Pitra Romadoni Buka PKPA HAKI Sumut, Siapkan Advokat Pejuang Hadapi Tantangan Hukum Modern
- account_circle Jhon P Tobing
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Honorary Chairman Himpunan Advokat Karya Indonesia (HAKI), Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH, saat membuka PKPA yang diselenggarakan DPD HAKI Provinsi Sumatera Utara di Medan. (Dok/Foto/Fajar)
Dunia advokat saat ini dituntut beradaptasi dengan perubahan zaman.
MEDAN, HITV – Perkembangan teknologi, transformasi sistem peradilan, perubahan regulasi, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme penegak hukum menjadi tantangan yang harus dijawab oleh calon-calon advokat sejak dini.
Pesan itu disampaikan Honorary Chairman Himpunan Advokat Karya Indonesia (HAKI), Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH, saat membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HAKI Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (3/8/2026).
Di hadapan puluhan peserta PKPA dari berbagai daerah di Sumatera Utara, Pitra menegaskan bahwa profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah untuk memperjuangkan keadilan dan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat.
Menurutnya, HAKI berkomitmen membangun organisasi advokat yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta keberanian moral dalam menegakkan hukum.
«”HAKI hadir bagi masyarakat yang ingin berjuang. Kami siap membina dan melahirkan Advokat Pejuang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral dalam menegakkan hukum dan kebenaran demi kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Pitra.»
Ia menilai, tantangan profesi advokat ke depan semakin kompleks. Digitalisasi layanan hukum, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika regulasi menuntut advokat untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa mengabaikan etika profesi.
Karena itu, peserta PKPA didorong tidak hanya menguasai teori dan praktik hukum, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga independensi, serta menjunjung tinggi kode etik dalam setiap penanganan perkara.
Bagi HAKI, lanjut Pitra, kualitas seorang advokat tidak hanya diukur dari kemampuan memenangkan perkara, melainkan dari komitmennya menjaga keadilan, membela hak masyarakat, dan mempertahankan martabat profesi.
Suasana pembukaan PKPA berlangsung penuh antusias. Para peserta mengikuti materi secara serius dan aktif berdiskusi dengan narasumber sebagai bekal memasuki dunia profesi advokat yang semakin kompetitif.
Menutup sambutannya, Pitra mengajak seluruh peserta menjadikan pendidikan profesi sebagai awal pengabdian kepada bangsa.
«”Hari ini saudara bukan sekadar memulai pendidikan profesi, tetapi memulai perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara. Jadilah advokat yang berani berkata benar, menjaga kehormatan profesi, membela masyarakat tanpa rasa takut, serta menjadikan keadilan sebagai tujuan utama dalam setiap langkah. Ilmu dapat dipelajari, tetapi integritas dan keberanian harus dijaga sepanjang hayat. Saya percaya, dari ruangan ini akan lahir advokat-advokat HAKI yang kelak menjadi kebanggaan bangsa,” katanya.»
Pembukaan PKPA DPD HAKI Sumatera Utara menjadi langkah strategis organisasi dalam menyiapkan advokat-advokat yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan hukum nasional.
Melalui pendidikan tersebut, HAKI berharap lahir generasi advokat yang mampu menjaga supremasi hukum sekaligus memberikan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: Humas MIO Indonesia
- Penulis: Jhon P Tobing





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.