Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Warga Desa Bumi Etam Dorong PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • print Cetak

Penulis : M. Zulkifli Ritonga 

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, menyampaikan aspirasi kepada manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), Selasa (21/1/2026). Mereka meminta perusahaan tambang tersebut lebih memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal dan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.

KUTAI TIMUR | HITV Aksi yang juga melibatkan kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas minimnya keterlibatan warga setempat dalam aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, menilai kehadiran industri pertambangan sejauh ini belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Menurut dia, masih terdapat ketimpangan dalam komposisi tenaga kerja, terutama pada posisi yang justru banyak diisi oleh pekerja dari luar daerah, bahkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Kami tidak ingin masyarakat pribumi dan putra daerah hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Banyak warga lokal yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja, tetapi kesempatan itu belum terbuka secara adil,” ujar Erwin dalam orasinya.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka meminta adanya kemudahan dan prioritas akses bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT GAM. Kedua, masyarakat mendorong perusahaan untuk lebih transparan dalam menyampaikan proporsi tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar daerah. Ketiga, warga menuntut adanya perhatian yang lebih serius terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat adat di sekitar area tambang.

Erwin menegaskan, aksi ini bukan semata bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya memastikan agar kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi penduduk setempat. Ia berharap manajemen PT GAM membuka ruang dialog dan merespons aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Kami ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari pembangunan di daerah sendiri. Harapannya, perusahaan dapat membuka diri dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” kata Erwin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Perwakilan masyarakat menyatakan masih menunggu tindak lanjut dan langkah konkret dari perusahaan. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: HITV Kaltim

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Purwakarta Tangkap 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal di Bungursari

    Polres Purwakarta Tangkap 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal di Bungursari

    • 0Komentar

    Polres Purwakarta menegaskan komitmen berantas premanisme dan kekerasan jalanan usai mengungkap kasus pengeroyokan brutal yang viral di media sosial. PURWAKARTA | HITV – Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya memastikan pihaknya bergerak cepat dan mengamankan 14 pelaku yang diduga terlibat tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Peristiwa terjadi Senin 20/4/2026 […]

  • Rapat Perdana 2025 PP MIO INDONESIA, Jiwa Korsa dan Loyalitas Jadi Kunci Sukses!

    Rapat Perdana 2025 PP MIO INDONESIA, Jiwa Korsa dan Loyalitas Jadi Kunci Sukses!

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | JAKARTA – Dalam sambutannya, AYS Prayogie menegaskan pentingnya jiwa korsa dan kerja sama yang erat untuk mencapai tujuan organisasi. “Kita perlu jiwa korsa dan kerja sama yang erat untuk mencapai tujuan organisasi,” ujarnya. AYS juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan MIO sangat bergantung pada soliditas dan komitmen bersama, terlebih dengan adanya formasi kepengurusan baru yang […]

  • Disnakertrans Purwakarta: K3 Bukan Formalitas, Wajib Diterapkan di Setiap Proyek

    Disnakertrans Purwakarta: K3 Bukan Formalitas, Wajib Diterapkan di Setiap Proyek

    • 0Komentar

    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta menegaskan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan kewajiban mutlak bagi seluruh pelaksana proyek. PURWAKARTA | HITV – Penegasan itu menyusul insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan kampus UPI Purwakarta, di mana seorang pekerja asal Bandung mengalami luka robek di kepala diduga […]

  • Kades Runtu JS Dituntut 1,2 Tahun Penjara, Terkait Kasus Penggelapan

    Kades Runtu JS Dituntut 1,2 Tahun Penjara, Terkait Kasus Penggelapan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM KOBAR | Sidang Perkara Nomor: 167/Pid.B/2024/PN Pbu kasus penggelapan dengan Terdakwa Juhlian Syahri (JS), yang juga Kepala Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, kembali digelar pada hari Rabu 19 Juni 2024, di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun dengan agenda tuntutan. Rike Rinhahayupintra, SH, selaku Jaksa Penuntut Umum langsung membacakan tuntutannya dihadapan Majelis Hakim […]

  • Polri: Terduga Teroris Rencanakan Bom Bunuh Diri di Dua Rumah Ibadah di Malang!

    Polri: Terduga Teroris Rencanakan Bom Bunuh Diri di Dua Rumah Ibadah di Malang!

    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM| Jakarta– Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror Polri menangkap terduga kasus terorisme berinisial HOK di Batu, Malang, Jawa Timur. Tersangka HOK berencana melakukan aksi bom bunuh diri di dua rumah ibadah di Malang. “Pada hari Rabu, 31 Juli 2024 sekira Pukul 19.15 WIB, telah diamankan satu tersangka, yakni HOK di Jalan Langsep, Kelurahan […]

  • Polda Kepri Bongkar Pengiriman CPMI Ilegal ke Malaysia, Dua Perekrut Ditangkap

    Polda Kepri Bongkar Pengiriman CPMI Ilegal ke Malaysia, Dua Perekrut Ditangkap

    • 0Komentar

      Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) kembali mengungkap praktik pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural ke luar negeri. BATAM | HITV — Dua orang terduga pelaku perekrutan ilegal tersebut berhasil ditangkap setelah aparat menggagalkan keberangkatan dua CPMI perempuan menuju Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Selasa (3/2/2026). Pengungkapan kasus ini bermula dari […]

expand_less