Jumat, 26 Jun 2026
light_mode

Ismail IPJI: MBG Jangan Hanya Dikritik, Perlu Dikawal dan Disempurnakan untuk Kepentingan Rakyat

  • account_circle Ruslan
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dinilai sebagai salah satu kebijakan sosial yang paling nyata menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

BATAM, HITV Di tengah berbagai perdebatan dan kritik yang mengiringi pelaksanaannya, Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepri, Ismail Ratusimbangan, mengajak publik melihat program tersebut secara lebih objektif berdasarkan manfaat yang telah dirasakan jutaan anak dan keluarga di Indonesia.

Menurut Ismail, selama hampir satu tahun berjalan, MBG telah menjadi program yang secara langsung memberikan akses pangan bergizi kepada masyarakat, khususnya peserta didik. Karena itu, ia menilai polemik yang muncul seharusnya tidak mengaburkan tujuan utama program tersebut, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Kalau kita melihat substansinya, negara hadir memberikan makan bergizi kepada rakyat. Ini merupakan langkah besar yang selama ini belum pernah dilakukan dalam skala nasional seperti sekarang. Jutaan anak telah menerima manfaatnya dan itu tidak bisa diabaikan,” ujar Ismail kepada media, Kamis (25/6/2026), di Batam.

Dalam kesempatan itu Ismail juga menegaskan, setiap warga negara tentu memiliki hak untuk menyampaikan kritik. Namun kritik, menurutnya, harus didasarkan pada data, fakta, dan niat untuk memperbaiki, bukan sekadar membangun opini yang berpotensi menyesatkan publik.

Bagi Ismail, keberadaan MBG tidak hanya berdampak pada penerima manfaat secara langsung. Program tersebut juga menciptakan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat bawah melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan permintaan bahan pangan lokal, hingga membuka peluang usaha baru di berbagai daerah.

“Program ini sesungguhnya menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Selain anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, petani, peternak, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal juga ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang tercipta,” katanya.

Lebih jauh, Ismail menilai kebijakan pemerintah yang berjalan beriringan dengan program MBG, seperti penguatan koperasi dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, memiliki tujuan besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat ekonomi domestik.

Menurut dia, apabila swasembada pangan berhasil diwujudkan, maka petani akan memperoleh ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan. Di sisi lain, praktik-praktik yang selama ini merugikan petani, seperti permainan harga oleh tengkulak maupun ketergantungan pada impor, dapat diminimalisasi.

“Yang harus kita lihat adalah manfaat jangka panjangnya. Ketika produksi pangan dalam negeri kuat dan kebutuhan program MBG dipasok dari hasil petani lokal, maka ekonomi rakyat akan bergerak lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan MBG, Ismail tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan teknis yang masih ditemukan di lapangan. Ia justru menilai evaluasi dan penyempurnaan perlu dilakukan agar tujuan awal program dapat tercapai secara optimal.

Salah satu masukan yang disampaikan Ismail adalah perlunya perubahan pola distribusi makanan pada masa mendatang.

MENURUT dia, pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan kantin atau dapur permanen di lingkungan sekolah sebagai pusat penyediaan makanan bergizi.

Gagasan tersebut muncul dari pengamatannya terhadap sistem distribusi yang selama ini dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam beberapa kasus, makanan harus disiapkan sejak dini hari dan didistribusikan ke sejumlah sekolah yang berbeda. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesegaran makanan ketika dikonsumsi peserta didik beberapa jam kemudian.

“Ke depan mungkin perlu dipikirkan model yang lebih dekat dengan sekolah. Jika tersedia kantin atau dapur khusus di lingkungan sekolah, makanan dapat disiapkan dan disajikan dalam waktu yang lebih singkat sehingga kualitas, kebersihan, dan kesegarannya lebih terjaga,” katanya.

Menurut Ismail, langkah tersebut juga dapat menjadi bagian dari penyempurnaan program pasca pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga MBG tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga semakin efektif dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas gizi anak Indonesia.

Ia menekankan bahwa masyarakat seharusnya mengambil peran sebagai pengawas sekaligus pendukung program-program yang berpihak kepada rakyat. Pengawasan diperlukan agar pelaksanaan berjalan sesuai aturan, sementara dukungan dibutuhkan agar manfaat program dapat terus dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Terkait adanya dukungan dari sejumlah pelajar terhadap keberlanjutan program MBG, Ismail menilai hal itu menunjukkan bahwa manfaat program masih dirasakan secara nyata oleh penerima. Selama tidak terdapat unsur eksploitasi terhadap anak-anak, menurut dia, respons positif dari para penerima manfaat merupakan sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi.

