Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

Ketika Amarah Menjadi Bahasa Publik: Saatnya Menahan Diri dan Bermuhasabah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Beberapa hari terakhir bangsa ini diguncang rentetan peristiwa, meninggalnya seorang driver ojek online, aksi pembakaran gedung DPRD di Makassar, hingga demonstrasi serentak di berbagai daerah.

Peristiwa yang mencerminkan ledakan amarah publik yang tidak lahir dari ruang kosong, melainkan akumulasi kekecewaan, ketidakadilan, dan kegelisahan sosial yang lama dipendam.

Namun, amarah yang diekspresikan secara destruktif sering kali justru melukai kita sendiri sebagai bangsa. Gedung yang terbakar, fasilitas yang rusak, hingga nyawa yang terenggut, semuanya adalah kerugian bersama. Karena itu, momentum ini seharusnya tidak berhenti pada luapan emosi, melainkan menjadi ruang muhasabah dan refleksi nasional.

Membaca Amarah dengan Kearifan
Dalam kehidupan bermasyarakat, amarah adalah bagian dari dinamika manusiawi. Tetapi, ketika ia mewujud dalam bentuk kolektif yang merusak, maka amarah kehilangan makna keadilannya.

Apa yang seharusnya menjadi aspirasi berubah menjadi anarki. Inilah saatnya kita menyadari bahwa amarah bukan satu-satunya bahasa publik. Ia harus diubah menjadi dialog, musyawarah, dan tindakan konstruktif.

Peran Pendidikan dan Kebersamaan
Pendidikan seharusnya melatih kemampuan mengelola emosi, membangun empati, dan menyalurkan kritik dengan cara yang sehat. Namun realitasnya, pendidikan kita lebih banyak menekankan aspek kognitif, sementara pendidikan emosi dan sosial masih terabaikan. Akibatnya, masyarakat mudah terjebak dalam ekspresi kemarahan yang spontan dan destruktif.

Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa sekolah, keluarga, dan ruang publik harus menjadi arena pembelajaran kebersamaan. Kita perlu membangun literasi emosi dan literasi sosial, agar protes tidak berakhir pada kerusakan, melainkan melahirkan kesadaran.

Saatnya Muhasabah Kolektif
Peristiwa ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga ajakan untuk bermuhasabah. Pemerintah perlu meninjau kembali sejauh mana keadilan ditegakkan. Lembaga politik perlu bercermin apakah mereka benar-benar mewakili rakyat. Masyarakat pun perlu bertanya pada diri sendiri: apakah amarah yang kita ekspresikan benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru memperburuk keadaan?

Muhasabah mengajarkan kita untuk tidak hanya menyalahkan, melainkan juga memperbaiki. Dengan muhasabah, kita belajar menahan diri, bersabar, dan menyalurkan aspirasi dengan cara yang lebih bermartabat.

Dari Amarah ke Harapan
Bangsa ini tidak boleh terjebak dalam lingkaran amarah yang berulang. Kita harus berani mengubah amarah menjadi energi perubahan positif: melalui kesabaran, dialog, pendidikan karakter, dan empati sosial.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa tanpa amarah, melainkan bangsa yang mampu mengelola amarah dengan bijak. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menahan diri, lebih peduli, dan lebih berlapang dada, agar ruang publik kita dipenuhi cahaya persaudaraan, bukan api kemarahan.

(Guru Besar Ilmu Pendidikan dan keguruan UNM serta Rektor Institut Teknologi, Bisnis, dan Administrasi Al Gazali Barru).

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMKN 1 Plered Klarifikasi Penggunaan Dana BOS 2024, Tegaskan Sesuai RKAS

    SMKN 1 Plered Klarifikasi Penggunaan Dana BOS 2024, Tegaskan Sesuai RKAS

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu SMKN 1 Plered memberikan klarifikasi terkait pemberitaan HiTvBerita edisi Jumat, 8 Agustus 2025, yang menyoroti penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2024. Pihak sekolah menegaskan seluruh kegiatan telah sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disetujui Dinas Pendidikan, sekaligus membantah adanya dugaan penggunaan dana untuk honorarium di luar ketentuan. HITVBERITA.COM | […]

  • Jangan Bangun Kampus Baru, Bangunlah Masa Depan Anak Bangsa

    Jangan Bangun Kampus Baru, Bangunlah Masa Depan Anak Bangsa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna Pendidikan tinggi selama ini dipandang sebagai jalan utama menuju kehidupan yang lebih baik. Setiap tahun jutaan keluarga Indonesia menginvestasikan harapan, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit demi memastikan anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Ada yang menjual aset, menggadaikan harta, hingga meminjam dana agar putra-putrinya memperoleh gelar sarjana.  […]

  • Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila secara Khidmat

    Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila secara Khidmat

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • 0Komentar

    222 Personel Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Presisi, Senin 2 Juni 2025. (Dok/Foto/SNG) Reporter: Sunang S. Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan khidmat dan tertib di Lapangan Presisi, Senin (2/6/2025) pagi. Kegiatan tersebut diikuti 222 personel gabungan dari jajaran Polres dan […]

  • Polda Babel Gelar Bazar Murah Jelang HUT Bhayangkara Ke 79, Siapkan 1.000 Paket Sembako

    Polda Babel Gelar Bazar Murah Jelang HUT Bhayangkara Ke 79, Siapkan 1.000 Paket Sembako

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • 0Komentar

    HiTvberita.com | Babel – Polda Bangka Belitung menggelar bazar murah dikawasan Taman Bhaypark, Sabtu (14/6/25). Bazar ini digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 79. Pantauan dilokasi, sejumlah warga tampak antusias menyerbu belasan stand bazar yang disiapkan kendati gerimis mengguyur sejak pagi. Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, bazar murah yang digelar ini […]

  • Kemendagri Ingatkan Pemda Pentingnya Tingkatkan PAD melalui Optimalisasi PKB dan BBNKB!

    Kemendagri Ingatkan Pemda Pentingnya Tingkatkan PAD melalui Optimalisasi PKB dan BBNKB!

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM|Medan – Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Keuda mengingatkan pemerintah daerah tentang pentingnya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Penekanan ini disampaikan oleh Plh. Dirjen Bina Keuda Kemendagri Horas Maurits Panjaitan pada Rapat Sinergitas Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Tingkat Nasional. […]

  • Satu Kontraktor Diduga Kuasai 70 Proyek di Kobar, APAKSINDO: Ini Bentuk Ketidakadilan

    Satu Kontraktor Diduga Kuasai 70 Proyek di Kobar, APAKSINDO: Ini Bentuk Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • 0Komentar

    Ketua BPC APAKSINDO Kobar, Kistolani. (Foto/RJP/HITV) Penulis: Royke Jhony Piay HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun — Aroma ketidakadilan menyelimuti pembagian proyek pemerintah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia (APAKSINDO) Kobar menuding ada satu kontraktor yang diduga menguasai hingga 70 paket proyek dalam satu tahun anggaran, sementara banyak kontraktor lokal lain hanya gigit […]

expand_less