Lanal Dabo Singkep dan Warga Batu Berdaun Gotong Royong Berantas DBD
- account_circle Ruslan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Lanal Dabo Singkep dan Warga Batu Berdaun Gotong Royong Berantas DBD. (Dok/Foto/Ruslan)
Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Lingga.
LINGGA, HITV — Dimulai pada Rabu pagi, (13/5/2026), jajaran Lanal Dabo Singkep bersama pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat menggelar gotong royong pemberantasan sarang nyamuk di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.40 WIB itu difokuskan pada pembersihan lingkungan, pengurasan tempat penampungan air, hingga fogging di sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Komandan Lanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono M.Tr.Opsla diwakili Pgs Pasiter Lanal DBS Kapten Laut (K) dr. Yosan Tambun.
Hadir pula Camat Singkep Agustiar, Kepala Desa Batu Berdaun Zainal, Babinsa Koptu Erwin Siagian, perangkat RT/RW, petugas kesehatan, DLH, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Camat Singkep menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama memutus rantai penularan DBD.
Sementara itu, Kapten Laut (K) dr. Yosan Tambun mengingatkan warga agar konsisten menerapkan pola 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi populasi nyamuk penular DBD sekaligus menghilangkan titik-titik genangan air yang menjadi sarang jentik,” ujarnya.
Usai pengarahan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir kawasan permukiman warga. Mereka membersihkan saluran air, mengangkat sampah, serta memeriksa tempat-tempat penampungan air di sekitar rumah penduduk.
Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan langsung dilakukan pembersihan. Lingkungan permukiman pun tampak lebih bersih dari genangan air yang dapat memicu berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Selain aksi lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Kesadaran masyarakat dinilai mulai meningkat, terutama terkait bahaya DBD dan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap tempat penampungan air di rumah masing-masing.
Meski demikian, petugas masih menemukan sebagian warga yang belum rutin melakukan pengecekan terhadap wadah-wadah air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Karena itu, pemerintah desa bersama unsur terkait mendorong agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala. Edukasi melalui posyandu, sekolah, dan media desa juga akan diperkuat, termasuk pembentukan tim pemantau jentik di tingkat RT/RW.
Selain itu, fogging selektif disarankan dilakukan apabila ditemukan kasus positif DBD di lingkungan warga.
Kegiatan gotong royong berakhir sekitar pukul 09.20 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Pemerintah setempat berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat menjadi kunci utama menekan risiko penyebaran DBD di wilayah tersebut. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: Ruslan






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.