Dari Godong ke Jakarta
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

“Bos Gembel”, perantau yang sukses bangun kerajaan vulkanisir Ban
Oleh: AYS Prayogie
Siang itu, suasana bengkel vulkanisir ban di Jalan Brigif, Jagakarsa, Depok, tampak riuh. Beberapa pekerja sibuk menata ban yang baru selesai diproses. Di sudut lain, seorang pria berkaus sederhana menyambut tamu dengan senyum lebar. Dialah “Bos Gembel”, panggilan akrab yang justru menjadi merek dirinya.
MESKI menyandang status pengusaha sukses, ia tetap memilih tampil sederhana. “Kalau tidak begini, saya malah merasa aneh,” katanya sambil terkekeh. Julukan “Bos Gembel” awalnya bernada guyon, namun kini menjadi simbol keakraban antara dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Merantau dengan Bekal Kejujuran
Perjalanan panjangnya bermula dua dekade silam. Pada 2003, di usia 15 tahun, ia meninggalkan kampung halaman di Godong, Jawa Tengah, menuju Jakarta. “Saya dulu kerja jadi pembantu tambal ban milik orang Medan di Jakarta Selatan,” tuturnya mengenang.
Hidupnya kala itu jauh dari kata mudah. Semua pekerjaan kasar ia jalani tanpa mengeluh. Hanya satu pesan orangtuanya yang selalu ia pegang erat: jujur. “Kalau mau makan enak, ya kerja jujur. Itu pesan bapak saya,” ujarnya pelan.
Dari situlah pintu rezeki terbuka. Perlahan ia dipercaya untuk mengelola usaha kecil. Dengan ketekunan, bengkel sederhana itu berkembang menjadi usaha vulkanisir ban yang kini dikenal luas di berbagai daerah.
Jejak di Kampung Halaman
Keberhasilan yang ia raih tidak membuatnya lupa asal-usul. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa buka cabang di Godong, kampung saya sendiri,” katanya. Untuk membuka cabang itu, ia merogoh investasi sekitar Rp 2,5 miliar dan usaha tersebut di kelola oleh putrinya yakni anak kandung paling sulung.
Bagi warga Godong, kehadiran bengkel itu lebih dari sekadar usaha. “Banyak anak muda di sini yang akhirnya punya pekerjaan. Kami bangga ada orang kampung yang bisa sukses di rantau, tapi ingat pulang,” ujar warga setempat yang kini ikut bekerja di cabang tersebut.
Pemimpin yang Membaur
Di bengkel Depok, pekerja menyebut bos mereka bukan hanya pemimpin, tetapi juga kawan. “Kalau ada masalah, beliau selalu terbuka. Bahkan kalau ada yang butuh bantuan pribadi, sering dibantu,” kata salah satu karyawan yang sudah 10 tahun bekerja.
Saat ini, lebih dari 60 orang bergabung di bawah usahanya. Ia pun berencana membeli lahan di Jalan Brigif yang kini status peruntukannya sudah berubah dari zona hijau menjadi zona kuning. “Kalau tidak ada hambatan, insya Allah tahun depan resmi jadi milik saya,” ucapnya dengan nada optimistis.
Kerendahan Hati yang Menular
Kesederhanaannya membuat orang merasa nyaman. Tidak sedikit tamu yang datang bukan untuk urusan bisnis, melainkan sekadar bersilaturahmi atau meminta nasihat.
Julukan “Bos Gembel” mungkin terdengar nyeleneh. Namun, di balik itu tersimpan kisah seorang perantau yang bertahan dengan kejujuran, kerja keras, dan kepedulian. Dari kampung kecil di Jawa Tengah, kini namanya bergema di dunia usaha vulkanisir ban di Indonesia. (///)
Jagakarsa, 9 September 2025
Penulis adalah Wartawan Senior Media Syber, CEO HI-Network, Pemimpin Redaksi Portal Berita Hutvberita.com, Ketua Umum Pimpinan Pusat MIO INDONESIA
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar