AKBP Anom Danujaya Temui Mahasiswa Saat Unjuk Rasa di Mapolres Purwakarta
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- visibility 17
- print Cetak

AKBP Anom Danujaya temui langsung menemui mahasiswa saat berunjuk rasa di Mapolres Purwakarta. (Foto/Raffa/HiTv)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya turun langsung menemui puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Mapolres Purwakarta, Senin sore (1/9/2025).
HITVBERITA.COM | Purwakarta – Dengan humanis, Pria yang akrab di sapa Anom ini menemui peserta aksi dan mengajak dialog langsung dengan para mahasiswa, serta siap untuk ditemui jika ada hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut.
Aksi yang berlangsung sejak siang itu, Kapolres memastikan aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan di tingkat Polda Jabar hingga Mabes Polri.
“Kami mendengar, memahami, dan siap menyampaikan aspirasi rekan-rekan mahasiswa,” kata AKBP Anom, dihadapan peserta aksi.
Anom juga menegaskan, bahwa setiap aksi unjuk rasa merupakan tugas kepolisian untuk pengamanan sesuai SOP dan Humanis. Ia juga berkomitmen untuk mendukung kritik dan masukan terhadap institusi kepolisian, termasuk di Polres Purwakarta.
Kapolres menegaskan, Polres Purwakarta selalu terbuka terhadap penyampaian pendapat. Pihaknya merasa pentingnya menjaga kondusivitas dalam setiap aksi dan tentunya dengan sikap yang humanis.
“Polri selalu terbuka untuk berdiskusi dan mendengarkan. Kami juga berharap aksi-aksi seperti ini bisa tetap damai sehingga pesan tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan gesekan,” tegasnya.
Kapolres menyebut, bahwa mahasiswa merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihaknya juga percaya mahasiswa adalah bagian penting dari pembangunan daerah. Polres Purwakarta siap bersinergi untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban bersama.
“Alhamdulillah, aksi hari ini berlangsung aman dan tertib. Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang menyampaikan pendapat dengan damai,” tandasnya.
Diketahui, aksi puluhan mahasiswa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan lembaga negara yang dinilai merugikan rakyat.
Puluhan mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa PMII, GMNI, Hina Persis, DEMA STAI Al-Muhajirin, BEM STT Wastukencana, BEM Universitas Kartamulya dan BEM IT Al-Muhajirin.
Para peserta aksi bergantian menyampaikan orasi sambil membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan. Mereka menyerukan reformasi total Kepolisian RI dan DPR.
Gerakan mahasiswa di Kabupaten Purwakarta ini menjadi bagian dari gelombang protes nasional yang menyoroti sikap aparat terhadap masyarakat sipil.
Para aktivis menegaskan, aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, melainkan peringatan bahwa keadilan harus hadir bagi seluruh rakyat. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar