Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Menjaga Gerak, Menjaga Warisan: Sinar Pusaka Putra dan Napas Panjang Pencak Silat Sunda

Menjaga Gerak, Menjaga Warisan: Sinar Pusaka Putra dan Napas Panjang Pencak Silat Sunda

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Penulis: Kang Aden

Suara gamelan Sunda berpadu dengan derap langkah para pesilat muda yang beradu jurus di lantai GOR Bela Diri Guntur, Kamis (30/10/2025) siang itu. Di antara gemuruh sorak penonton dan lantunan musik tradisi, terpancar semangat yang jauh lebih dalam dari sekadar perlombaan: semangat menjaga warisan leluhur.

HITVBERITA.COM | Garut— Seperti Itulah suasana Pasanggiri Pencak Silat bertajuk Miara Tradisi Ciri Bukti Kuatna Ageuman Diri (MITRA ITIKAD) — ajang tahunan yang digelar Perguruan Silat Sinar Pusaka Putra bertepatan dengan Milad ke-65 mereka. Di tengah arus modernisasi yang kian deras, perguruan ini tetap teguh pada jalannya: melestarikan seni ibing pencak silat sebagai bagian dari jati diri budaya Sunda.

Sebanyak 757 peserta dari berbagai daerah—mulai dari Garut, Purwakarta, Tasikmalaya hingga Bandung—turut memeriahkan ajang ini. Setiap gerakan, setiap irama musik pengiring, bukan hanya pertunjukan keterampilan, tetapi juga bahasa tubuh yang menuturkan kisah panjang tentang kehormatan, kesabaran, dan keselarasan.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, pasanggiri ini memiliki makna lebih dalam. “Kegiatan seperti ini bukan hanya ajang adu kemampuan, tapi juga ruang edukasi dan regenerasi nilai-nilai luhur pencak silat,” ujarnya dengan nada hangat.

Ade tak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia mengaku pernah menjadi bagian dari keluarga besar Sinar Pusaka Putra saat masih kecil. “Ada kenangan emosional yang tidak bisa saya lupakan,” katanya mengenang. “Perguruan ini bukan hanya melatih tubuh, tetapi membentuk karakter dan rasa hormat terhadap budaya sendiri.”

Menjaga Api yang Ditinggalkan Leluhur

Di tengah kemeriahan acara, Tatang Solihin, Ketua Umum Sinar Pusaka Putra, tampak berkeliling menyapa peserta satu per satu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pasanggiri ini bukan semata seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap pendiri perguruan, almarhum Eme Suganda, yang menanamkan nilai-nilai kejujuran, ketekunan, dan kecintaan pada budaya.

“Kami ingin Pasanggiri ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pesilat muda,” tutur Tatang. “Yang paling penting, jangan pernah lelah menjaga nilai-nilai luhur pencak silat.”

Tradisi yang Tetap Hidup

Malam semakin larut, namun semangat para pesilat tak surut. Setiap penampilan disambut tepuk tangan panjang, seolah menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga — ia adalah warisan hidup, napas dari budaya yang terus bergerak.

Bagi Sinar Pusaka Putra, menjaga tradisi berarti menjaga identitas. MITRA ITIKAD menjadi bukti bahwa warisan leluhur tak harus tenggelam dalam riuhnya zaman, tetapi justru menemukan bentuk baru yang relevan tanpa kehilangan akar.

Di Garut, di tengah udara pegunungan yang sejuk, pencak silat kembali menemukan rumahnya — bukan di masa lalu, tetapi di masa kini yang penuh kesadaran untuk terus miara tradisi, nguatkeun diri. (/*/*/)

Editor: AYS Prayogie 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less