Bersinergi dengan Dinas Kehutanan Jabar, Bupati Purwakarta Tanam 1.000 Pohon di Leuweung Tiis
- account_circle
- calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein. (Dok/Foto/Raffa)
Menjaga kelestarian hutan adalah salah satu langkah kunci dalam upaya konservasi sumber daya air yang sangat berharga. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, memahami betul pentingnya peran hutan dalam kelangsungan hidup masyarakat. Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, Om Zein bersama jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melakukan penanaman seribu pohon di kawasan Agroforestry Leuweung Tiis, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu, 15 Maret 2025.
HITVBERITA.COM | Purwakarta – Bupati Purwakarta menegaskan bahwa keberlanjutan sumber air bersih sangat bergantung pada kelestarian hutan.
Dijelaskannya bahwa konservasi hutan tersebut, memiliki hubungan yang erat dengan ketersediaan air bersih yang menjadi hak setiap generasi.
“Hutan berperan vital dalam siklus hidrologi. Dengan menjaga kelestarian hutan, kita juga memastikan tersedianya air bersih yang cukup dan berkelanjutan untuk masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hutan memainkan peranan penting dalam mengatur siklus cuaca, mempengaruhi curah hujan, serta aliran air tanah. Oleh karena itu, menjaga hutan adalah tanggung jawab kita bersama, baik untuk kebutuhan saat ini maupun untuk generasi mendatang.
Dalam kesempatan ini, Bupati Purwakarta juga menyampaikan bahwa Pemkab Purwakarta menerima bibit pohon dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.
“Saat ini kita membutuhkan bibit pohon untuk dikembangkan di Leuweung Tiis, yang luasnya sekitar 11 hektar. Di bawah kawasan ini terdapat sumber air yang menjadi bahan baku PDAM Purwakarta, sehingga kawasan ini harus dilestarikan,” jelas Om Zein.
Om Zein menegaskan bahwa meskipun warga boleh memanfaatkan hasil hutan seperti buah dan daun, penebangan pohon tetap dilarang. “Kita boleh memanfaatkan hasil alam, tetapi kita harus menjaga kelestarian hutan dengan tidak menebang pohonnya,” tambahnya.
Sebagai langkah selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana membangun hutan kota di Kecamatan Babakancikao, tepatnya di Desa Ciwareng.
“Beberapa masalah yang kita hadapi seperti banjir saat musim hujan, atau kekeringan dan kebakaran pada musim panas, disebabkan oleh rusaknya ekosistem hutan. Solusinya adalah dengan menanam lebih banyak pohon untuk menghijaukan Purwakarta,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, mengapresiasi langkah konkret yang diambil oleh Bupati Purwakarta dalam upaya pelestarian sumber air.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Bupati Purwakarta berkoordinasi dengan kami untuk menghutankan lahan kritis, ini adalah langkah luar biasa,” ujarnya.
Dodit juga memastikan bahwa usulan terkait status hutan di Leuweung Tiis akan terus dipantau dan didorong untuk ditetapkan sebagai kawasan hutan oleh kementerian terkait.
“Usulan status hutan ini akan kami kawal, agar kawasan ini dapat ditetapkan sebagai hutan yang dilindungi,” pungkasnya.
(HI/Network)
Pewarta: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS Prayogie
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar