Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), hanya sekitar 20 persen yang terisi pelamar.

“Ini menandakan peluang masih sangat terbuka, tetapi kesiapan SDM harus diperkuat. Kita ingin citra pekerja migran Indonesia bergeser dari pekerja domestik, menjadi professional workers dengan keahlian menengah hingga tinggi,” tegasnya.

Gaji di Eropa Tembus Rp 60 Juta per Bulan

Menteri juga menyoroti tren penuaan penduduk (aging population) di Asia dan Eropa yang membuka kebutuhan besar pada sektor perawatan. Di tengah itu, Indonesia memasuki fase bonus demografi, yang dinilai harus dimanfaatkan untuk mendorong angkatan usia produktif mengisi lapangan global.

Tingginya minat mahasiswa Poltekkes Palangka Raya untuk bekerja di luar negeri, menurutnya, menjadi modal awal yang menjanjikan. Dari sisi pendapatan, ia mengungkap bahwa upah tenaga kesehatan di Eropa bisa mencapai Rp 50–60 juta per bulan.

“Soal gaji, di negara-negara Eropa bisa mencapai 50 sampai 60 juta rupiah per bulan,” ungkapnya.

Edukasi Migrasi Aman Jadi Kunci

Meski optimistis membuka jalan penempatan global, Mukhtarudin menekankan seluruh proses harus melalui jalur resmi dan prosedural demi perlindungan pekerja migran. Ia mengingatkan, sebagian besar persoalan PMI di luar negeri berakar dari keberangkatan non-prosedural.

“Masalah utama biasanya berasal dari keberangkatan non-prosedural. Karena itu, edukasi migrasi aman akan terus kita perkuat,” tambahnya.

Ia menegaskan, Kementerian P2MI hanya menempatkan tenaga di negara dengan regulasi dan perlindungan memadai. Di sisi lain, peran pemerintah daerah diingatkan penting, sebagaimana amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kalteng Masih di Bawah Balai P2MI Kalsel

Dalam struktur layanan saat ini, Mukhtarudin menyampaikan bahwa Kalteng masih berada di bawah wilayah kerja Balai P2MI Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, kementerian tengah memperkuat koordinasi untuk membentuk P2MI di Kalteng.

Sembari menunggu proses kelembagaan, layanan sementara akan diperkuat melalui Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Palangka Raya, termasuk lewat sistem pendaftaran elektronik E-PMI (Elektronik Pekerja Migran Indonesia).

“Lewat E-PMI, semua pekerja akan tercatat dan memperoleh perlindungan penuh,” katanya.

Negara Hadir sampai Tuntas

Pada akhir pernyataannya, Mukhtarudin memastikan negara hadir bagi pekerja migran Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri. Perlindungan, pendampingan hukum, pemulangan, hingga santunan akan diberikan melalui koordinasi KBRI dan P2MI.

“Siapa pun PMI yang mengalami masalah – kecelakaan, penganiayaan, atau lainnya – negara akan hadir melalui KBRI dan P2MI untuk pendampingan sampai tuntas, termasuk pemulangan serta santunan bagi yang berhak,” tutupnya. (/*/*/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kalteng

  • Penulis: Kistolani Mangun Jaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pilkada Jabar 2024, Luthfi Bamala Siap Menangkan Paslon Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Purwakarta

    Jelang Pilkada Jabar 2024, Luthfi Bamala Siap Menangkan Paslon Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie di Purwakarta

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | Purwakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Purwakarta, Luthfi Bamala menegaskan, siap memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie atau Jabar ASIH di Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut dikatakan oleh Luthfi Bamala saat agenda Konsolidasi Akbar Kader Penggerak Ilham Habibie untuk Pilkada Purwakarta dan […]

  • Surat Klarifikasi Tak Kunjung Dijawab, Polemik Angkutan Batubara di Barito Timur Memicu Kekecewaan Warga

    Surat Klarifikasi Tak Kunjung Dijawab, Polemik Angkutan Batubara di Barito Timur Memicu Kekecewaan Warga

    • 0Komentar

    Ketidakjelasan respons atas surat permintaan klarifikasi yang dilayangkan Redaksi HITVberita.com kepada sejumlah pihak terkait aktivitas angkutan batubara di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mulai memicu keresahan di tengah masyarakat. TAMIANG LAYANG, HITV— Hingga awal Juni 2026, surat klarifikasi yang dikirim kepada PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Pemerintah Kabupaten Barito Timur, DPRD Barito Timur, PT Bukit […]

  • Pemkab Garut Gelar Sidang GTRA Tahap II, Tuntaskan Penataan Aset dan Akses Tanah

    Pemkab Garut Gelar Sidang GTRA Tahap II, Tuntaskan Penataan Aset dan Akses Tanah

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden HITVBERITA.COM | GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Sidang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahap II Tahun 2025 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul, Jumat (14/11/2025). Sidang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua GTRA Kabupaten Garut. Sidang ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah daerah […]

  • Banjarsari Melesat ke Puncak! Ciburuy Dipaksa Menyerah 3-1 di Liga Voli Bayongbong

    Banjarsari Melesat ke Puncak! Ciburuy Dipaksa Menyerah 3-1 di Liga Voli Bayongbong

    • 0Komentar

    Tim Banjarsari sukses menaklukkan Ciburuy dengan skor 3-1 setelah melalui pertandingan sengit dan penuh tensi tinggi, Jum’at (22/5/2026). Foto: Hendra YG GARUT||HITV – Euforia Turnamen Bola Voli Antar Desa se-Kecamatan Bayongbong Tahun 2026 semakin membakar semangat warga. Memasuki hari kelima pertandingan yang digelar di Lapangan Voli Alun-alun Bayongbong, ribuan pasang mata tampak memadati arena untuk […]

  • Pasar Murah 2026 di Nusawungu Diserbu Warga, Pedagang Harap Digelar Rutin

    Pasar Murah 2026 di Nusawungu Diserbu Warga, Pedagang Harap Digelar Rutin

    • 0Komentar

    Pasar murah tingkat Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap tahun 2026 disambut antusias warga. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Camat Nusawungu ini menghadirkan berbagai produk UMKM, sembako, hingga pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. CILACAP, HITV— Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan pasar murah tahun 2026 tingkat Kecamatan Nusawungu pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor […]

  • Pemerintah Diminta Pertimbangkan Matang Soal Usulan DOB di Wilayah Timur Indonesia

    Pemerintah Diminta Pertimbangkan Matang Soal Usulan DOB di Wilayah Timur Indonesia

    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah tokoh muda dan intelektual Indonesia timur memberi saran kepada pemerintah untuk mempertimbangkan secara matang usulan pemekaran daerah otonom baru di wilayah Indonesia Timur. Pasalnya, perjuangan itu tidak semata-mata karena usulan rakyat, melainkan kelompok elit yang menginginkan kekuasaan semata tanpa mempertimbangkan secara bijak kesiapan daerah dan rakyatnya. “Kami minta agar dipertimbangkan bukan tidak […]

expand_less