Senin, 2 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar: Tidak Ada Politisasi Hukum, Dalam Penanganan Kasus Yang Menjerat Tom Lembong

Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar: Tidak Ada Politisasi Hukum, Dalam Penanganan Kasus Yang Menjerat Tom Lembong

  • account_circle
  • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
  • visibility 45
  • print Cetak

HiTvBerita.com | Jakarta – Kapuspenkum Kejagung Harlli Siregar mengatakan bahwa tidak ada sama sekali Politisasi Hukum dalam penangan Kasus Impor Gula, yang menjerat Mantan Menteri Perdagangan Periode 2015-2016 Tom Lembong.

Hal ini disampaikannya kepada para Wartawan di Kantor Kejagung kemarin tanggal 30 Oktober 2024.

“Untuk diketahui, dalam penangan perkara terkait Importasi Gula tahun 2015-2016, sekali lagi saya katakan bahwa disini tidak ada Politisasi Hukum, melainkan murni penegakkan hukum,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sudah ditemukan dari setidaknya dua alat bukti, maka kasus tersebut dianggap sudah clear.

“Sdr TTL dijadikan tersangka, setelah sebelumnya telah diperiksa sebanyak 3 kali sebagai Saksi sejak Oktober 2013 lalu, dan kini Kejagung telah menemukan bukti permulaan yang cukup, dan kemudian menaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka,” ucapnya.

Dijelaskannya, bahwa kasus Import Gula ini, telah mulai diselediki sejak setahun yang lalu.

“Setiap penanganan perkara, ada karakteristik yang berbeda, dan itu tidak bisa disamakan antara satu perkara dengan perkara yang lain, dan dalam Kasus Import Gula ini, Penyidik dalam hal ini Kejagung, telah bekerja selama kurun waktu setahun tersebut, kita terus mendalami kasus ini, dan semua bukti yang diperoleh penyidik, juga dianalisis dan diintegrasikan, hingga menemukan bukti permulaan yang cukup,” ujarnya.

Dalam kasus Impor Gula tahun 2015-2016 ini, baru menjerat dua tersangka yakni Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong selaku Menteri Perdagangan 2015-2016, dan Charles Sitorus, selaku Mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI).

Sebagai informasi, saat tahun 2016 tersebut, Indonesia mengalami kekurangan Stok GKP atau Gula yang dapat dikonsumsi langsung, seharusnya GKP ini, bisa dilakukan Import oleh BUMN, bukan Kementerian Perdagangan, namun saat itu Tom Lembong sebagai Menteri Perdagangan malah memberikan izin kepada sembilan Perusahaan-Perusahaan Swasta untuk mengimport GKM (Gula Kristal Mentah), yang kemudian di olah menjadi GKP.

“Seharusnya untuk pemenuhan stok dan stabilitas harga, yang di Import itu adalah GKP atau Gula yang siap pakai secara langsung, dan bukan Gula yang masih mentah, dan masih perlu diolah, akibatnya perusahaan tersebut menjual Gula yang telah di proses/diolah itu dengan harga tiga ribu rupiah lebih tinggi dari Harga eceran, dan diduga PT PPI mendapatkan Fee sebesar Rp 105/Kg, dari penjualan Gula tersebut, dan akibat perbuatan itu, maka kerugian negara yang ditimbulkan senilai kurang lebih 400 Milyar rupiah,” ujar Harlli. (tr) 

 

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantauan Arus Mudik Jalur Selatan Banyumas Surabaya Padat Merayap

    Pantauan Arus Mudik Jalur Selatan Banyumas Surabaya Padat Merayap

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Arus mudik di jalur selatan : Banyumas menuju Yogyakarta dan Jawa Timur mulai padat. Kepadatan terjadi di perempatan Buntu, Kemranjen, yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah. HITVBerita.com | Banyumas – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, arus kendaraan di jalur selatan Banyumas menuju Yogyakarta dan Jawa Timur mulai mengalami peningkatan volume kendaraan. […]

  • Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 11 Kota Depok, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2023 menjadi sorotan. Sejumlah alokasi dana dinilai tidak proporsional dan kurang menyentuh kegiatan yang langsung berdampak pada siswa. Hingga akhir Juli 2025, laporan penggunaan dana BOS tahun 2024 pun belum tersedia untuk publik. HITVBERITA.COM | Depok […]

  • Bhabinkamtibmas Kawal Distribusi Bantuan Pangan: 20 Kg Beras untuk 105 Warga Kelurahan Raya

    Bhabinkamtibmas Kawal Distribusi Bantuan Pangan: 20 Kg Beras untuk 105 Warga Kelurahan Raya

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

      SEBAGAI bentuk nyata kepedulian terhadap ketahanan pangan masyarakat, Bripda Rizki Adrian Prasetya selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Raya, turut serta mendampingi kegiatan penyaluran bantuan pangan kepada warga penerima manfaat di Gedung Junjung Mupakat, Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Jumat (25/7/2025). Penulis: Ruslan LGA HITVBERITA.COM | Lingga – Kegiatan ini merupakan program dari Dinas Ketahanan […]

  • Kelompok Ternak Kandang Sapi Milenial Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Pupuk Organik Berkualitas!

    Kelompok Ternak Kandang Sapi Milenial Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Pupuk Organik Berkualitas!

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Kelompok ternak Kandang Sapi Milenial (KSM) di Desa Sumbersari, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, telah berhasil mengembangkan pengolahan kotoran hewan domba menjadi pupuk organik berkualitas. (Dok/Foto/Raffa) HITVberita.COM | PURWAKARTA – Proses pengembangan pupuk organik yang dilakukan Kelompok ternak KSM tersebut, melibatkan sejumlah anggota yang bekerja di bawah kepemimpinan A. Dani selaku Ketua KSM, dibantu Deni menjabat […]

  • Diduga Selingkuh Kades Kambangan Batang Di Grebek Warga

    Diduga Selingkuh Kades Kambangan Batang Di Grebek Warga

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Penulis : Hadi Lempe Malam masih menyisakan kehangatan pada jiwa yang terbakar birahi. Pasangan selingkuh diam – diam mencuri keheningan, tak di sadari aroma perselingkuhanya tercium oleh banyak curiga. Tepat saat waktu bergerak, teriakan dan gedoran pintu mengejutkan. Pada akhirnya terkuak peristiwa perselingkujan Kepala Desa dengan perempuan bersuami. Penggrebekan warga setempat mengurung pasangan selingkuh tak […]

expand_less