Sinergi di Hari Bakti Pemasyarakatan: Lapas Batang dan BRI Dorong UMKM Bangkit
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- print Cetak

Sinergi di Hari Bakti Pemasyarakatan: Lapas Batang dan BRI Dorong UMKM Bangkit. (Dok/Foto/HL)
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 menjadi momentum bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang untuk menegaskan peran barunya yang lebih luas: tidak hanya membina warga binaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.
BATANG, HITV — Bersama BRI Cabang Batang, Lapas menyalurkan bantuan berupa gerobak usaha kepada warga prasejahtera, Selasa (21/4). Bantuan itu diberikan kepada Nuryadi, pedagang bubur kacang hijau yang selama ini menjalankan usahanya dengan sarana terbatas.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, mengatakan bahwa transformasi pemasyarakatan menuntut institusi untuk memberi dampak nyata bagi lingkungan sosial.
“Peringatan HBP ke-62 ini menjadi titik refleksi sekaligus aksi. Kami ingin melampaui tugas rutin dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nurhamdan.
Ia menambahkan, bantuan gerobak dipilih karena menyasar kebutuhan paling mendasar pelaku usaha kecil: sarana yang layak untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga higienitas.
“Harapannya, usaha yang dijalankan bisa berkembang dan menjadi penopang ekonomi keluarga yang lebih kuat,” kata dia.
Dukungan juga datang dari pihak perbankan. Perwakilan BRI Cabang Batang menilai kolaborasi semacam ini penting untuk mendorong pelaku usaha mikro naik kelas. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kepedulian, tetapi menjadi awal keberlanjutan usaha.
Di sisi lain, bagi Nuryadi, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih personal. Gerobak baru itu bukan sekadar alat berdagang, melainkan harapan baru bagi keberlangsungan hidupnya.
Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. “Ini seperti jawaban dari doa-doa saya. Akan saya gunakan sebaik mungkin untuk berjualan,” ujarnya.
Kolaborasi antara Lapas Batang dan BRI ini menegaskan bahwa semangat pemasyarakatan kini bergerak ke arah yang lebih inklusif. Penegakan hukum tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui langkah kecil seperti bantuan gerobak, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas.
Paradigma baru tentang lembaga pemasyarakatan di Kabupaten Batang kini bukan lagi hanya tentang pembinaan di dalam tembok, tetapi juga tentang menghadirkan harapan di luar tembok. (\•/)
Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: Hadi Lempe






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.