Lima Sanggar Tampilkan Aksi Spektakuler, Gelar Seni Kuda Lumping!
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar
- print Cetak

Acara yang menampilkan lima sanggar seni sekaligus ini berlangsung sangat meriah hingga memadati lapangan oleh ribuan penonton dari berbagai desa sekitar. (Dok/Foto/Adyt/Hitv)
Gelar seni budaya Kuda Lumping di Lapangan Desa Kedumpring, Kemranjen, Banyumas, berlangsung meriah dengan menghadirkan lima sanggar ternama sekaligus, mengundang ribuan penonton yang memadati area pertunjukan dan menjadikan acara ini salah satu perhelatan seni terbesar di wilayah tersebut.
BANYUMAS | HITV – Gelar seni budaya Kuda Lumping mewarnai Lapangan Desa Kedumpring, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Minggu sore. Acara yang menampilkan lima sanggar seni sekaligus ini berlangsung sangat meriah hingga memadati lapangan oleh ribuan penonton dari berbagai desa sekitar.

Pelaksanaan gelar seni ini dipimpin oleh Tri Wardono sebagai Korcam Pakumas Kemranjen bersama Mame, yang memastikan rangkaian acara berjalan sukses dan tertib. (Dok/Foto/Adyt/Hitv)
Lima kelompok seni yang tampil merupakan sanggar-sanggar ternama di wilayah Kemranjen, yaitu Turonggo Budoyo dari Desa Karanggintung, Turangga Muda Desa Sibalung, Putra Gunung Mujil Desa Kedumpring, Sekar Putra Karangsalam, serta Turonggo Berkah Rahayu dari Karanggintung.
Penampilan kolaboratif ini dari kelima sanggar itu, menjadi daya tarik tersendiri karena jarang sekali lima grup kuda lumping dipentaskan bersamaan dalam satu panggung.
Acara turut dihadiri Kapolsek Kemranjen Iptu Arif Mustofa, SH beserta jajaran, anggota Koramil Kemranjen, Kepala Desa Kedumpring beserta perangkat desa, pengurus Pakumas, para tokoh seni, tokoh masyarakat, tamu undangan, serta masyarakat umum yang memenuhi area pertunjukan.
Pelaksanaan gelar seni ini dipimpin oleh Tri Wardono sebagai Korcam Pakumas Kemranjen bersama Mame, yang memastikan rangkaian acara berjalan sukses dan tertib.
Hadir pula Hendri, anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Partai PDI, serta Jarot, anggota dewan yang dikenal sebagai wakil aspirasi kesenian.
Sementara itu, pengiring musik yang memberi warna khas pada pertunjukan kali ini secara khusus didatangkan dari Banjar Waru, Kabupaten Cilacap.
Dalam sambutannya, Plt Kapolsek Kemranjen Iptu Arif Mustofa, SH mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan seni budaya lokal.
Ia juga menegaskan bahwa keberlangsungan budaya daerah harus selalu dijaga dengan penuh tanggung jawab, aman, dan tertib agar tetap menjadi hiburan berharga serta warisan penting bagi generasi mendatang.
Kepada awak media, Aiptu Irawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Kedumpring mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dengan tertib dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Ini sangat membanggakan. Masyarakat memahami bahwa seni budaya seperti ini sangat mahal nilainya dan wajib kita jaga bersama,” ujarnya.
Menjelang penutupan acara, suasana semakin riuh ketika momen yang paling dinantikan penonton akhirnya tampil: aksi “tari mendem”, sebuah tradisi khas dalam pertunjukan kuda lumping di mana para penari tampak tidak sadarkan diri dan terus didampingi para pengurus seni untuk memastikan keselamatan mereka. Sorak penonton pecah, menandai puncak pertunjukan yang memukau.

Penampilan kolaboratif ini dari kelima sanggar itu, menjadi daya tarik tersendiri karena jarang sekali lima grup kuda lumping dipentaskan bersamaan dalam satu panggung. (Dok/Foto/Adyt/Hitv)
Acara ditutup dengan pesan penuh makna: pelestarian seni budaya adalah tanggung jawab bersama. Kuda lumping bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga agar terus hidup dan memberi warna bagi generasi berikutnya. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: R. Ahdiyat

Saat ini belum ada komentar