Cegah dan Pulihkan: Yayasan Cakra Sehati Gelar Rehabilitasi Gratis dan Edukasi Narkoba di Jagakarsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Reporter: Bae Bahthy
Editor: AYS
Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni 2025, Yayasan Cakra Sehati menggelar serangkaian kegiatan rehabilitasi dan edukasi narkoba bagi masyarakat, khususnya warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.
HITVBERITA.COM | Jakarta — Kegiatan ini tidak hanya menyasar penyintas penyalahgunaan narkotika, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan zat terlarang di lingkungan sekolah serta komunitas lokal.
Salah satu kegiatan utama yang diselenggarakan adalah program rehabilitasi gratis, yang mencakup tes urine, sesi konseling, serta layanan rawat jalan.
Program ini ditujukan khusus bagi 100 warga pertama ber-KTP Jagakarsa yang mendaftar, dan dilaksanakan sepanjang 4 hingga 30 Juni 2025.
“Program ini merupakan bentuk nyata keterlibatan masyarakat sipil dalam mendukung pemberantasan narkoba, terutama di tingkat komunitas. Kami ingin hadir sebagai jembatan pemulihan bagi mereka yang terjerat, sekaligus sebagai pengingat bahwa setiap individu layak mendapat kesempatan kedua,” ujar Wilis Wulandari, Ketua Yayasan Cakra Sehati, dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Wilis menambahkan, melalui layanan rehabilitasi gratis ini, pihaknya berharap para penyintas dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih bermartabat, tanpa stigma, serta memperoleh pendampingan yang layak untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.
SELAIN program rehabilitasi, Yayasan Cakra Sehati juga aktif menyasar generasi muda melalui penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah.
Dengan mengusung tema “Satukan Tekad, Wujudkan Sekolah Bersih dari Narkoba,” penyuluhan ini dilakukan secara bergilir di sejumlah SMP dan SMA di kawasan Jakarta Selatan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, serta membentuk lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari pengaruh zat adiktif. Dalam pelaksanaannya, penyuluhan melibatkan psikolog, mantan penyintas, serta aparat kepolisian sebagai narasumber.
“Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjauhkan narkoba dari anak-anak dan remaja. Karena itu, edukasi di sekolah menjadi sangat penting agar mereka memiliki pemahaman dan ketahanan diri yang kuat,” ujar Wilis.

Foto Bersama: KBP. Bambang Yudhistira S.Sos., M.Si (Kepala BNN Kota Jakarta Selatan), Wilis Wulandari (Ketua Yayasan Cakra Sehati), Novri Rozzak (Wakil Ketua Yayasan), Dio Bayusri (Sekretaris Yayasan), Andi Febriyanti (Bendahara Yayasan), beserta seluruh staff Cakra Sehati. (Dok/Foto/NR)
PROGRAM ini terbuka untuk umum, dan masyarakat yang ingin mengikuti layanan rehabilitasi dapat mendaftar langsung di sekretariat Yayasan Cakra Sehati, yang berlokasi di wilayah Jagakarsa. Informasi pendaftaran dan jadwal layanan juga disediakan melalui kanal resmi yayasan.
Dengan memadukan pendekatan preventif dan kuratif Yayasan Cakra Sehati berharap kegiatan ini dapat menjadi kontribusi konkret dalam menyongsong Indonesia yang lebih bersih dari narkoba.
Sejatinya momentum HANI 2025 penting untuk dijadikan sebagai ajakan kolektif bagi seluruh elemen bangsa, guna bersatu padu dalam upaya memerangi bahaya laten narkotika. (*/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar