Jelang Peresmian Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih Pimpin Gotong Royong
- account_circle Jhon P Tobing
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 268
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih (memakai topi) didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Marimbun Marpaung, saat berbincang dengan para pedagang disela - sela gotong royong di Pasar Inpres. (Foto/Jhon Tobing/hitv)
Menjelang peresmian Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih memimpin gotong royong bersama ASN Pemko Tebing Tinggi di Pasar Inpres.
TEBING TINGGI | HITV – Menjelang peresmian peremajaan Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih memimpin langsung kegiatan gotong royong bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut berlangsung di Pasar Inpres Jalan Gurami, Kelurahan Badak Bejuang, sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum pasar tradisional tersebut resmi dioperasikan kembali.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tebing Tinggi menegaskan bahwa Pasar Inpres merupakan aset negara dan daerahyang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya pedagang kecil, dan bukan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan secara bebas.
Pasar Inpres yang telah rampung pembangunannya dijadwalkan diresmikan pada Senin, 19 Januari 2026. Sistem distribusi kios dan stand akan dilakukan secara ketat, transparan, dan adil guna menghindari praktik monopoli oleh oknum tertentu.
“Satu pedagang hanya boleh memiliki satu kios atau satu stand. Kami menemukan ada pedagang yang menguasai hingga 15 kios atau 10 stand, dan itu tidak dibenarkan. Ini aset negara, pedagang cukup membayar retribusi tanpa adanya jual beli kepemilikan,” tegas Wali Kota Iman Irdian Saragih.
Sebagai Wali Kota, ia memastikan bahwa seluruh pedagang yang menempati kios dan stand baru di Pasar Inpres merupakan pedagang lama yang telah terdata secara resmi.
“Tidak akan ada ruang bagi makelar dalam proses penempatan ini,” tegasnya.
Terkait rencana penyesuaian tarif retribusi, Iman Irdian Saragih menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan instansi terkait. Ia menjamin tarif retribusi tersebut tidak akan memberatkan para pedagang dan tetap mengacu pada Perda dan Perwal yang berlaku.
“Kami memberikan yang terbaik bagi pedagang, dan kami juga berharap dukungan penuh untuk bersama-sama menjaga fasilitas Pasar Inpres ini,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Tebing Tinggi, Marimbun Marpaung, merincikan bahwa total fasilitas yang tersedia di Pasar Inpres berjumlah 168 unit, terdiri dari 116 unit standdan 52 unit kios.
Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri oleh Sekdako Erwin Suheri Damanik, jajaran Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, Kabag, Camat, Lurah, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. (tr)
- Penulis: Jhon P Tobing

Saat ini belum ada komentar