Hasil Uji Laboratorium Bantah Tuduhan, Petani Japung Cirata Gelar Aksi Bersih Waduk
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petani ikan japung di Waduk Cirata saat bersihkan eceng gondok secara gotong royong. (Foto/Fadli/HITV)
Penulis: Fadli Yusda
Petani ikan jaring apung (japung) di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menata harapan setelah hasil uji laboratorium independen memastikan ikan dari waduk tersebut bebas dari kandungan logam berat, termasuk merkuri.
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Sebelumnya, pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menyebut ikan asal Cirata tercemar merkuri sempat memukul telak para petani. Harga ikan anjlok, pasar menolak, dan sejumlah kolam pun terpaksa harus berhenti produksi.
“Begitu pernyataan itu keluar, kami langsung rugi besar. Seharusnya dicek dulu ke lapangan sebelum bicara,” ujar Ketua Kelompok Petani Japung Cirata, Ujang Dakun, Senin (18/8/2025).
Menurut Ujang, para petani berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan pengujian di lembaga independen. Hasilnya menegaskan, ikan hasil budidaya mereka layak konsumsi.
“Hasil laboratorium membuktikan ikan kami bebas logam berat. Tuduhan itu tidak benar,” katanya.
Sebagai ungkapan syukur sekaligus menjaga keberlangsungan usaha, ribuan petani kemudian melakukan aksi sukarela membersihkan eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan waduk. Gulma air itu selama ini menjadi masalah serius karena menghambat akses ke keramba, menurunkan kualitas air, hingga memicu kematian ikan.
Pembersihan dilakukan di sejumlah titik dengan menggunakan mesin pencacah eceng gondok milik perusahaan pakan ikan Anggun Pratama, dibantu perahu-perahu kecil milik warga.
“Pertumbuhan eceng gondok yang masif berdampak langsung pada aktivitas kami. Karena itu, kami gotong royong membersihkan agar waduk tetap sehat dan budidaya ikan bisa berjalan,” ujar Hartono, petani japung lainnya.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa petani Cirata ingin lepas dari stigma pencemaran dan mereka pun akan terus menjaga waduk sebagai sumber penghidupan. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar