Jumat, 2 Okt 2026
light_mode

Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri, Masuk Istana

  • account_circle Ical Syamsudin, S.Sos, SH.
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Suyudi Ario Seto Ambil Alih Komando Polri, Listyo Dipercaya Memimpin KSP

Creeping a Silent Coup or Retooling Strategy?

Oleh: Ical Syamsudin, S.Sos, SH.
Direktur Eksekutif LBH Jaringan Rakyat

PERGANTIAN pucuk pimpinan Polri memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memimpin Polri sejak 2021. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Dalam kesempatan yang sama, Suyudi juga mendapat kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi.

Namun, ada satu hal yang membuat pergantian ini menarik untuk dicermati. Listyo Sigit tidak meninggalkan lingkar pemerintahan. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Pengangkatan Listyo sebagai KSP didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026.

Dengan demikian, terjadi perubahan posisi yang cukup signifikan: komando institusi kepolisian berpindah kepada Suyudi, sementara Listyo bergeser ke pusat koordinasi pemerintahan di lingkungan Istana.

Di sinilah pertanyaan publik menjadi relevan.

Apakah perubahan tersebut semata-mata merupakan proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri? Ataukah terdapat agenda yang lebih luas berupa reposisi strategis pemerintahan?

Pertanyaan semacam itu sah diajukan. Namun, jawabannya tidak boleh dibangun dari spekulasi.

Dari Tribrata ke Istana

SECARA kelembagaan, Kapolri dan Kepala Staf Kepresidenan memiliki mandat yang berbeda. Kapolri memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia, sedangkan KSP membantu Presiden dalam pengendalian program prioritas, komunikasi politik pemerintahan, serta koordinasi penyelesaian berbagai persoalan strategis.

Karena itu, perpindahan Listyo ke KSP tidak dengan sendirinya dapat dimaknai bahwa ia masih mengendalikan Polri dari Istana.

Justru batas kewenangan kelembagaan harus menjadi pijakan pertama dalam membaca perubahan tersebut.

Suyudi kini memegang komando Polri. Listyo menjalankan mandat baru sebagai KSP.

Dua jabatan, dua fungsi, dan dua ruang kerja yang berbeda.

Karena itu pula, tudingan bahwa perpindahan Listyo merupakan bagian dari skenario tertentu membutuhkan bukti yang lebih konkret. Tanpa bukti, dugaan tetaplah dugaan.

Namun, pada saat yang sama, publik juga memiliki alasan untuk mengamati secara kritis mengapa seorang mantan Kapolri ditempatkan pada posisi strategis di lingkungan kepresidenan.

Sebab, jabatan KSP bukan sekadar perpindahan administratif. Posisi tersebut berada dekat dengan pusat pengambilan dan koordinasi kebijakan Presiden.

Di titik inilah pengalaman Listyo sebagai mantan Kapolri menjadi relevan untuk dilihat bukan dari siapa yang menang atau kalah dalam pergantian jabatan, melainkan dari mandat apa yang akan dijalankannya.

Suyudi dan Babak Baru Polri

DI SISI lain, Suyudi bukan figur yang muncul tanpa pengalaman di lingkungan penegakan hukum.

Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan memiliki pengalaman panjang dalam struktur kepolisian.

Setelah dilantik, Suyudi menyatakan akan melakukan konsolidasi internal dan mengevaluasi program yang telah berjalan. Program yang dinilai baik akan dilanjutkan, sedangkan hal-hal yang masih perlu diperbaiki akan menjadi bagian dari pembenahan.

Pernyataan tersebut penting karena pergantian Kapolri tidak hanya menyangkut pergantian figur. Ada ekspektasi publik terhadap arah baru institusi.

Apakah Suyudi akan mempertahankan kebijakan yang telah dibangun Listyo? Apakah akan melakukan koreksi terhadap sejumlah pendekatan? Atau justru menawarkan prioritas baru?

Jawabannya akan terlihat dari kebijakan konkret, bukan dari retorika saat pelantikan.

Antara Regenerasi dan Reposisi

Pergantian pucuk pimpinan Polri selalu memiliki dimensi kelembagaan sekaligus politik pemerintahan. Namun, keduanya tidak boleh dicampuradukkan tanpa dasar.

Pemberhentian Listyo dari jabatan Kapolri dan pengangkatannya sebagai KSP menunjukkan bahwa Presiden memilih tetap memanfaatkan pengalaman Listyo dalam struktur pemerintahan.

Apa pertimbangan strategis di balik pilihan tersebut?

Itulah pertanyaan yang belum dapat dijawab secara pasti.

Bisa saja ini merupakan bentuk regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri sekaligus pemanfaatan pengalaman seorang mantan Kapolri di lingkungan kepresidenan.

Bisa pula dibaca sebagai reposisi strategis untuk memperkuat koordinasi pemerintahan.

Tetapi, sekali lagi, kedua tafsir tersebut masih berada pada wilayah analisis.

Belum tersedia cukup dasar untuk menyebutnya sebagai bukti adanya operasi politik tersembunyi, apalagi menyimpulkan bahwa terjadi upaya mengambil alih kekuasaan secara diam-diam.

Dalam demokrasi, dugaan harus diuji dengan fakta.

