Festival Sangiang Api 2025 Resmi Dibuka, Bupati Bima Dorong Pelestarian Budaya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
- visibility 66
- print Cetak

Ritual tradisional Kareku Kandei, yang menjadi simbol semangat masyarakat dalam merawat tradisi dan kearifan lokal. (Dok/Foto/HITV)
Penulis: SAHBUDIN
Festival Sangiang Api (FSA) 2025 resmi dibuka oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, di kawasan Pantai Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Senin (28/7/2025) pagi. Pembukaan ditandai dengan ritual tradisional *Kareku Kandei*, yang menjadi simbol semangat masyarakat dalam merawat tradisi dan kearifan lokal.
HITVBERITA.COM | Bima — Kegiatan tahunan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, antara lain Ketua Umum Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) Prof. Dr. E.H. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA., Wakapolres Bima Kota Kompol Herman, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bima.
Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Camat Wera dr. H. Sanusi, Sp.OG, tokoh adat, seniman lokal, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Bima menekankan pentingnya festival ini sebagai ajang pelestarian budaya sekaligus promosi pariwisata daerah. Ia menyebut, Sangiang Api bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol kekuatan alam dan spiritualitas masyarakat pesisir.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk mengenalkan potensi wisata alam dan budaya Kabupaten Bima. Sangiang Api adalah simbol kekuatan alam. Melalui festival ini, kita mengajak masyarakat untuk mencintai serta menjaga warisan leluhur kita,” ujar Ady Mahyudi.
Pemkab Bima, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Festival Sangiang Api sebagai agenda pariwisata tahunan. Tahun ini, FSA telah masuk dalam Kalender Event Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan diharapkan dapat masuk dalam kalender event nasional pada 2026.
Sementara itu, Ketua Umum IKRA, Prof. E.H. Muhtar, menjelaskan bahwa Festival Sangiang Api telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Wera. Namun, baru dalam beberapa tahun terakhir event ini diarahkan menuju skala nasional.
“Sejak 2024, kami mulai berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata. Salah satu syarat agar masuk dalam agenda nasional adalah penyelenggaraan yang berkelanjutan selama lima tahun,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan FSA 2025 akan berlangsung selama sepekan, dari 28 Juli hingga 3 Agustus 2025. Kepala Desa Sangiang, A. Rasid, SE, selaku perwakilan panitia, menyampaikan bahwa berbagai atraksi budaya akan ditampilkan, mulai dari pertunjukan seni tradisional Mbojo, lomba perahu, pameran UMKM lokal, kuliner khas Bima, hingga ekspedisi ke Gunung Sangiang, gunung api aktif yang berada di tengah laut.
Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir Bima. (/*/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar