Jumat, 10 Jul 2026
light_mode

MBG Belum Gerakkan Ekonomi Desa, KPK: Perputaran Uang Masih Terkonsentrasi di Kota

  • account_circle Bainana Bahthy
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak
Pengamat sosial dan pendidikan Taufiq Rahman, SH, S.Sos menilai pelaksanaan MBG sejauh ini belum berjalan sesuai tujuan awal pemerintah. (Dok/Foto/Red)

Pengamat sosial dan pendidikan yang juga saat ini masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Media Independen Online (MIO) Indonesia,Taufiq Rahman, SH, S.Sos menilai pelaksanaan MBG sejauh ini belum berjalan sesuai tujuan awal pemerintah. (Dok/Foto/Red)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa dinilai belum mampu menghadirkan dampak nyata di daerah.

JAKARTA, HITV Temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan sebagian besar aliran belanja program MBG justru masih terkonsentrasi di perkotaan karena dominasi pemasok dari luar desa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas program dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa yang sejak awal disebut sebagai salah satu penerima manfaat utama.

Pengamat sosial dan pendidikan Taufiq Rahman, SH, S.Sos menilai pelaksanaan MBG sejauh ini belum berjalan sesuai tujuan awal pemerintah.

“Perputaran ekonomi daerah dari program MBG masih sangat minim. Harapan agar program ini menjadi penggerak ekonomi desa belum terlihat nyata,” ujar Taufiq, Kamis (22/5/2026), didampingi Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia AYS Prayogie.

Kajian KPK tahun 2025 memperlihatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG masih sangat rendah. Dari total 40.433 pemasok bahan baku yang terlibat, hanya 18 entitas koperasi maupun badan usaha milik desa (BUMDes) yang tercatat ikut berpartisipasi.

Data tersebut berbanding lurus dengan rendahnya dampak ekonomi program di tingkat daerah. KPK mencatat perputaran ekonomi lokal dari program MBG masih berada di bawah 5 persen dari total anggaran yang digelontorkan pemerintah.

Di sisi lain, sebanyak 17.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi saat ini mayoritas masih bergantung pada pemasok berbasis perkotaan. Akibatnya, aliran uang program lebih banyak kembali ke kota dibanding berputar di wilayah desa tempat program dijalankan.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin menegaskan, struktur rantai pasok yang belum melibatkan pelaku usaha desa menjadi salah satu penyebab manfaat ekonomi program belum dirasakan secara luas di daerah.

“Dominasi pemasok dari kota membuat efek berganda ekonomi di desa menjadi sangat kecil,” ujarnya.

Temuan tersebut berbeda dengan proyeksi yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sejumlah kesempatan, Presiden menyebut program MBG berpotensi memutar uang hingga Rp900 juta per bulan di satu desa dengan sekitar 3.000 penerima manfaat.

Namun, menurut Taufiq, hitungan tersebut sulit tercapai apabila bahan baku dan kebutuhan program masih dipasok dari luar daerah.

“Kalau rantai distribusi dan penyedia bahan bakunya tidak berasal dari desa, uangnya tidak akan tinggal di desa. Yang menikmati justru pelaku usaha besar di kota,” katanya.

Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha mendorong pemerintah mengembangkan pola circular economic village atau ekonomi sirkular desa dalam pelaksanaan MBG.

Model tersebut menurut Ratna dinilai dapat memastikan kebutuhan program MBG dipenuhi melalui produksi dan distribusi lokal sehingga manfaat ekonomi dirasakan langsung masyarakat sekitar.

Menurut dia, keterlibatan petani, koperasi, UMKM, hingga BUMDes menjadi kunci agar program tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pangan, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi desa.

