Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sengketa Lahan » Sengketa Tanah Berujung Pembacokan, Gerai Hukum Kritik Kinerja Aparat di Jakarta Timur

Sengketa Tanah Berujung Pembacokan, Gerai Hukum Kritik Kinerja Aparat di Jakarta Timur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 90
  • print Cetak

Gerai Hukum Art & Rekan menyoroti lemahnya penegakan hukum berkeadilan dalam perkara pertanahan di Jakarta Timur yang menimpa warga kecil, bahkan berujung pada kekerasan fisik berulang berupa pembacokan terhadap korban.

JAKARTA TIMUR | HITV Gerai Hukum Art & Rekan, lembaga yang fokus pada advokasi dan pendampingan hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan, menyampaikan keprihatinan serius terhadap penanganan perkara pertanahan di Jakarta Timur. Menurut mereka, keadilan bagi masyarakat kecil yang mencari hak atas tanah kini terasa semakin sulit diakses, bahkan terkesan menjadi “barang langka”.

Sorotan ini muncul setelah rangkaian peristiwa kekerasan fisik yang menimpa korban sengketa tanah.

Tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/867/X/2025/SPKT Polsek Cakung/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 30 Oktober 2025, korban mengalami penganiayaan berat berupa pembacokan.

Selanjutnya, LP/B/4083/XII/2025/SPKT Polres Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 4 Desember 2025 juga mencatat peristiwa kekerasan serupa. Ironisnya, pada LP/B/238/I/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya tertanggal 19 Januari 2026, korban kembali menjadi sasaran kekerasan fisik dan mengalami pembacokan untuk kedua kalinya.

Gerai Hukum Art & Rekan menilai rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam penegakan hukum di wilayah Jakarta Timur. Mereka mempertanyakan apakah terdapat keterlibatan oknum Polisi Militer TNI dan oknum Polri dari Mabes Polri yang membekingi jaringan mafia tanah, sehingga Polres Metro Jakarta Timur terkesan membisu dan tidak maksimal dalam menegakkan hukum berkeadilan di wilayahnya sendiri.

Jika benar ada oknum aparat yang melindungi pelaku kejahatan, maka hal itu dinilai sebagai preseden buruk bagi sistem hukum di Indonesia. Fenomena ini membuat penegakan hukum kehilangan arah karena pelaku kejahatan justru mendapatkan perlindungan dari pihak yang seharusnya menegakkan hukum. Akibatnya, korban bukan hanya kehilangan hak atas tanah, tetapi juga hidup dalam ketakutan dan intimidasi.

Gerai Hukum Art & Rekan menjelaskan bahwa salah satu pola yang sering terjadi dalam praktik mafia tanah adalah penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat. Mereka memanfaatkan seragam dan jabatannya untuk menekan pihak yang berperkara, menghalangi proses penyidikan, bahkan memaksakan klaim tanah ilegal. Dalam beberapa kasus, pernah terjadi personel TNI mendatangi kantor kepolisian untuk meminta penangguhan penahanan tersangka perkara mafia tanah.

Ketika bekingnya adalah oknum aparat, proses hukum menjadi tidak adil dan berbelit-belit. Korban justru berada pada posisi yang lebih lemah dan rentan terhadap ancaman. Integritas aparat yang rendah dituding menjadi salah satu faktor utama maraknya praktik mafia tanah, karena hukum tidak lagi berdiri di atas prinsip keadilan, melainkan tunduk pada kekuatan dan relasi.

Selain itu, mafia tanah bekerja secara sistematis dengan melibatkan banyak pihak. Mereka kerap bekerja sama dengan oknum internal di instansi terkait seperti BPN atau ASN, aparat desa, notaris atau PPAT, serta oknum TNI dan Polri. Modus yang digunakan antara lain pemalsuan dokumen, manipulasi data kepemilikan, hingga penguasaan lahan secara tidak sah. Kekerasan menjadi alat utama untuk menekan korban agar menyerah.

Di sisi lain, pimpinan TNI dan Polri telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada imunitas bagi anggota yang terlibat pelanggaran hukum. Panglima TNI menegaskan prajurit yang terlibat mafia tanah akan diproses secara tegas, sementara Polri juga berkomitmen untuk tidak pandang bulu dalam memberantas praktik mafia tanah.

