Kepala Inspektorat Bandung Membantah Tudingan Tawarkan Proyek ke Vendor PT BDS
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
- visibility 26
- print Cetak

Kepala Inspektorat Kabupaten Bandung, Marlan Nirsyamsu. (Foto/Raffa/HITV)
Penulis Raffa Christ Manalu
Kepala Inspektorat Kabupaten Bandung, Marlan Nirsyamsu, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menawarkan proyek kepada vendor sebagai kompensasi atas persoalan gagal bayar yang dialami PT Bandung Daya Sentosa (BDS).
HITVBERITA.COM |Bandung — Pernyataan itu disampaikan Marlan menyusul kemunculan sebuah podcast yang menampilkan klaim dari salah seorang pengusaha.
“Perlu saya sampaikan bahwa tuduhan yang mencatut nama saya tidak benar dan tidak berdasar. Saya tidak pernah mengusulkan proyek kepada vendor mana pun terkait kasus ini,” ujar Marlan saat ditemui di Bandung, Kamis (31/7/2025).
Marlan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan pribadi ataupun profesional dengan para pengusaha yang tampil dalam podcast tersebut. Bahkan, ia mengaku baru mengetahui keberadaan mereka setelah menyaksikan tayangan yang viral itu.
“Saya baru lihat di podcast kemarin. Tiga orang itu, belum pernah saya temui sama sekali. Nama saya disebut, tapi bertemu pun belum pernah,” ujarnya.
Menurut Marlan, Inspektorat justru bertindak sesuai tugas dan wewenang dalam pengawasan terhadap PT BDS, termasuk menerbitkan surat perintah audit atas arahan pimpinan daerah. Audit tersebut dilakukan guna memverifikasi kondisi keuangan PT BDS, khususnya terkait klaim piutang dan utang perusahaan kepada para vendor.
“Tujuan audit adalah memastikan bahwa piutang dan utang PT BDS benar-benar ada. Kami juga mengundang 19 vendor dalam proses pemeriksaan, dan 18 vendor hadir sesuai surat undangan dari Inspektorat,” kata dia.
Namun, dari 18 vendor yang hadir, Marlan memastikan tidak ada satu pun yang pernah bertatap muka langsung dengannya. Ia menduga, pengusaha yang berbicara dalam podcast itu kemungkinan merupakan bagian dari vendor yang diundang dalam proses audit.
“Selama proses audit berlangsung, kami tidak pernah melakukan pertemuan langsung dengan pihak-pihak yang kini tampil di media. Audit ini bersifat administratif dan merupakan bagian dari mekanisme pengawasan, bukan bentuk intervensi terhadap kebijakan internal PT BDS,” ujar Marlan.
PT BDS belakangan menjadi sorotan publik setelah sejumlah vendor mengeluhkan pembayaran yang belum diselesaikan.
Sorotan itu semakin meluas setelah sejumlah pengusaha mengungkapkan keluhannya dalam sebuah podcast yang beredar luas di media sosial. (//)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar