Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Warga Desa Bumi Etam Dorong PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

Penulis : M. Zulkifli Ritonga 

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan aspirasi kepada manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), Selasa (21/1/2026). Mereka meminta perusahaan tambang tersebut lebih memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal dan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.

KUTAI TIMUR | HITV Aksi yang juga melibatkan kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas minimnya keterlibatan warga setempat dalam aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, menilai kehadiran industri pertambangan sejauh ini belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Menurut dia, masih terdapat ketimpangan dalam komposisi tenaga kerja, terutama pada posisi yang justru banyak diisi oleh pekerja dari luar daerah, bahkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Kami tidak ingin masyarakat pribumi dan putra daerah hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Banyak warga lokal yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja, tetapi kesempatan itu belum terbuka secara adil,” ujar Erwin dalam orasinya.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka meminta adanya kemudahan dan prioritas akses bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT GAM. Kedua, masyarakat mendorong perusahaan untuk lebih transparan dalam menyampaikan proporsi tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah. Ketiga, warga menuntut adanya perhatian yang lebih serius terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat adat di sekitar area tambang.

Erwin menegaskan, aksi ini bukan semata bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya memastikan agar kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi penduduk setempat. Ia berharap manajemen PT GAM membuka ruang dialog dan merespons aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Kami ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari pembangunan di daerah sendiri. Harapannya, perusahaan dapat membuka diri dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” kata Erwin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Perwakilan masyarakat menyatakan masih menunggu tindak lanjut dan langkah konkret dari perusahaan. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kaltim

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim Jakarta Utara Hadiri Pencanangan Kampung Harapan Bersinar dan Pemusnahan Narkotika

    Dandim Jakarta Utara Hadiri Pencanangan Kampung Harapan Bersinar dan Pemusnahan Narkotika

    • 0Komentar

    Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf H. Dony Gredinand menghadiri kegiatan Pencanangan Pemulihan Kampung Harapan Bersinar yang dirangkai dengan pemusnahan barang bukti narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. JAKARTA UTARA | HITV — Kegiatan Pencanangan Pemulihan Kampung Harapan Bersinar yang dirangkai dengan pemusnahan barang bukti narkotika tersebut, berlangsung di Buffer Area IPC Cabang Tanjung […]

  • Jelang Pilbup Purwakarta 2024, Ambu Anne dan Sona Maulida Pamer Harmonisasi

    Jelang Pilbup Purwakarta 2024, Ambu Anne dan Sona Maulida Pamer Harmonisasi

    • 0Komentar

    Purwakarta | Menjelang pemilihan bupati (Pilbup) Purwakarta 2024, Anne Ratna Mustika bersama Sona Maulida Roemardhie dikabarkan siap maju sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta. Hal tersebut ditandai dengan agenda Harmoni Politik DPD Tingkat II Golkar Purwakarta dengan DPC PKB Kabupaten Purwakarta untuk Pilkada Purwakarta 2024 yang digelar di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada […]

  • Dana BOS dan Arogansi Kepala SMKN 1 Plered, Disdik Jabar Ditantang Tegas!

    Dana BOS dan Arogansi Kepala SMKN 1 Plered, Disdik Jabar Ditantang Tegas!

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Ucapan arogan Kepala SMKN 1 Plered, Ajang Sarif Hidayat, memicu gejolak. Publik menaruh curiga atas ketertutupan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat segera bertindak tegas. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Sikap kepala sekolah yang dinilai tidak transparan itu, dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan […]

  • Polres Karimun Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pelabuhan, Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    Polres Karimun Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pelabuhan, Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    • 0Komentar

    Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karimun menghadirkan layanan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Senin (29/6/2026). KARIMUN, HITV – Kegiatan yang dipusatkan di Markas Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP) itu menyasar para pengemudi taksi, porter, pengemudi ojek, operator kapal, hingga penumpang pelabuhan domestik maupun internasional. […]

  • Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar: Tidak Ada Politisasi Hukum, Dalam Penanganan Kasus Yang Menjerat Tom Lembong

    Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar: Tidak Ada Politisasi Hukum, Dalam Penanganan Kasus Yang Menjerat Tom Lembong

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Jakarta – Kapuspenkum Kejagung Harlli Siregar mengatakan bahwa tidak ada sama sekali Politisasi Hukum dalam penangan Kasus Impor Gula, yang menjerat Mantan Menteri Perdagangan Periode 2015-2016 Tom Lembong. Hal ini disampaikannya kepada para Wartawan di Kantor Kejagung kemarin tanggal 30 Oktober 2024. “Untuk diketahui, dalam penangan perkara terkait Importasi Gula tahun 2015-2016, sekali […]

  • Jembatan Alternatif Sumut – Aceh Dikebut, Ditargetkan Hari Jumat dapat dilalui

    Jembatan Alternatif Sumut – Aceh Dikebut, Ditargetkan Hari Jumat dapat dilalui

    • 0Komentar

    BIREUN | HITV – Pembangunan jembatan Bailey sementara yang menghubungkan Gampong Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan, dengan Gampong Awee Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Kreung, Kabupaten Bireuen, Aceh, ditargetkan sudah dapat dilalui pada Jumat, 12 Desember 2025. Jembatan darurat tersebut menjadi akses alternatif vital bagi jalur lintas nasional Aceh setelah jembatan utama mengalami kerusakan berat akibat […]

expand_less