Namun Gerai Hukum Art & Rekan menilai, komitmen tersebut harus dibuktikan secara nyata di lapangan. Mereka mendorong sinergi antara Satgas Anti-Mafia Tanah, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian ATR/BPN agar tidak hanya menindak pelaku utama, tetapi juga membersihkan oknum aparat yang menjadi pelindung kejahatan.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah. Penegakan hukum harus hadir secara tegas, adil, dan berpihak kepada korban. Jika tidak, maka kekerasan dan perampasan hak warga akan terus berulang,” tegas Gerai Hukum Art & Rekan. (/*/*/)

Sumber: Artur
Penulis : Andi Gembok

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU DKI Jakarta, Gelar Debat Perdana Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun Pemilihan 2024

    KPU DKI Jakarta, Gelar Debat Perdana Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun Pemilihan 2024

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | Jakarta – KPU DKI Jakarta, Malam Hari ini Minggu 6 Oktober 2024 menggelar Debat Perdana, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kegiatan Debat ini, mengambil Lokasi di JI Ekspo Kemayoran Jakarta. Debat malam ini, diikuti oleh tiga Paslon, masing masing Paslon urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono, Paslon urut 2 Dharma Kun […]

  • Pertemuan Ridwan Kamil Dengan Presiden Ke 7 Ir Joko Widodo di Kawasan Cempaka Putih Jakarta

    Pertemuan Ridwan Kamil Dengan Presiden Ke 7 Ir Joko Widodo di Kawasan Cempaka Putih Jakarta

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Usai Menghadiri acara Pesta Rakyat yang dilaksanakan di GOR & Rekreasi Ciracas, yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 1 Ridwan Kamil, langsung bergegas menuju Kafe Kaizen Heritage di Kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat, untuk melakukan pertemuan dengan Presiden RI Ke-7, Ir Joko Widodo. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Pantauan […]

  • Haidar Alwi: Konflik Ambon 2025 Jangan Jadi Spiral Baru, Maluku Harus Belajar dari Sejarah

    Haidar Alwi: Konflik Ambon 2025 Jangan Jadi Spiral Baru, Maluku Harus Belajar dari Sejarah

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Oleh: Paskalis Ricardo Baren  Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, yakni R. Haidar Alwi, menilai kerusuhan yang pecah di Ambon pada 19 Agustus 2025 tidak bisa dipandang semata sebagai tawuran pelajar. Peristiwa itu, menurut dia, menjadi peringatan keras bagi bangsa bahwa luka lama di Maluku masih mudah tersulut. “Peristiwa ini adalah alarm bagi […]

  • Berkolaborasi Dengan MyRepublic, Kemkomdigi Berikan Internet Gratis ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut

    Berkolaborasi Dengan MyRepublic, Kemkomdigi Berikan Internet Gratis ke Sekolah Terdampak Banjir di Sumut

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Raffa Christ Manalu
    • visibility 43
    • 0Komentar

    MEDAN | HITV –  Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan MyRepublic memberikan bantuan internet gratis sebesar 500 mbps selama satu tahun kepada 6 sekolah terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatra Utara. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar yang sempat terganggu akibat bencana. “Semoga […]

  • Desa Sungai Undang Raih Predikat Desa Percontohan Antikorupsi

    Desa Sungai Undang Raih Predikat Desa Percontohan Antikorupsi

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Inspektorat Provinsi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Pemerintah Desa Sungai Undang atas komitmen mereka dalam memenuhi indikator yang ditetapkan. (Dok/Ft/Kisto/Hitv)) Penulis: Kistolani Mangun Jaya Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, meraih apresiasi sebagai calon Desa Percontohan Antikorupsi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — […]

  • Tim Pemenangan Pasangan RIDO, Gelar Konferensi Pers Malam Ini di Kantor DPD Golkar Jakarta

    Tim Pemenangan Pasangan RIDO, Gelar Konferensi Pers Malam Ini di Kantor DPD Golkar Jakarta

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Golkar Jakarta, pada Kamis malam, (28/11/2024) tersebut, Tim Pemenangan Pasangan Cagub-Cawagub Jakarta Nomor Urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, meyakini bahwa Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. (Dok/Foto/Bainana) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Penegasan tersebut berdasar pada data yang dikumpulkan dari tim koalisi partai pendukung RIDO bersama para […]

expand_less