Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

MBG di Lingga Disorot: Menu Diduga Tak Layak Konsumsi, Orang Tua Pertanyakan Standar Gizi

  • account_circle Ruslan LGA
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi siswa justru menuai sorotan di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

LINGGA, HITV— Berawal dari sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan paket makanan MBG di salah satu sekolah dasar di daerah Kabupaten Lingga, yang diduga tidak layak konsumsi.

Dalam video tersebut, makanan yang dibagikan kepada siswa hanya berupa sepotong roti yang tampak berjamur, dua butir kurma, serta satu plastik kecil kacang goreng. Kondisi itu memicu kekecewaan para orang tua siswa yang menilai kualitas makanan jauh dari standar gizi yang dijanjikan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah seorang orang tua siswa yang merekam video itu mempertanyakan nilai gizi dari paket makanan yang diterima anak-anak mereka. Ia juga menyoroti ketidakseimbangan antara nilai anggaran dengan isi makanan yang dibagikan.

“Di mana letak gizinya? Dengan harga 15.000 rupiah, isinya paling hanya sekitar 5.000 sampai 7.000 rupiah saja,” ujar orang tua siswa tersebut dalam video yang beredar luas di media sosial.

Sorotan terhadap kualitas MBG di Lingga menambah daftar persoalan serupa yang sebelumnya juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, makanan yang dibagikan kepada siswa ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi, bahkan berjamur.

Di Tanggamus, Lampung, misalnya, siswa sempat menerima makanan yang diduga telah rusak. Kasus serupa juga terjadi di Manokwari, Papua Barat, yang memunculkan kekhawatiran publik terhadap standar pengawasan dalam program yang menyasar anak-anak sekolah tersebut.

Secara regulasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan standar ketat dalam pelaksanaan program MBG. Makanan yang dibagikan kepada siswa wajib memenuhi prinsip higienitas, disimpan pada suhu yang tepat, serta melalui proses pemeriksaan menyeluruh sebelum didistribusikan.

Namun, dugaan kelalaian dalam proses distribusi dan penyimpanan makanan disebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan makanan tidak layak konsumsi sampai ke tangan siswa.

Menanggapi polemik tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah. Pihaknya juga membuka kemungkinan penindakan apabila ditemukan kelalaian dalam pengelolaan makanan.

“Kami akan melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada kelalaian dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan,” ujar seorang pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga.

Di sisi lain, kekhawatiran orang tua siswa terus mengemuka. Mereka menilai program yang seharusnya meningkatkan kesehatan anak justru berpotensi menimbulkan risiko apabila kualitas makanan tidak dijaga dengan baik.

Makanan yang tidak higienis atau telah rusak dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, reaksi alergi, hingga keracunan makanan. Risiko ini dinilai sangat sensitif mengingat sasaran program adalah anak-anak usia sekolah dasar.

Para orang tua pun mendesak pemerintah memastikan pengawasan lebih ketat terhadap penyedia makanan serta proses distribusinya. Mereka berharap program MBG benar-benar memberikan manfaat gizi bagi siswa, bukan sekadar menjadi program administratif tanpa pengawasan yang memadai.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi dan sehat, bukan makanan yang berbahaya bagi kesehatan mereka,” ujar salah satu orang tua siswa. (\•/)

Editor: Ismail ®
Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Ruslan LGA

Rekomendasi Untuk Anda

  • TTE PPPK, Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Administrasi di Era Digital

    TTE PPPK, Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Administrasi di Era Digital

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), telah memfasilitasi aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi 4.426 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. HITVBERIRA.COM | Purwakarta – Langkah ini diambil sebagai upaya mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta untuk mendorong implementasi Sistem […]

  • Kapolres Purwakarta Terjun Langsung Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

    Kapolres Purwakarta Terjun Langsung Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Aksi Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah dalam membantu mengevakuasi korban kecelakaan viral di media sosial (medsos). Keterlibatan Kapolres turun langsung merupakan wujud bentuk pengabdian, pelayanan serta kepedulian kepada masyarakat. Peristiwa ini berawal dari saat terjadi kecelakaan beruntun di Ruas Jalan Tol Cipularang, Kilometer 92, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, […]

  • Gelapkan Cicilan Konsumen, Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus Collector FIF

    Gelapkan Cicilan Konsumen, Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus Collector FIF

    • 0Komentar

    TC (34) terduga pelaku penggelapan cicilan uang setoran konsumen, berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Purwakarta. (dok/foto/RCM) HiTvBerita.COM|Purwakarta – Seorang pria berinisial TC (34), warga Jalan Purnawarman Barat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Purwakarta atas dugaan tindak pidana penggelapan. Kasat Reskrim, AKP M. Arwin Bachar, mengatakan, bahwa terduga […]

  • Abah Anton: Aspirasi Rakyat Hak Konstitusional Namun Dijalankan Tanpa Kekerasan

    Abah Anton: Aspirasi Rakyat Hak Konstitusional Namun Dijalankan Tanpa Kekerasan

    • 0Komentar

    Irjen Pol (Purn) Anton Charlian (Abah Anton, red) bersama para tokoh masyarakat se Jabar gelar pertemuan antisipasi timbulnya kerusuhan. (Foto:Istimewa/Soni) Penulis: Soni Ruswandi Situasi politik nasional yang semakin memanas menjadi perhatian tokoh masyarakat Jawa Barat (Jabar), termasuk Irjen Pol (Purn) Anton Charlian (Abah Anton, red) yang menggelar pertemuan mendadak dengan sejumlah tokoh se Jabar di […]

  • SMPN 1 Tanah Merah Tutup Pesantren Kilat dengan Santunan 77 Anak Yatim

    SMPN 1 Tanah Merah Tutup Pesantren Kilat dengan Santunan 77 Anak Yatim

    • 0Komentar

    Keluarga besar SMPN 1 Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar penutupan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, piatu, yatim piatu, serta siswa kurang mampu. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026 tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan di lingkungan sekolah. INHIL | HITV – […]

  • Dugaan “Siswa Titipan” di SMAN 4 Depok!

    Dugaan “Siswa Titipan” di SMAN 4 Depok!

    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Kisruh Data Dapodik dan Transparansi Penerimaan Siswa Baru, Menimbulkan Dugaan Adanya Jalur “Titipan” yang Lolos Tanpa Prosedur Resmi! HITVBERITA.COM | Depok – Ketidakselarasan data penerimaan peserta didik baru (SPMB) 2025 di SMAN 4 Depok memantik tanda tanya besar. Perbedaan angka antara data sekolah dengan catatan resmi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Dinas Pendidikan […]

expand_less