279 Kasus Karhutla, Belitung Siaga Penuh: Bupati Perintahkan Gerak Cepat Tanpa Menunggu Komando
- account_circle Iswandi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

HITVBERITA.COM | BELITUNG – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Belitung kian mengkhawatirkan. Tercatat sudah 279 kasus terjadi, bahkan hampir merembet ke kawasan hotel berbintang. Menyikapi hal itu, Pemkab Belitung menggelar Rapat Penanganan Karhutla secara gerak cepat.
Rapat Penanganan Karhutla Kabupaten Belitung digelar pada Kamis, (3/9/ 2026), pukul 12.34 WIB bertempat di Ruang Rapat Bupati Belitung, Jl. Jend. A. Yani, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan.
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda H. Paryanta, dan dihadiri unsur Forkopimda serta OPD terkait, diantaranya Kabag Ops Polres Belitung Kompol Adi Warana, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Babel Kompol David Charlie, Danramil 414-01/Tanjungpandan Kapten Czi Tabrani, Kalaksa BPBD Zainal Harison, Kepala BPKAD Siska Priorita,
Bukan hanya Karhutla, Belitung juga dihantam cuaca ekstrem. Prediksi BMKG menyebut kemarau akan berlangsung panjang hingga November.
“Ini sudah bencana,” tegas Bupati Djoni.
Di Desa Keciput saja, hampir 18 hektare lahan sudah ludes terbakar. Semalam, api bahkan sudah membesar dan hampir merembet ke kawasan Sheraton di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang. Selain api, masyarakat juga mulai kesulitan air bersih.

Kalaksa BPBD Kab. Belitung, Zainal Harison, membeberkan kondisi memprihatinkan.
Personel dan Armada Terbatas:
Jumlah personel Damkar hanya 28 orang, 3 orang masih pemulihan pasca kecelakaan, dan TRC hanya 12 orang. Kondisi armada pun tak ideal: dari 4 unit mobil pemadam, 1 rusak berat. Dari 2 mobil tangki, 1 rusak berat. Dari 4 motor trail, 2 rusak berat dan 2 rusak ringan. APD petugas pun banyak yang sudah rusak.
BPBD dalam kondisi efisiensi dan terpukul kenaikan harga BBM. Dengan kebutuhan rata-rata 40 liter per hari untuk 2 mobil Damkar, anggaran BBM diperkirakan hanya cukup untuk dua bulan ke depan. Anggaran makan minum personel pun terancam habis.
Padahal langkah penanganan sudah maksimal, mulai dari sosialisasi, pemadaman, hingga penyaluran air bersih. Bahkan perusahaan sawit pun sudah menyiagakan armada untuk membantu.

Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa langkah taktis dan strategis:
1. Wajib Auto-Aktif, Jangan Tunggu Telepon Bupati
Bupati Djoni Alamsyah menegaskan, penanganan harus gerak cepat.
“Kita harus memastikan ada kebakaran kita harus gerak cepat dan tidak bisa bertanya-tanya, karena beberapa kejadian penggeraknya Bupati, telepon ke Bupati, seharusnya kita auto aktif, harus cepat dan tanggap,” ujarnya.
2. Bentuk Zonasi dan Satgas Gabungan Usulan dari Polres Belitung dan Brimob disepakati. Akan dibentuk zonasi tanggung jawab penanganan Karhutla per instansi, grup WhatsApp siaga, dan Satgas gabungan. Pola preemtif, preventif lewat patroli gabungan, hingga penindakan akan diperkuat.
Batalyon B Pelopor Satbrimob juga siap memodifikasi 2 unit Water Canon berkapasitas 5.000 liter untuk membantu pemadaman, meski sejatinya untuk pengendalian huru-hara. Water Canon juga siap untuk distribusi air bersih radius 10 KM dari Mako.
Polres Belitung juga siap mendukung penuh meski hanya memiliki Water Canon.
3. Apel Siaga dan Doa Bersama
Dalam waktu dekat akan digelar Apel Siaga Karhutla agar semua instansi kompak dan bahu-membahu. Selain upaya fisik, akan digelar doa bersama atau Shalat Istisqa’ memohon hujan.
4. Selamatkan Anggaran Lewat BTT
Kepala BPKAD, Siska Priorita, menyatakan kebutuhan BPBD akan dipetakan dan diusulkan dalam APBD Perubahan 2026 melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Bupati meminta agar penggunaan BTT segera ditelaah dan dipastikan tidak bertentangan dengan hukum, karena penanganan tidak bisa menunggu. “Pesan saya jangan sampai keterbatasan ini jadi penghambat penanganan Karhutla,” pungkas Bupati.
Rapat yang berlangsung hingga pukul 13.33 WIB ini berjalan tertib dan lancar. Sinergi lintas instansi kini menjadi kunci agar Belitung tidak semakin terkepung api dan krisis air bersih.
(HINETWORK)
- Penulis: Iswandi
- Editor: Redaksi HITVBERITA.COM
- Sumber: Sulisman





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.