Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Aktivis Beni Sitepu Sindir Pejabat Pemkot Bogor soal Kehadiran di APEKSI 2025

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • print Cetak

BOGOR | HITV – Aktivis Kota Bogor, Beni Sitepu, mengkritik kehadiran sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang digelar di Paradise Hall Hotel, Lampung, pada 19–20 Desember 2025. Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Beni, partisipasi pejabat Pemkot Bogor dalam forum nasional itu tidak sejalan dengan kondisi daerah yang masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti masalah sampah, banjir tahunan, lemahnya pelayanan publik, serta tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD).

“Ketika hasilnya tidak jelas, tidak terukur, dan tidak berdampak langsung bagi warga, penggunaan APBD untuk kegiatan seperti ini patut diduga sebagai pemborosan,” kata Beni kepada HITV, Jumat (19/12/2025).

Ia menilai forum APEKSI kerap dijadikan ruang aman bagi birokrasi untuk menghabiskan anggaran perjalanan dinas, mulai dari biaya transportasi, penginapan hotel berbintang, uang harian, hingga biaya representasi, tanpa pertanggungjawaban yang transparan kepada publik.

Beni juga menyoroti belum adanya keterbukaan informasi dari Pemerintah Kota Bogor mengenai jumlah pejabat yang berangkat, total anggaran yang dikeluarkan, serta hasil konkret yang diperoleh dari keikutsertaan dalam forum tersebut. Absennya laporan resmi kepada publik, kata dia, memperkuat dugaan bahwa kegiatan APEKSI lebih bersifat konsumtif ketimbang strategis.

“Jika APBD digunakan untuk kegiatan yang manfaatnya tidak bisa dijelaskan kepada rakyat, itu bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan kegagalan moral dalam mengelola uang publik,” ujarnya.

Ia menilai pola serupa berpotensi menjadi praktik pemborosan anggaran yang sistemik. Forum-forum nasional, kata Beni, kerap dijadikan pembenaran formal, sementara urgensi dan efektivitasnya tidak pernah diuji secara jujur. Akibatnya, APBD terkuras untuk kegiatan seremonial, sementara pelayanan publik di daerah tidak mengalami perbaikan signifikan.

Beni mendesak DPRD Kota Bogor dan Inspektorat Daerah untuk melakukan audit serta evaluasi terbuka terhadap seluruh pembiayaan keikutsertaan pejabat Pemkot Bogor dalam APEKSI. Menurutnya, publik berhak mengetahui apakah uang daerah benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“APBD bukan dana rekreasi pejabat. Selama masih ada masalah di Kota Bogor, setiap rupiah yang dibelanjakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara logis, etis, dan terbuka kepada publik,” pungkasnya. (tr)

  • Penulis: Erwin Lubis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Tito Lantik Pj. Gubernur Aceh dan Kepulauan Babel

    Mendagri Tito Lantik Pj. Gubernur Aceh dan Kepulauan Babel

    • 0Komentar

    HiTVBerita.Com | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik Safrizal ZA sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh dan Sugito sebagai Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pelantikan ini berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (22/8/2024). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 95/P Tahun […]

  • Resmob Polres Karimun Amankan  Pelaku Pencurian di 50 TKP

    Resmob Polres Karimun Amankan  Pelaku Pencurian di 50 TKP

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Karimun – Polres Karimun berhasil mengungkap kasus pencurian uang tunai Rp9 juta yang dialami penghuni Kosan Laixing, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing. Korban melaporkan kehilangan uang setelah rekaman CCTV menunjukkan seorang pria tak dikenal masuk ke dalam kamar. Barang-barang yang kerap dicuri meliputi tabung gas, uang tunai, besi bekas, kompor, kabel, gerobak, mesin air, […]

  • Kericuhan DPRD Cilacap: 31 Tersangka, Gedung dan Fasilitas Polisi Hangus, Kerugian Rp6,5 Miliar

    Kericuhan DPRD Cilacap: 31 Tersangka, Gedung dan Fasilitas Polisi Hangus, Kerugian Rp6,5 Miliar

    • 0Komentar

    Penulis: M. Ikrom ‎Editor: Hadi Lempe Polresta Cilacap menetapkan 31 orang sebagai tersangka paska kericuhan dan pembakaran Gedung DPRD Kabupaten Cilacap, Sabtu (30/8/2025). Aksi anarkis itu menimbulkan kerugian hingga Rp6,5 miliar, mencakup kerusakan gedung DPRD dan sejumlah kendaraan dinas kepolisian. ‎HITVBERITA.COM | Cilacap — Kapolresta Cilacap Kombes (Pol) Budi Adhy Buono mengatakan, dari 31 tersangka, […]

  • PJ Bupati Bojonegoro, Buka Pekan Olah Raga Kabupeten Tahun 2024

    PJ Bupati Bojonegoro, Buka Pekan Olah Raga Kabupeten Tahun 2024

    • 0Komentar

    HITV Berita.Com | Jakarta – PORKAB  Kabupaten Bojonegoro, dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto tanggal 23 Agustus 2024 di Alun Alun Kabupaten Bojonegoro. Opening Ceremony ditandai dengan Penekanan tombol sirene oleh Pj Bupati Adrianto didampingi oleh Jajaran KONI Kabupaten Bojonegoro. Pekan Olah Raga Kabupaten Bojonegoro ini, akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 […]

  • Aksi Driver Online di Hang Nadim, Grab Batam Absen Hadir

    Aksi Driver Online di Hang Nadim, Grab Batam Absen Hadir

    • 0Komentar

    Penulis: S. Hrp Ratusan pengemudi transportasi daring mengepung Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (23/8/2025). Mereka memprotes ;,9-dugaan praktik semena-mena pihak Grab di area bandara. HITVBERITA.COM | Batam — Aksi itu dipicu insiden sehari sebelumnya, ketika seorang dispatcher Grab disebut membatalkan pesanan langsung dari ponsel penumpang. Peristiwa tersebut dianggap merugikan dan memicu kemarahan pengemudi. “Orderan pelanggan […]

expand_less