Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Sengketa Tanah Berujung Pembacokan, Gerai Hukum Kritik Kinerja Aparat di Jakarta Timur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

Gerai Hukum Art & Rekan menyoroti lemahnya penegakan hukum berkeadilan dalam perkara pertanahan di Jakarta Timur yang menimpa warga kecil, bahkan berujung pada kekerasan fisik berulang berupa pembacokan terhadap korban.

JAKARTA TIMUR | HITV – Gerai Hukum Art & Rekan, lembaga yang fokus pada advokasi dan pendampingan hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan, menyampaikan keprihatinan serius terhadap penanganan perkara pertanahan di Jakarta Timur. Menurut mereka, keadilan bagi masyarakat kecil yang mencari hak atas tanah kini terasa semakin sulit diakses, bahkan terkesan menjadi “barang langka”.

Sorotan ini muncul setelah rangkaian peristiwa kekerasan fisik yang menimpa korban sengketa tanah.

Tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/867/X/2025/SPKT Polsek Cakung/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 30 Oktober 2025, korban mengalami penganiayaan berat berupa pembacokan.

Selanjutnya, LP/B/4083/XII/2025/SPKT Polres Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 4 Desember 2025 juga mencatat peristiwa kekerasan serupa. Ironisnya, pada LP/B/238/I/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 19 Januari 2026, korban kembali menjadi sasaran kekerasan fisik dan mengalami pembacokan untuk kedua kalinya.

Gerai Hukum Art & Rekan menilai rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam penegakan hukum di wilayah Jakarta Timur. Mereka mempertanyakan apakah terdapat keterlibatan oknum Polisi Militer TNI dan oknum Polri dari Mabes Polri yang membekingi jaringan mafia tanah, sehingga Polres Metro Jakarta Timur terkesan membisu dan tidak maksimal dalam menegakkan hukum berkeadilan di wilayahnya sendiri.

Jika benar ada oknum aparat yang melindungi pelaku kejahatan, maka hal itu dinilai sebagai preseden buruk bagi sistem hukum di Indonesia. Fenomena ini membuat penegakan hukum kehilangan arah karena pelaku kejahatan justru mendapatkan perlindungan dari pihak yang seharusnya menegakkan hukum. Akibatnya, korban bukan hanya kehilangan hak atas tanah, tetapi juga hidup dalam ketakutan dan intimidasi.

Gerai Hukum Art & Rekan menjelaskan bahwa salah satu pola yang sering terjadi dalam praktik mafia tanah adalah penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat. Mereka memanfaatkan seragam dan jabatannya untuk menekan pihak yang berperkara, menghalangi proses penyidikan, bahkan memaksakan klaim tanah ilegal. Dalam beberapa kasus, pernah terjadi personel TNI mendatangi kantor kepolisian untuk meminta penangguhan penahanan tersangka perkara mafia tanah.

Ketika bekingnya adalah oknum aparat, proses hukum menjadi tidak adil dan berbelit-belit. Korban justru berada pada posisi yang lebih lemah dan rentan terhadap ancaman. Integritas aparat yang rendah dituding menjadi salah satu faktor utama maraknya praktik mafia tanah, karena hukum tidak lagi berdiri di atas prinsip keadilan, melainkan tunduk pada kekuatan dan relasi.

Selain itu, mafia tanah bekerja secara sistematis dengan melibatkan banyak pihak. Mereka kerap bekerja sama dengan oknum internal di instansi terkait seperti BPN atau ASN, aparat desa, notaris atau PPAT, serta oknum TNI dan Polri. Modus yang digunakan antara lain pemalsuan dokumen, manipulasi data kepemilikan, hingga penguasaan lahan secara tidak sah. Kekerasan menjadi alat utama untuk menekan korban agar menyerah.

Di sisi lain, pimpinan TNI dan Polri telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada imunitas bagi anggota yang terlibat pelanggaran hukum. Panglima TNI menegaskan prajurit yang terlibat mafia tanah akan diproses secara tegas, sementara Polri juga berkomitmen untuk tidak pandang bulu dalam memberantas praktik mafia tanah.

Namun Gerai Hukum Art & Rekan menilai, komitmen tersebut harus dibuktikan secara nyata di lapangan. Mereka mendorong sinergi antara Satgas Anti-Mafia Tanah, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian ATR/BPN agar tidak hanya menindak pelaku utama, tetapi juga membersihkan oknum aparat yang menjadi pelindung kejahatan.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah. Penegakan hukum harus hadir secara tegas, adil, dan berpihak kepada korban. Jika tidak, maka kekerasan dan perampasan hak warga akan terus berulang,” tegas Gerai Hukum Art & Rekan. (/*/*/)

Sumber: Artur
Penulis : Andi Gembok

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Lingga Gelar Operasi Patuh Seligi 2025: Disiplinkan Pengendara Demi Keselamatan Lalu Lintas!

    Polres Lingga Gelar Operasi Patuh Seligi 2025: Disiplinkan Pengendara Demi Keselamatan Lalu Lintas!

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • 0Komentar

    Kolase Foto HITV: Kegiatan Pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2025 yang digelar disejumlah titik. (Foto/Ruslan/LGA) Penulis: Ruslan LGA Kepolisian Resor (Polres) Lingga memulai pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2025 pada Senin (14/7/2025), dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, salah satunya di depan Pos Lantas Wisma Ria, Kabupaten Lingga. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan pengendara sekaligus […]

  • Warga Singkep Gelisah, Rekomendasi Perkebunan Sawit PT SPP Tuai Sorotan

    Warga Singkep Gelisah, Rekomendasi Perkebunan Sawit PT SPP Tuai Sorotan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Rencana pemberian rekomendasi pengelolaan lahan seluas 23.000 hektar kepada PT SPP di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, memantik keresahan masyarakat. Tanpa sosialisasi yang memadai, langkah ini dinilai mengabaikan aspirasi warga yang akan terdampak lang. HITVBERITA.COM | Lingga — Kabar mengenai terbitnya rekomendasi bagi perusahaan sawit tersebut mencuat awal Oktober 2025. Padahal, di masa […]

  • Jelang HUT RI Ke-80, Desa Sindangsuka Gelar Kompetisi Sepak Bola U-12

    Jelang HUT RI Ke-80, Desa Sindangsuka Gelar Kompetisi Sepak Bola U-12

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • 0Komentar

    Penulis: R. Ahdiyat Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Garut, menggelar kompetisi sepak bola U-12 antar RW sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80, yang tak hanya menjadi ajang pencarian bakat muda, tapi juga mempererat kebersamaan warga dalam semangat sportivitas. HITVBERITA.COM | Garut – Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Desa Sindangsuka, […]

  • Bupati Karimun Lantik Pengurus FPK, Tekankan Harmoni di Tengah Keberagaman

    Bupati Karimun Lantik Pengurus FPK, Tekankan Harmoni di Tengah Keberagaman

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    Ing Iskandarsyah resmi melantik jajaran pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan Kabupaten Karimun masa khidmat 2025–2030, dalam sebuah seremoni di Gedung Nasional, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (28/4/2026). KARIMUN, HITV–– Pelantikan ini menjadi penanda penguatan peran FPK sebagai wadah perekat kebangsaan di daerah yang dikenal dengan keragaman suku dan agama tersebut. Ketua FPK Kabupaten […]

  • Bona Taon Perdana Raja Sitempang, Merawat Syukur dan Persatuan dalam Ritme Gondang

    Bona Taon Perdana Raja Sitempang, Merawat Syukur dan Persatuan dalam Ritme Gondang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    Nuansa adat dan kebersamaan menyatu dalam Bona Taon perdana Punguan Raja Sitempang yang digelar di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanton Siregar No. 160, Pematangsiantar, Minggu (15/2/2025). PEMATANGSIANTAR, HiTV— Perhelatan doa bersama ini menjadi ungkapan syukur atas berkat Tuhan sekaligus penanda dimulainya perjalanan persatuan generasi keturunan Raja Sitempang di kota tersebut. Gema gondang sabangunan mengiringi […]

  • Perangi Narkoba, Penyelundupan, Korupsi dan Judi Online, Mabes TNI Bentuk Satgassus!

    Perangi Narkoba, Penyelundupan, Korupsi dan Judi Online, Mabes TNI Bentuk Satgassus!

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • 0Komentar

    HITVberita.COM | JAKARTA – Markas Besar TNI, mengambil langkah strategis membentuk Satuan Tugas Khusus atau Satgassus dalam lingkungan internal TNI, guna mengatasi berbagai Isu kejahatan, yang saat ini sedang menjadi perhatian utama, diantaranya Judi Online, Narkoba, Penyelundupan dan Korupsi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Inspektur Jendral TNI, Mayjen TNI Alvis Anwar kepada para wartawan, usai […]

expand_less