Senada dengan yang disampaikan Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha— dipenghujung sesi wawancara eksklusif itu Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia Taufiq Rahman menegaskan, bahwa tanpa model ekonomi sirkular di desa, tujuan pemerataan ekonomi dari program MBG akan sulit tercapai. (\•/)

Editor: Tim Redaksi
Sumber: Humas MIO Indonesia

  • Penulis: Bainana Bahthy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Usai: Tabur Bunga untuk Bhayangkara yang Gugur

    Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Usai: Tabur Bunga untuk Bhayangkara yang Gugur

    • 0Komentar

    Sumber Berita Sunang Disunting ulang oleh AYS Prayogie Pagi itu, pada bulan Juni 2025, langit Semper Timur tampak mendung, seolah ikut merunduk menyaksikan langkah-langkah penuh haru menuju dua pusara sederhana di sudut pemakaman. Di antara deretan batu nisan yang bisu, sekelompok anggota Polri dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok hadir dalam diam yang khidmat. HITVBERITA.COM | […]

  • Komitmen Menuju Kota Zero Miras, Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 3.207 Botol Miras

    Komitmen Menuju Kota Zero Miras, Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 3.207 Botol Miras

    • 0Komentar

    Pemusnahan 3.207 botol miras hasil sitaan Satpol PP dari toko berkedok grosir air mineral. (Foto: Istimewa) Penulis: Josep Minar Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menegaskan sikapnya terhadap peredaran minuman keras yang dibuktikan dengan pemusnahan sebanyak 3.207 botol miras dari 19 merek berbeda di halaman Balai Kota Tasikmalaya, Kamis pagi (28/8/2025). HITVBERITA.COM | Tasikmalaya – Ribuan botol […]

  • Hasil Persib vs Malut United: Menang 2-0, Persib Kokoh di Puncak Klasemen

    Hasil Persib vs Malut United: Menang 2-0, Persib Kokoh di Puncak Klasemen

    • 0Komentar

    Persib Bandung menang 2-0 atas Malut United pada laga BRI Super League Jumat malam di GBLA, sehingga kini mengumpulkan 47 poin dari 20 pertandingan dan tetap kokoh di puncak klasemen. BANDUNG | HITV – Persib Bandung meraih kemenangan penting atas Malut United dengan skor 2-0 pada lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan […]

  • Polda Babel Tangkap Seorang Karyawan Honorer Di Hotel Pangkalpinang Usai Miliki Sabu Dan Pil Ekstasi

    Polda Babel Tangkap Seorang Karyawan Honorer Di Hotel Pangkalpinang Usai Miliki Sabu Dan Pil Ekstasi

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Babel – Direktorat Resnarkoba Polda Bangka Belitung mengamankan seorang pria berinisial Fe (34) disebuah hotel di Kota Pangkalpinang. Pria yang diketahui karyawan honorer ini diduga merupakan seorang bandar narkoba. Dirresnarkoba Polda Babel Kombes Pol Ronald Sipayung mengatakan pelaku ditangkap pada Kamis (7/5/26) dini hari usai adanya laporan dari masyarakat. “Fe ditangkap oleh anggota […]

  • Polres dan Kejari Barru Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

    Polres dan Kejari Barru Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

    • 0Komentar

    Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., berkunjung ke Kajari Barru, Syamsuresky, S.H., M.H., untuk berkoordinasi antara aparat penegak hukum agar informasi tidak terputus. (Foto: Humas Polres Barru)  Penulis: Syamsu Marlin Kepala Kepolisian Resor Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Barru, di terima langsung Kepala Kejaksaan Negeri […]

  • Pakar Pupuk Organik Ir. Arif Isnanto Bekali Kelompok Tani Unggul Ilmu Pertanian Berkelanjutan

    Pakar Pupuk Organik Ir. Arif Isnanto Bekali Kelompok Tani Unggul Ilmu Pertanian Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Kelompok Tani Unggul Mandiri mendapat wawasan baru tentang pertanian ramah lingkungan setelah menghadirkan pakar dan formulator pupuk organik Ir. Arif Isnanto, di Desa Kecila, Kemranjen, Banyumas yang memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya kualitas tanah, pemenuhan unsur hara, hingga teknik pengolahan dan pemanfaatan bahan organik sebagai langkah menuju pertanian berkelanjutan. BANYUMAS | HITV – Upaya penguatan […]

expand_less