Pada akhirnya, Ismail berharap diskursus publik mengenai MBG tidak berhenti pada perdebatan semata, melainkan berfokus pada upaya memperbaiki dan menyempurnakan program. Sebab, esensi dari kebijakan tersebut adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang layak, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi rakyat yang lebih kuat.

“Yang perlu dilakukan adalah mengawal, mengawasi, dan memperbaiki jika ada kekurangan. Jangan sampai tujuan besarnya hilang. Program ini pada dasarnya dirancang untuk kemaslahatan rakyat banyak dan itu yang harus terus dijaga,” tutupnya. (\•/)

Editor: Asep Yusuf Setyabudi
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Ruslan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakernas PJMI 2025 Bahas Tantangan Jurnalis Muslim di Era Disrupsi Digital

    Rakernas PJMI 2025 Bahas Tantangan Jurnalis Muslim di Era Disrupsi Digital

    • 0Komentar

    Penulis: Bainana Bahthy dan Edo Richardo Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di Aula Alap-alap, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/7). Mengangkat tema “Tantangan Jurnalis Muslim di Era Disrupsi Digital dan Artificial Intelligence (AI)”, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi dan refleksi atas peran jurnalis Muslim di tengah arus perubahan teknologi […]

  • Om Zein Bersama Gubernur Salurkan Bantuan untuk Korban Pergeseran Tanah di Pasirmunjul

    Om Zein Bersama Gubernur Salurkan Bantuan untuk Korban Pergeseran Tanah di Pasirmunjul

    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat penyerahan bantuan ke warga terdampak bencana. (Dok/Foto/Raffa) Penulis: Raffa Christ Manalu Editor: AYS Prayogie   Kegelisahan pasca-bencana pergeseran tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sedikit mereda. Sejumlah warga terdampak berkumpul di Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada Kamis (19/6/2025) untuk menerima bantuan material maupun semangat baru. […]

  • Agustiar Sabran Tinjau Progres Pembangunan RTH di Bundaran Besar Palangka Raya

    Agustiar Sabran Tinjau Progres Pembangunan RTH di Bundaran Besar Palangka Raya

    • 0Komentar

    Penulis: Kistolani Mangun Jaya Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran meninjau progres pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, hari Kamis (13/11). HITVBERITA.COM | Palangkaraya — Peninjauan RRH itu dilakukan Gubernur Agustiar bersama Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom serta Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesman. Gubernur menargetkan proyek revitalisasi […]

  • six Possible Naughty Goat Weed Professionals, Amount, Ill-effects

    six Possible Naughty Goat Weed Professionals, Amount, Ill-effects

    • 0Komentar

    Proponents from aroused goat weed accept is as true provides extensive self-confident services, from anti-inflammatory characteristics in order to positive effects to the immune system. With the amount of possible uses of your complement, it’s hard to pin along the best one. When you you are going to safely get highest dosage, there isn’t any […]

  • Bupati Subang Sidak Pelayanan Pajak Kantor Bapenda di Hari Pertama Kerja

    Bupati Subang Sidak Pelayanan Pajak Kantor Bapenda di Hari Pertama Kerja

    • 3Komentar

    Bupati Kabupaten Subang, Reynaldy Putra melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dihari pertama kerja ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat, pada Senin 03 Maret 2025. HITVBERITA.COM | SUBANG – Pria yang akrab disapa Kang Rey ini, pada saat melakukan sidak didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni, Asisten Daerah (Asda) III, Dadang Kurnianudin, dan […]

  • Mendagri: Persiapan Peparnas XVII Solo 2024 Terus Dimatangkan

    Mendagri: Persiapan Peparnas XVII Solo 2024 Terus Dimatangkan

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Solo – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024. Rapat ini untuk mematangkan persiapan ajang olahraga bagi atlet disabilitas tersebut, baik mencakup venue, sarana dan prasarana, hingga anggaran. Peparnas XVII Solo 2024 diharapkan menjadi momentum penting dalam membangkitkan semangat inklusivitas dan sportivitas […]

expand_less