Perpadi Kepri Nilai Kolaborasi Bulog–Perpadi Perkuat Stabilitas Pangan Nasional
- account_circle M. Saipul
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua DPD Perpadi Kepulauan Riau, Syamsul, SH. (Dok/Foto/Saipul)
Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mendapat dukungan dari pelaku usaha penggilingan padi.
BATAM, HITV – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kepulauan Riau menilai sinergi antara Perum Bulog dan Perpadi dalam mengolah sekitar dua juta ton CBP menjadi beras medium dan premium merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meredam gejolak harga beras di pasar.
Ketua DPD Perpadi Kepulauan Riau, Syamsul, SH, mengatakan penugasan kepada Perpadi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog dalam rapat bersama Ketua Umum Perpadi beserta seluruh Ketua DPD Perpadi se-Indonesia di Jakarta.
Menurut Syamsul, kebijakan tersebut bukan sekadar mengubah cadangan beras pemerintah menjadi produk komersial bermerek Beras Kita, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengoptimalkan stok nasional agar tetap memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Langkah ini akan memberikan manfaat bagi seluruh mata rantai perberasan, mulai dari petani, pelaku usaha penggilingan padi, Bulog, hingga masyarakat sebagai konsumen. Ketika stok nasional dikelola secara optimal, stabilitas harga juga lebih mudah dijaga,” kata Syamsul di Batam, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan Perpadi dalam program tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan distribusi beras karena jaringan penggilingan padi yang dimiliki organisasi tersebar di berbagai daerah. Dengan dukungan pelaku usaha lokal, proses penyaluran beras kepada masyarakat diyakini akan berlangsung lebih cepat dan efektif.
Bagi Provinsi Kepulauan Riau, lanjut Syamsul, program tersebut memiliki arti penting mengingat karakteristik wilayah yang terdiri atas ratusan pulau dengan tantangan distribusi logistik yang lebih kompleks dibandingkan di daratan.
Karena itu, DPD Perpadi Kepri menyatakan kesiapan mendukung seluruh tahapan program, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian beras ke berbagai kabupaten dan kota, termasuk kawasan perbatasan serta pulau-pulau terluar yang menjadi perhatian pemerintah.
“Distribusi pangan di daerah kepulauan membutuhkan kolaborasi yang kuat. Kami siap menjadi bagian dari solusi agar pasokan beras tetap tersedia secara merata dan masyarakat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang stabil,” ujarnya.
Syamsul menambahkan, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap peredaran beras di wilayah Kepulauan Riau. Posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara menjadikan pengawasan terhadap arus masuk komoditas pangan, termasuk beras impor ilegal, sebagai salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.
Menurut dia, apabila distribusi beras nasional berjalan lancar dengan dukungan stok yang memadai, ruang bagi peredaran beras ilegal akan semakin sempit karena kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi melalui jalur distribusi resmi.
Selain menjabat sebagai Ketua DPD Perpadi Kepulauan Riau, Syamsul juga merupakan Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Ia berharap sinergi antara Bulog dan Perpadi menjadi model kemitraan yang mampu memperkuat ekosistem perberasan nasional secara berkelanjutan.
“Pada akhirnya, tujuan utama dari program ini adalah menjaga ketahanan pangan nasional. Ketika stok tersedia, distribusi berjalan baik, dan harga tetap terkendali, maka masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Kolaborasi Bulog dan Perpadi dinilai menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat tata kelola cadangan beras nasional. Melalui optimalisasi stok yang telah dimiliki pemerintah, pasokan beras diharapkan tetap terjaga, stabilitas harga dapat dipertahankan, dan daya beli masyarakat terlindungi di tengah dinamika pasar pangan nasional. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Karimun
- Penulis: M. Saipul





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.