Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam Peristiwa » Klarifikasi Menteri Desa PDT Yandri Susanto Terkait Pernyataannya di Kanal YouTube

Klarifikasi Menteri Desa PDT Yandri Susanto Terkait Pernyataannya di Kanal YouTube

  • account_circle
  • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
  • visibility 77
  • print Cetak

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto, didampingi Wakil Menteri Riza Patria, menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya di kanal YouTube pada 1 Februari 2025. Pernyataan tersebut sempat menuai kontroversi karena menyebut adanya “LSM abal-abal” dan “wartawan bodrex” yang dianggap mengganggu program pembangunan desa.

HITVBERITA.COM | JAKARTA – Klarifikasi ini disampaikan secara langsung oleh Yandri di Kantor Kementerian Desa PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin, 3 Februari 2025, di hadapan sejumlah wartawan, perwakilan LSM, serta media televisi nasional.

“Saya mohon maaf kepada seluruh Wartawan dan LSM di mana pun berada atas ucapan saya dalam sosialisasi dana desa yang disiarkan melalui YouTube. Saya tidak memiliki niat untuk melecehkan atau mendiskreditkan profesi wartawan maupun LSM,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul berdasarkan laporan dari beberapa kepala desa mengenai adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan dan anggota LSM.

“Selama tiga bulan terakhir, saya telah berkunjung ke lebih dari 50 desa. Dari beberapa kepala desa, saya menerima informasi tentang dugaan pemerasan oleh oknum wartawan dan LSM. Namun, saat menyampaikan hal itu di sosialisasi yang disiarkan melalui YouTube, saya tidak menyebutkan kata ‘oknum’, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Untuk itu, sekali lagi saya mohon maaf,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yandri mengajak insan pers dan LSM untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan di desa-desa.

“Saya tidak pernah berniat merendahkan profesi wartawan atau aktivis LSM. Justru, saya sangat mengapresiasi mereka yang bekerja dengan integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, perwakilan wartawan dan LSM yang dikoordinir oleh Ramses Sitorus menegaskan bahwa kritik dan kontrol sosial yang dilakukan oleh jurnalis serta aktivis LSM merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.

“Di satu sisi, kami memahami maksud pernyataan Pak Menteri, yang seharusnya menyoroti segelintir oknum wartawan dan LSM yang menyalahgunakan profesinya. Karena itulah, untuk menghindari kesalahpahaman serupa di masa mendatang, kami hadir di sini mewakili ribuan wartawan yang merasa tersakiti oleh ucapan tersebut,” kata Ramses.

Perwakilan wartawan dan perwakilan LSM foto bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto, didampingi Wakil Menteri Riza Patria. (Dok/Foto/JR)

SETELAH sesi klarifikasi dan konferensi pers, Ramses menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Yandri Susanto, Wamen Riza Patria, serta Sekretaris Jenderal Kementerian, Taufik, atas diterimanya perwakilan wartawan dan LSM.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman serupa. Semua pihak dapat lebih fokus pada tujuan bersama, yaitu membangun desa dan daerah tertinggal dengan lebih baik. Dengan klarifikasi ini, kami harap hubungan antara pemerintah, insan pers, dan LSM tetap harmonis untuk berkolaborasi dalam membangun desa tertinggal, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

(HI/Network)


Pewarta: Abdul Rosad
Editor: Juliana Rachman, S.I.Kom

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less