Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Ketika Amarah Menjadi Bahasa Publik: Saatnya Menahan Diri dan Bermuhasabah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Beberapa hari terakhir bangsa ini diguncang rentetan peristiwa, meninggalnya seorang driver ojek online, aksi pembakaran gedung DPRD di Makassar, hingga demonstrasi serentak di berbagai daerah.

Peristiwa yang mencerminkan ledakan amarah publik yang tidak lahir dari ruang kosong, melainkan akumulasi kekecewaan, ketidakadilan, dan kegelisahan sosial yang lama dipendam.

Namun, amarah yang diekspresikan secara destruktif sering kali justru melukai kita sendiri sebagai bangsa. Gedung yang terbakar, fasilitas yang rusak, hingga nyawa yang terenggut, semuanya adalah kerugian bersama. Karena itu, momentum ini seharusnya tidak berhenti pada luapan emosi, melainkan menjadi ruang muhasabah dan refleksi nasional.

Membaca Amarah dengan Kearifan
Dalam kehidupan bermasyarakat, amarah adalah bagian dari dinamika manusiawi. Tetapi, ketika ia mewujud dalam bentuk kolektif yang merusak, maka amarah kehilangan makna keadilannya.

Apa yang seharusnya menjadi aspirasi berubah menjadi anarki. Inilah saatnya kita menyadari bahwa amarah bukan satu-satunya bahasa publik. Ia harus diubah menjadi dialog, musyawarah, dan tindakan konstruktif.

Peran Pendidikan dan Kebersamaan
Pendidikan seharusnya melatih kemampuan mengelola emosi, membangun empati, dan menyalurkan kritik dengan cara yang sehat. Namun realitasnya, pendidikan kita lebih banyak menekankan aspek kognitif, sementara pendidikan emosi dan sosial masih terabaikan. Akibatnya, masyarakat mudah terjebak dalam ekspresi kemarahan yang spontan dan destruktif.

Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa sekolah, keluarga, dan ruang publik harus menjadi arena pembelajaran kebersamaan. Kita perlu membangun literasi emosi dan literasi sosial, agar protes tidak berakhir pada kerusakan, melainkan melahirkan kesadaran.

Saatnya Muhasabah Kolektif
Peristiwa ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga ajakan untuk bermuhasabah. Pemerintah perlu meninjau kembali sejauh mana keadilan ditegakkan. Lembaga politik perlu bercermin apakah mereka benar-benar mewakili rakyat. Masyarakat pun perlu bertanya pada diri sendiri: apakah amarah yang kita ekspresikan benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru memperburuk keadaan?

Muhasabah mengajarkan kita untuk tidak hanya menyalahkan, melainkan juga memperbaiki. Dengan muhasabah, kita belajar menahan diri, bersabar, dan menyalurkan aspirasi dengan cara yang lebih bermartabat.

Dari Amarah ke Harapan
Bangsa ini tidak boleh terjebak dalam lingkaran amarah yang berulang. Kita harus berani mengubah amarah menjadi energi perubahan positif: melalui kesabaran, dialog, pendidikan karakter, dan empati sosial.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa tanpa amarah, melainkan bangsa yang mampu mengelola amarah dengan bijak. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menahan diri, lebih peduli, dan lebih berlapang dada, agar ruang publik kita dipenuhi cahaya persaudaraan, bukan api kemarahan.

(Guru Besar Ilmu Pendidikan dan keguruan UNM serta Rektor Institut Teknologi, Bisnis, dan Administrasi Al Gazali Barru).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    • 0Komentar

    Kenakan Rompi Orange, usai menjalani pemeriksaan, Nadiem Makarim resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Kejaksaan Agung resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019–2022. HITVBERITA.COM | Jakarta […]

  • Polres Belitung Gelar Apel Operasi Patuh Menumbing 2025: Wujud Nyata Disiplin Berlalu Lintas Menuju Indonesia Emas

    Polres Belitung Gelar Apel Operasi Patuh Menumbing 2025: Wujud Nyata Disiplin Berlalu Lintas Menuju Indonesia Emas

    • 0Komentar

    HITVBERITA COM | Belitung – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Polres Belitung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Menumbing 2025 di Lapangan Mapolres Belitung, Senin (14/07/2025). Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo, S.I.K., yang menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi ini merupakan langkah strategis guna menciptakan […]

  • Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Perdagangan Indonesia ke Amerika Serikat dalam Kesepakatan Tarif Dagang

    Saiful Chaniago Dukung Transfer Data Perdagangan Indonesia ke Amerika Serikat dalam Kesepakatan Tarif Dagang

    • 0Komentar

    Penulis: Asep Yogie Dalam kesepakatan tarif dagang yang tengah dirumuskan antara Amerika Serikat dan Indonesia, salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah terkait transfer data perdagangan dari Indonesia ke Amerika Serikat. Hal ini disampaikan langsung oleh Gedung Putih sebagai bagian dari persyaratan kerjasama kedua negara. HITVBERITA.COM | Jakarta — Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus […]

  • Pemkab Purwakarta Berkomitmen Dukung Pertumbuhan Wirausaha Industri Kecil Menengah

    Pemkab Purwakarta Berkomitmen Dukung Pertumbuhan Wirausaha Industri Kecil Menengah

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) berkomitmen mendukung pertumbuhan wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) dengan sejumlah fasilitas yang ada, diantaranya dengan pelatihan dan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan keterampilan wirausaha. Pemerintah daerah juga berupaya membantu para pelaku wirausaha mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. […]

  • Diduga Langgar Tata Ruang, Kades Tanjung Harapan Terbitkan Surat Sporadik untuk Tambak Udang di Kawasan Wisata!

    Diduga Langgar Tata Ruang, Kades Tanjung Harapan Terbitkan Surat Sporadik untuk Tambak Udang di Kawasan Wisata!

    • 0Komentar

    Jika terbukti menyalahgunakan wewenang dalam penerbitan dokumen sporadik, Kepala Desa Tanjung Harapan dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Dok/Foto)HITV) Penulis: Ruslan LGA Dugaan pelanggaran tata ruang kembali mencuat di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kepala Desa Tanjung Harapan diduga menerbitkan surat […]

  • Warga Desa Sungai Raya Meriahkan HUT Ke-17 dengan Menggelar Acara Bernuansa Religi

    Warga Desa Sungai Raya Meriahkan HUT Ke-17 dengan Menggelar Acara Bernuansa Religi

    • 0Komentar

    Ruslan LGA Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, merayakan hari ulang tahun ke-17 dengan meriah dan berkesan. Acara dibuka secara resmi oleh Sekdes Desa Sungai Raya, Kurnia Susanti, sebagai pembawa acara. HITVBERITA.COM | Lingga – Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh masyarakat, termasuk Nya Cek Moktar dan Ustad Nur Aziz, serta BPD Desa Sungai […]

expand_less