KONI Kalteng Konsolidasikan Pembinaan, Siapkan Strategi Porprov XIII/2026
- account_circle Kistolani Mangun Jaya
- calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
- visibility 315
- print Cetak

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2025 di Aula Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya, Jumat (28/11) malam.
PALANGKA RAYA | HITV – Forum tahunan itu menjadi ajang konsolidasi valutif sekaligus strategis untuk menyelaraskan program pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII/2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Rakerprov tahun ini mengusung tema “Bersatu Menuju Prestasi, Sukseskan Porprov XIII/2026 di Kotawaringin Barat.”
Terkonfirmasi ada 200 lebih peserta akan hadir, mencakup perwakilan KONI kabupaten/kota, pengurus provinsi cabang olahraga, badan fungsional, serta peninjau.
Total peserta dan panitia tercatat menembus 200 orang lebih, hal itu mencerminkan besarnya antusiasme pemangku ekosistem olahraga di daerah itu.
Ketua Panitia Rakerprov Merry Anitha menegaskan, agenda raker merupakan mandat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI yang wajib dilaksanakan setahun sekali.
Namun, lebih dari sekadar pemenuhan organisasi, raker dimaknai sebagai ruang silaturahmi dan sinkronisasi kerja demi suksesnya multi-event olahraga terbesar di Kalteng.
“Rakerprov ini ajang silaturahmi untuk memastikan poros pembinaan dan penyelenggaraan Porprov berjalan seragam dan solid,” kata Merry.

Rakerprov 2025 di gelar di Aula Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya, Jumat (28/11) malam. (Dok/Foto/Kisto/Hitv)
Ketua Harian KONI Kalteng M. Hasanuddin Noor menekankan, pembinaan olahraga tidak bisa lagi dilakukan seragam dan generik.
Ia mendorong setiap daerah memetakan dan membesarkan cabang olahraga unggulan berbasis karakteristik wilayah, sesuai amanat Undang-Undang Keolahragaan.
“Pembinaan harus spesifik dan berbasis keunggulan lokal. Setiap daerah wajib membangun sport excellence sesuai karakteristik sosial dan geografisnya,” ujar Hasanuddin.
Hasanuddin mengakui, tantangan pembinaan olahraga prestasi kian berat dan kompleks—mulai dari kualitas pembinaan, talent scouting, hingga dukungan industri olahraga. Namun, kondisi itu, menurut dia, harus menjadi pemicu daya juang baru atlet dan pengurus olahraga, bukan derailing mental.
Ia juga menyerukan sinergi yang lebih luas, termasuk dengan sektor swasta dan dunia usaha, guna memperkokoh dukungan pembinaan atlet jangka panjang.
Efisiensi Anggaran dan Masa Depan Atlet Pelajar
Gubernur Kalimantan Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Agus Siswadi mengingatkan, Rakerprov harus menjadi momentum evaluasi kinerja serta ruang merumuskan kolaborasi kebijakan olahraga prestasi antara pemerintah dan KONI di semua tingkatan.
Dalam konteks penyelenggaraan Porprov XIII/2026 di Kobar, Agus mengakui adanya tantangan efisiensi anggaran menyusul berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, pemerintah provinsi memastikan ajang itu tetap berjalan meriah, dengan konsep value for money.
“Ini situasi yang menantang, tetapi bukan alasan untuk mundur. Kita siapkan pendekatan minimal budget, maximal impact—hemat, tetapi meriah dan bermakna,” ujar Agus.
Agus juga menyoroti persoalan dispensasi izin bagi atlet pelajar. Menurut dia, minimnya dukungan kebijakan izin jangka panjang dari sekolah kerap memukul akademik atlet, bahkan mendorong migrasi atlet muda potensial ke kota besar, seperti Jakarta dan sekitarnya, demi sistem pembinaan yang lebih fleksibel.
“Kita tidak ingin lagi melihat atlet muda potensial Kalteng pindah ke DKI atau kota besar lain hanya karena sekolah tidak punya sistem dispensasi yang ramah bagi atlet,” kata Agus.
Ia mendorong KONI dan Dispora di kabupaten/kota, bersama dinas pendidikan, segera merumuskan terobosan kebijakan agar pembinaan pendidikan dan prestasi olahraga berjalan beriringan, tanpa menekan salah satunya.
Harapan Rakerprov
Rakerprov 2025 diharapkan melahirkan program kerja yang lebih terfokus, terukur, serta berkelanjutan—baik dalam pembinaan atlet, penguatan tata kelola, maupun skema dukungan penyelenggaraan Porprov XIII/2026.
Forum itu juga didorong menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet Kalteng agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional, dengan basis keunggulan lokal yang lebih tajam dan sistem dukungan yang lebih kuat. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kalteng
- Penulis: Kistolani Mangun Jaya
