Gelar Seni Budaya Meriahkan Hari Anak Sedunia di Kalteng
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 59
- print Cetak

Di antara gemuruh apresiasi, terselip pesan yang lebih besar yakni seni budaya sebagai jangkar memori bersama, sekaligus rumah tumbuh bagi generasi masa depan Kalimantan Tengah. (Foto/Kisto/Hitv)
Panggung Terbuka Taman Budaya Kalimantan Tengah menjadi ruang riuh-rendah ekspresi anak dan komunitas seni, pada 26 November 2025, Rabu malam.
HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Di tempat itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pertunjukan seni budaya untuk memperingati “Hari Anak Sedunia”.
Acara dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kalteng, Seniriaty, di kompleks Taman Budaya Palangka Raya.
Sejumlah sanggar dan komunitas seni lokal turut dilibatkan, sekaligus memberi panggung bagi pelaku budaya untuk menanamkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran yang disampaikan Plt Kepala Disbudpar, Seniriaty menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ikhtiar menjaga daya hidup kebudayaan daerah di tengah arus modernisasi.
“Di sini, kita menunjukkan komitmen merawat warisan budaya Kalteng agar semakin dikenal, tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” ujar Seniriaty di hadapan penonton yang didominasi anak, keluarga, dan pegiat seni.
Hari Anak Sedunia menurutnya, adalah momentum meneguhkan komitmen kolektif: budaya sebagai ruang tumbuh karakter, dan panggung seni sebagai ruang aman bagi anak untuk mengenali bakatnya.
“Seni budaya membuat anak tumbuh percaya diri, berkarakter, menghargai keberagaman, sekaligus bangga pada identitas bangsa,” kata Seniriaty.
Pernyataan itu sejalan dengan penegasan gubernur Agustiar Sabran bahwa pemenuhan hak anak bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab lintas elemen.
“Anak berhak atas kasih sayang, pendidikan, rasa aman, kesempatan berkarya, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” lanjut Seniriaty mengutip pesan gubernur.
Seniriaty juga menyampaikan terima kasih kepada pendidik, pegiat seni, dan orang tua yang terus memberi dukungan bagi kreativitas anak.
“Orang tua adalah garda terdepan dukungan lahir dan batin bagi tumbuh kembang anak,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, dalam laporannya mengatakan bahwa pertunjukan ini menjadi etalase seni sekaligus laboratorium pendidikan karakter.
Ia menyoroti peran seni budaya dalam menanamkan disiplin, kerja sama, dan keberanian sejak usia dini.
“Ini ruang bagi anak mengekspresikan diri sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada seni dan budaya. Kami berharap lahir generasi yang berbudaya dan bangga pada identitas bangsa,” ujar Wildae.
Pertunjukan menampilkan 11 penampil dari berbagai sanggar dan komunitas, yakni Sanggar Darung Tingang, Kahanjak Huang, Bawi Bahalap, Riak Renteng Tingang, Tunjung Nyaho, Ruai Bahalap Taheta, Betang Batarung, dan Betang Batarung.
Selain itu, tampil pula Sanggar Yayasan Usaha Mulia, Swara Suluh Batarung, Lelin Line Dance Kids, sanggar SKH Negeri 1 Palangka Raya, serta penampil dari SKH Negeri 1 Palangka Raya.
Rangkaian pertunjukan yang mengalir selama beberapa jam itu memperlihatkan ragam seni tradisi Kalteng dan sentuhan seni kontemporer anak.
Di sana tersaji tarian etnik, koreografi modern ramah anak, hingga atraksi line dance yang memantik tepuk tangan panjang.
Di antara gemuruh apresiasi, terselip pesan yang lebih besar yakni seni budaya sebagai jangkar memori bersama, sekaligus rumah tumbuh bagi generasi masa depan Kalimantan Tengah. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kalteng
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya
