Dedi Mulyadi Tegaskan Akan Rombak Penugasan Kepala Sekolah Sesuai Domisili
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung. (Foto/Raffa/HITV)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana merombak penempatan para kepala sekolah SMA dan SMK negeri berbasis domisili. Ia menilai selama ini penugasan kepala sekolah dinilai kurang efektif karena banyak yang ditugaskan jauh dari daerah asalnya.
HITVBERITA.COM | Bandung – Menurut Dedi, kondisi tersebut membuat para kepala sekolah tidak optimal menjalankan tugasnya karena terbebani. Ia berharap dengan kebijakan ini dapat meningkatkan kinerja mereka.
“Penempatan kepala sekolah yang jaraknya jauh dari rumahnya harus dikembalikan ke daerah asal masing-masing,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu para kepala sekolah di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, pada Rabu 20 Agustus 2025.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menyatakan, bahwa perombakan tersebut bukan hanya untuk kepala sekolah saja, melainkan juga untuk guru yang akan dipindahkan ke sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.
Namun, lanjut Sekda, saat ini kebijakan tersebut diprioritaskan untuk kepala sekolah terlebih dahulu. Tentunya, ini tidak mengesampingkan kualitas pendidikan.
“Dalam satu atau dua hari ini kami akan finalisasi untuk memastikan sesuai harapan pak gubernur. Di dekatkan karena memang tidak sesederhana yang dibayangkan,” kata Herman.
“Harapan pak gubernur tentu menjadi pedoman kami, bagaimana kepala sekolah ini di dekatkan dengan kampungnya masing-masing agar lebih optimal,” imbuhnya.
Menurut Herman, perpindahan ini tetap berpedoman pada aturan yang berlaku agar kebijakan ini tidak mempengaruhi kinerja layanan pendidikan di sekolah.
“Dalam praktiknya nanti kita lihat data yang ada di Dinas Pendidikan. Pasti ini tidak akan ideal banget. Makanya tadi didekatkan, tapi tidak harus selalu ideal gitu karena jangan sampai mengorbankan pelayanan pendidikan,” ujarnya. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar