Menkomdigi Meutya Hafid: PWI Harus Jadi Rumah Nyaman bagi Wartawan, Pers Perekat Persatuan Bangsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional Surakarta, Solo, Jawa Tengah. (Dok/PWI/Hitv)
Penulis: Zion Magdalena
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran pers sebagai perekat persatuan bangsa di tengah derasnya arus disinformasi dan tantangan era kecerdasan artifisial (AI).
HITVBERITA.COM | Surakarta — Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Masa Bakti 2025–2030 di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Sabtu (4/10/2025).
Tantangan Era Digital
Meutya menilai, digitalisasi dan AI telah mengaburkan batas antara fakta dan manipulasi informasi. Masyarakat, katanya, kini kian sulit membedakan mana berita benar dan mana hoaks.
“Pemerintah mengajak masyarakat untuk kembali bersandar pada karya jurnalistik yang beretika dan kredibel,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan industri media perlu terus dijaga agar mampu menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi dan perekat kebangsaan. Dalam konteks itu, PWI diharapkan menjadi ruang yang memperkuat profesionalisme dan integritas wartawan.
“PWI harus menjadi rumah yang nyaman dan produktif bagi para wartawan. Dari wadah inilah diharapkan lahir karya jurnalistik yang kredibel, independen, dan penuh integritas,” kata Meutya.
Kepengurusan Baru dan Harapan Rekonsiliasi.
Ketua Umum PWI Pusat terpilih, Akhmad Munir, menyampaikan bahwa kepengurusan baru bertekad menjadikan PWI sebagai rumah bersama bagi seluruh wartawan di Indonesia. Ia menegaskan, fokus utamanya adalah menyatukan kembali organisasi setelah masa dualisme yang sempat terjadi.
“PWI harus kembali pada semangat persatuan. Kami berkomitmen membangun sinergi di pusat maupun daerah, serta memastikan PWI menjadi pelindung dan penggerak profesionalisme pers nasional,” ujarnya.
Munir menambahkan, langkah pertama kepengurusannya adalah membangun komunikasi yang intensif dengan seluruh pengurus PWI daerah, agar semangat kebersamaan kembali hidup dan kepercayaan publik terhadap organisasi wartawan ini semakin kuat.
Monumen Pers Jadi Simbol Semangat Baru
SUASANA pengukuhan di Monumen Pers Nasional berlangsung khidmat dan hangat. Gedung bersejarah yang menjadi saksi lahirnya jurnalisme Indonesia itu menghadirkan nuansa reflektif dan penuh harapan.
Sejumlah tokoh pers, pejabat pemerintah, dan perwakilan media hadir memberi dukungan bagi kepengurusan baru PWI Pusat yang diharapkan mampu membawa napas pembaruan, memperkuat integritas, serta memulihkan marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar