Peringati Hari Juang Polri, Polres Pekalongan Kota Teguhkan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
- account_circle Hadi Lempe
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, SIK, MSi bertidak selaku Inspektur Upacara saat memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri. (Dok/Foto/HL)
Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 menjadi momentum bagi jajaran Polres Pekalongan Kota untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada masyarakat.
PEKALONGAN, HITV— Nilai perjuangan para pendahulu Polri tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Pesan itu mengemuka dalam upacara peringatan Hari Juang Polri yang digelar di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (21/8/2026). Upacara dipimpin Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, SIK, MSi. selaku Inspektur Upacara.
Upacara diikuti jajaran personel Polres Pekalongan Kota, mulai dari pejabat utama, perwira, polisi wanita, personel staf, anggota polsek, Satlantas, pasukan bersenjata hingga aparatur sipil negara (ASN) Polri.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Indonesia Maju.” Tema tersebut menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dari kesinambungan sejarah perjuangan Polri.
Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan sejarah Polri, pembacaan Teks Proklamasi Polisi, Andhika Bhayangkari, Hymne Polri, dan doa.
“Salah satu bagian penting dalam upacara adalah pembacaan sejarah perjuangan Polri yang merujuk pada peristiwa 21 Agustus 1945 di Surabaya.
Pada saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin yang memimpin Polisi Istimewa Surabaya membacakan Proklamasi Polisi. Pernyataan tersebut menegaskan sikap Polisi Istimewa untuk berdiri bersama Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keberanian dan kesetiaan Polisi Istimewa kepada republik menjadi nilai perjuangan yang terus diwariskan kepada generasi kepolisian berikutnya.
Sejarah itu juga mengingatkan bahwa tugas Polri sejak awal tidak terlepas dari upaya mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan negara. Setelah Indonesia merdeka, kepolisian turut terlibat dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan nasional.
Bagi Polres Pekalongan Kota, nilai perjuangan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Hari Juang Polri dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap tanggung jawab anggota Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus memenuhi harapan masyarakat.
Semangat itu diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum yang profesional, serta pemberian perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan Hari Juang Polri 2026 sekaligus menjadi penegasan bahwa profesionalisme dan integritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian anggota Polri. (Dok/Foto/HL)
“Dengan meneladani semangat para pendahulu, jajaran Polres Pekalongan Kota berkomitmen memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
Bagi institusi kepolisian, penghormatan terhadap sejarah pada akhirnya harus bermuara pada kerja nyata. Semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu dituntut hadir dalam setiap tugas, keputusan, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, Hari Juang Polri bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui pengabdian yang profesional, berintegritas, dan konsisten. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: Humas Polresta Pekalongan
- Penulis: Hadi Lempe





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.