Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Cegah Kekerasan di Sekolah, GPIB Gelar Penyuluhan di SMPN 167 Jaktim

Cegah Kekerasan di Sekolah, GPIB Gelar Penyuluhan di SMPN 167 Jaktim

  • account_circle S. Erfan Nurali
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA TIMUR | HITV – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow Penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, Komplek PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini menyasar siswa kelas VII–VIII serta perwakilan OSIS dan MPK, sebagai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.

Roadshow ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, yang menggantikan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015. Regulasi tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, S.Psi(mewakili Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur), Kepala SMPN 167 Tumeri, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, Ketua DPW GPIB DKI Jakarta Dandy Chaprianto H., Ketua Komite Sekolah Arief R, serta jajaran pengurus GPIB dan Komite Sekolah.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 mengatur upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban kekerasan, termasuk kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi, beserta mekanisme penindakannya.

Roadshow PABK bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya kekerasan, memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, serta memberdayakan siswa sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah siswa, di antaranya Shasa Angelica (VIII G) dan Catur Pamungkas (VIII B), mengajukan pertanyaan terkait hubungan kepribadian introvert dengan bullying serta upaya penanganannya di Indonesia.

Sebagai langkah pencegahan, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelaporan, tetapi juga untuk memantau kondisi suasana hati siswa yang akan langsung terhubung dengan guru Bimbingan Konseling jika terdeteksi adanya masalah.

“Alhamdulillah, SMPN 167 mendapat tamu luar biasa yang sejalan dengan tujuan pendidikan kami. Anak-anak mendapatkan pemahaman langsung tentang bullying,” ujar Kepala Sekolah Tumeri.

Ia menambahkan, sistem pengaduan tersebut diharapkan mampu mendeteksi permasalahan sejak dini sehingga kekerasan dan kenakalan siswa dapat ditekan, serta menciptakan rasa aman dalam proses belajar.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang menyampaikan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh wilayah Jakarta dan dikembangkan ke daerah lain.

“Tujuannya menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman, serta mengurangi dampak bullying dan kekerasan yang marak di media sosial,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa GPIB merupakan organisasi pemerhati pendidikan yang menaungi lebih dari 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Pada periode Desember – Januari lalu, GPIB meraih peringkat pertama Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, sebagai bentuk komitmen mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik. (tr)

  • Penulis: S. Erfan Nurali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less