Menunggu Kerja, Bukan Spekulasi

PADA akhirnya, publik tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang siapa menggantikan siapa. Publik membutuhkan jawaban tentang apa yang akan berubah setelah pergantian itu.

Di Polri, ukuran utamanya adalah bagaimana Suyudi menjalankan kepemimpinan: penegakan hukum, pelayanan publik, profesionalisme anggota, reformasi internal, serta hubungan institusi dengan masyarakat.

Sementara di Kantor Staf Kepresidenan, ukuran Listyo akan terlihat dari bagaimana ia membantu Presiden mengawal agenda pemerintahan, mengoordinasikan persoalan lintas lembaga, dan memastikan kebijakan strategis berjalan sebagaimana mestinya.

Dengan demikian, pergantian ini bukan sekadar cerita tentang “Listyo diganti”.

Faktanya, Suyudi mengambil alih komando Polri, sementara Listyo berpindah ke posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah makna strategis di balik konfigurasi baru tersebut.

Apakah ini sekadar regenerasi?

Apakah perubahan arah kepemimpinan?

Ataukah bagian dari reposisi strategis pemerintahan?

Untuk sementara, ketiganya masih merupakan kemungkinan analitis, bukan kesimpulan faktual.

Karena itu, publik sebaiknya tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan.

Biarkan waktu, kebijakan, keputusan, dan kerja nyata yang menjawabnya.

Sebab dalam pemerintahan, ukuran paling objektif dari sebuah perubahan bukanlah siapa yang duduk di kursi mana, melainkan apa yang kemudian berubah bagi institusi dan masyarakat.(*/)

Penulis adalah pemerhati kebijakan publik, salah satu pengurus inti MIO Indonesia, serta Direktur Eksekutif LBH Jaringan Rakyat (LBH-JARAK).

  • Penulis: Ical Syamsudin, S.Sos, SH.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Purwakarta Gelar Bazar Ramadhan 2025 untuk Ringankan Beban Masyarakat

    Pemkab Purwakarta Gelar Bazar Ramadhan 2025 untuk Ringankan Beban Masyarakat

    • 2Komentar

    Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional cenderung mengalami kenaikan. Untuk mengatasi hal ini dan meringankan beban masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menggelar Bazar Ramadhan yang akan diselenggarakan di beberapa titik di wilayah Purwakarta. HITVBERITA.COM | Purwakarta– Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, menjelaskan bahwa Bazar Ramadhan ini bertujuan untuk menyediakan […]

  • 619 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Menumbing 2024 Hari Ke-11

    619 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Menumbing 2024 Hari Ke-11

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL, Polda Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Kapusdalopsda Operasi Patuh Menumbing 2024 Kompol Febri Surya Wardhana menyebutkan 619 pelanggar lalu lintas terjaring pada hari ke 11 Operasi Patuh Menumbing 2024. “Di hari ke 11 ini ada 619 pelanggar dengan rincian 286 terjaring melalui Etle, 108 pelanggar tilang manual dan 225 pelanggar diberikan tindakan […]

  • Sambut HUT Humas Polri ke-73, Polres Purwakarta Gelar Aksi Donor Darah

    Sambut HUT Humas Polri ke-73, Polres Purwakarta Gelar Aksi Donor Darah

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-73, Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat menggelar aksi donor darah di Aula Tatag Trawang Tungga, Mapolres Purwakarta, pada Selasa 29 Oktober 2024. Kegiatan aksi sosial yang diprakarsai Humas Polres Purwakarta, dan berkolaborasi dengan PMI tersebut bertujuan untuk meningkatkan solidaritas serta menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. […]

  • Pengamat Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG

    Pengamat Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG

    • 0Komentar

    Pengamat kebijakan publik dan anggaran, Ratama Saragih, SH, CCF, mendesak Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi (MBG). Selain itu Ratama juga meminta semua pihak yang disebut dalam aduan agar diperiksa! JAKARTA, HITV – Desakan tersebut muncul setelah adanya pengaduan yang disampaikan Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya kepada Kejaksaan Agung. […]

  • Penghitungan Suara Pilkada Jakarta, Pramono-Rano Unggul Sementara!

    Penghitungan Suara Pilkada Jakarta, Pramono-Rano Unggul Sementara!

    • 0Komentar

    Hingga saat ini, proses penghitungan suara Pilkada Gubernur Jakarta masih berlangsung di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Berdasarkan pantauan tim awak media, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono – Rano, masih unggul sementara dalam hasil penghitungan suara. (Dok/Foto/R.Adyt) HITVBERITA.COM | JAKARTA – Meskipun hasil sementara menunjukkan keunggulan Pramono – Rano, calon Gubernur Ridwan […]

  • Pelayanan Publik Keliling Pemkab Purwakarta, Disambut Antusias Ribuan Warga Cisalada!

    Pelayanan Publik Keliling Pemkab Purwakarta, Disambut Antusias Ribuan Warga Cisalada!

    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein pantau langsung pelayanan publik keliling di Desa Cisalada. (Dok/Foto/Rafa) Reporter: Raffa Christ Manalu Suasana Lapangan Desa Cisalada, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, tampak semarak, Selasa (24/6/2025). Ribuan warga tampak antusias mengikuti kegiatan pelayanan publik keliling yang digagas Pemerintah Kabupaten Purwakarta. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Pelayanan publik keliling tersebut dipimpin langsung oleh Bupati […]

expand_less