Rabu, 3 Jun 2026
light_mode

Djoko Goenawan: Teknologi Hujan Buatan Bisa Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
  • print Cetak

Kiri ke Kanan: AYS Prayogie (Ketum MIO INDONESIA), Cheppy Endhi (Penulis), Dr. Raden Djoko Goenawan (Ilmuwan Bidang Hidro), Christy Lemon (TikTokers), Taufiq Rahman (Wartawan Senior). (Dok/Foto/HITV)

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dinilai sebagai salah satu solusi strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto.

HITVBERITA.COM | Jakarta – Penegasan tersebut disampaikan oleh Ilmuwan bidang atmosfer dan hidrologi, Raden Djoko Goenawan, M.Si., Ph.D., yang menilai bahwa pemanfaatan TMC dapat mengoptimalkan sektor-sektor kunci seperti pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

“Efisiensi TMC kini jauh melampaui metode konvensional. Dengan inovasi teknologi lokal, pemanfaatannya tidak hanya murah, tetapi juga sangat aplikatif untuk kondisi iklim tropis Indonesia,” ujar Djoko Goenawan saat ditemui HITV usai acara reunian para kader IPJI di Tavia Haritage Hotel, Senin (19/5/2025).

Menurut dia, stabilitas pasokan air menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas sektor primer. Namun, fenomena kekeringan di musim kemarau dan banjir saat musim penghujan menunjukkan masih lemahnya manajemen sumber daya air nasional.

Djoko menyebutkan, sekitar 36 persen dari 7,4 juta hektare lahan sawah nasional merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ia menilai, program pompanisasi tidak cukup efektif karena menambah beban biaya bagi petani.

“Sebaliknya, TMC bisa menjadi solusi jangka panjang yang dibiayai negara atau lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” katanya.

Djoko menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan dan mematenkan dua inovasi: flare nanopartikel higroskopis (2024) dan sistem fogging berbasis drone (2023). Teknologi ini disebutnya mampu meningkatkan efisiensi penyemaian hujan secara signifikan.

“Dengan 1 kilogram flare, bisa dihasilkan awan setara 1 ton garam semai. Ini revolusioner dan bisa memperkuat sistem manajemen hujan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djoko menyoroti potensi peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO) melalui penerapan TMC secara masif. Ia mencatat, dari 17 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia, hanya sekitar 12 juta hektare yang produktif. Saat musim kemarau, produktivitas dapat turun hingga 50 persen, berimbas pada potensi kehilangan pendapatan negara hingga Rp120 triliun per tahun.

“Jika faktor ‘buah trek’ bisa ditekan lewat TMC, maka produksi CPO bisa meningkat dari 50 juta menjadi 60 juta ton per tahun, berkontribusi pada tambahan penerimaan negara sebesar Rp15,4 triliun dari PPN,” katanya.

Ia juga mendorong peran aktif Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mendukung penerapan TMC secara regional dan tidak terpusat di Jakarta.

“Contohnya, banjir di kawasan industri Morowali sebenarnya bisa dicegah dengan TMC. Namun, keterbatasan SDM dan anggaran di BMKG masih menjadi kendala utama,” ujarnya.

Menurut Djoko, optimalisasi TMC dapat sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang mendorong penggunaan teknologi dalam negeri. Ia mencontohkan dukungan terhadap produk lokal seperti kendaraan Maung Garuda sebagai cerminan visi kemandirian nasional.

“Jika manajemen hujan bisa ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, maka kita bukan hanya menjaga ketahanan pangan dan energi, tapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Raden Djoko Gunawan. (**)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penggunaan Dana BOS di SMKN 1 Plered Disorot, Kepsek Enggan Berkomentar Langsung Saat Dikonfirmasi

    Penggunaan Dana BOS di SMKN 1 Plered Disorot, Kepsek Enggan Berkomentar Langsung Saat Dikonfirmasi

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi sorotan menyusul temuan sejumlah kejanggalan dalam pelaporan penggunaan anggaran tahun 2023 dan 2024. HITVBERITA.COM | Purwakarta — Pada tahun 2023, SMKN 1 Plered menerima dana BOS sebesar Rp 2,6 miliar yang disalurkan dalam dua tahap, masing-masing […]

  • Bara di Ambon, Seruan Damai di Tengah Puing

    Bara di Ambon, Seruan Damai di Tengah Puing

    • 0Komentar

    Oleh AYS Prayogie Senja berganti malam di Ambon. Suara azan dari masjid terdengar lirih, berpadu dengan dentang lonceng gereja di kejauhan. Dua suara itu seakan menjadi pengingat: meski sempat dilanda bara, doa dan harapan untuk kedamaian tidak pernah berhenti mengalun dari tanah para basudara. SIANG itu, Selasa (19/8/2025), asap tipis masih mengepul dari tumpukan kayu […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Babel Dan Jajaran Tanami Ribuan Bibit Tanaman Di Lahan 50 Hektar

    Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Babel Dan Jajaran Tanami Ribuan Bibit Tanaman Di Lahan 50 Hektar

    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Babel – Polda Bangka Belitung terus menggencarkan pencanangan program ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui penanaman sekaligus launching gugus tugas Polri. Kali ini, sebanyak ribuan bibit tanaman kembali ditanami diatas lahan seluas 1,6 hektar yang berada di Taman Bhayangkara Polda Bangka Belitung, Rabu (20/11/24). Penanaman langsung dilakukan oleh PJ. Gubernur Bangka […]

  • Kemendagri Izinkan Kepala Daerah ke Luar Negeri Asal Aman dan Kondusif

    Kemendagri Izinkan Kepala Daerah ke Luar Negeri Asal Aman dan Kondusif

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengizinkan para kepala daerah untuk pergi ke luar negeri. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian pada saat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan se-Sumatera yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (21/9/2025). HITVBERITA.COM | Batam – “Salah satu poin yang disampaikan pak menteri […]

  • Kodam II/Sriwijaya Luncurkan Program “Dapur Masuk Sekolah” di Belitung

    Kodam II/Sriwijaya Luncurkan Program “Dapur Masuk Sekolah” di Belitung

    • 0Komentar

    Kodam II/Sriwijaya melalui Kodim 0414/Belitung meluncurkan program “Dapur Masuk Sekolah” di Sekolah TK Kartika II-37 Tanjungpandan, hari Kamis (23/1/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah serta mencegah stunting. HITVBERITA.COM | BELITUNG – Dandim 0414 Belitung, Letkol Inf Karuniawan Hanif Arrido SE, MM, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terkait program “Dapur Masuk Sekolah” yang […]

expand_less