320 Siswa SMPN 12 Arut Selatan Rutin Bersihkan Makam Sekip, Sampah Plastik Diubah Jadi Nilai Ekonomi
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Siswa SMP Negeri 12 Arut Selatan membersihkan area publik Makam Sekip. (Dok/Foto/Kistolani)
Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup diajarkan melalui teori di dalam kelas.
PANGKALAN BUN, HITV – Di SMP Negeri 12 Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, nilai tersebut ditanamkan melalui aksi nyata.
Sebanyak 320 siswa secara bergiliran setiap bulan turun langsung membersihkan area publik Makam Sekip, Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun. Kegiatan itu menjadi bagian dari Program SEHATI 12 atau Semangat dan Harmoni 12, sekaligus implementasi Gerakan Indonesia Asri.
Program tersebut melibatkan siswa dari 11 rombongan belajar. Setiap kelas mendapat jadwal untuk melaksanakan kerja bakti di kawasan makam, mulai dari memungut sampah, membersihkan lingkungan hingga memastikan area publik tersebut tetap rapi dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan kepedulian lingkungan itu juga terintegrasi dengan aktivitas kepramukaan yang digelar setiap pekan. Para siswa tidak hanya melakukan kerja bakti, tetapi juga membagikan air minum dan makanan ringan kepada masyarakat serta para peziarah di kawasan Makam Sekip.
Usai membagikan makanan dan minuman, para siswa kembali melakukan aksi bersih-bersih. Gelas plastik bekas minuman dan sampah lainnya dikumpulkan agar tidak berserakan dan mencemari lingkungan.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Sampah yang dikumpulkan dipilah dan memiliki nilai ekonomis.
Sampah plastik yang masih bernilai jual disalurkan kepada pengepul barang bekas. Pengelolaan itu dilakukan melalui kerja sama SMP Negeri 12 Arut Selatan dengan Bank Sampah Resik Rejo, Kelurahan Sidorejo.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam naskah kerja sama pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Melalui kemitraan itu, siswa tidak hanya diajarkan untuk memilah sampah, tetapi juga memahami bahwa sampah yang dikelola secara tepat dapat memberikan manfaat ekonomi.
Hasil penjualan sampah kemudian ditabung dan dimanfaatkan untuk membantu siswa yang kurang mampu.
Kepala SMP Negeri 12 Arut Selatan, Eka Rubiyatun, S.Pd., M.M., mengatakan, Program SEHATI 12 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan kebersihan lingkungan.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang mengajarkan kepedulian, gotong royong, tanggung jawab sosial, sekaligus pemahaman mengenai pengelolaan sampah.
“Melalui Program SEHATI 12, kami ingin membentuk peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, memiliki jiwa gotong royong, serta memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi,” ujar Eka.
Keterlibatan ratusan siswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dilakukan melalui praktik langsung. Siswa tidak hanya berbicara tentang pentingnya kebersihan, tetapi terlibat dalam menjaga fasilitas umum sekaligus belajar mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang bermanfaat.
Bagi SMP Negeri 12 Arut Selatan, menjaga lingkungan bukanlah kegiatan seremonial. Kebiasaan membersihkan ruang publik, memilah sampah, hingga memanfaatkan hasil penjualannya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian yang dilakukan secara berkelanjutan, Program SEHATI 12 diharapkan tidak hanya membentuk siswa yang peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya sekolah yang bersih, sehat, mandiri, dan berkelanjutan. (\•/)
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.