Selasa, 13 Okt 2026
dark_mode

“Narik Sukmo” Guncang Layar Lebar: Saat Budaya Menjelma Teror!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie

Layar bioskop Indonesia kembali berselimut mistik. “Narik Sukmo”, film horor terbaru yang sudah tayang mulai Kamis, 3 Juli 2025, mencoba menghidupkan ulang mitos Jawa dalam bentuk yang lebih gelap—namun tetap memikat.

BERANGKAT dari novel karya Dewie Yulliantika Sofia, film ini menempatkan budaya lokal sebagai poros cerita. Tak hanya menghadirkan teror yang membekas, “Narik Sukmo” menjadi refleksi dari benturan antara warisan leluhur dan rasa ingin tahu generasi muda.

“Kami ingin membuat horor yang tidak sekadar menakut-nakuti. Film ini mengangkat tarian sebagai medium spiritual yang berperan penting dalam kisah rakyat, sekaligus pengingat bahwa budaya tak selalu berarti indah—kadang juga menyimpan trauma kolektif,” ujar sutradara Indra Gunawansaat ditemui penulis dalam peluncuran trailer di Jakarta, awal Juni lalu.

“Narik Sukmo” mengikuti perjalanan Kenara diperankan oleh Febby Rastanty, seorang mahasiswi seni tari yang memutuskan berlibur ke desa sahabatnya, Ayu diperankan oleh Dea Annisa, di daerah terpencil bernama Kelawangin.

Disebutkan bahwa desa ini dikenal sebagai kampung para penari, di mana gerakan tubuh bukan sekadar seni, melainkan ritual sakral.

Namun sejak kedatangannya, Kenara mulai diganggu mimpi buruk: sosok hitam legam mengejarnya, dan penari berselendang merah muncul tanpa suara. Semua pertanda itu mengarah pada satu legenda “Narik Sukmo”, tarian yang diyakini mampu memanggil dan mengikat jiwa manusia.

“Ketika membaca naskahnya, saya langsung tertarik karena ceritanya tidak biasa. Kenara adalah sosok rasional yang tiba-tiba berhadapan dengan dunia spiritual. Transformasinya sangat emosional,” kata Febby Rastanty saat berbincang dengan penulis usai pemutaran khusus film ini di Jakarta.

Di tengah kekacauan batin itu, Kenara bertemu Dierja, pemuda setempat yang mencoba melindunginya. Dierja tahu lebih banyak tentang asal usul tarian terkutuk itu, serta dua tokoh mistis dari masa lalu: Banyu Janggala Bagwahanta dan Ratimayu — penari yang menjadi simbol kekuasaan dan kutukan di desa tersebut.

“Ini peran horor kedua saya, tapi yang ini lebih kompleks. Dierja punya luka masa lalu yang belum selesai, dan itu berkaitan erat dengan narasi besar film ini. Saya suka karena film ini menyatukan mistik dan psikologis,” tutur Aliando Syarief.

“Narik Sukmo” bukan horor konvensional. Indra Gunawan berhasil menampilkan suasana mencekam tanpa kehilangan esensi budaya.

Dengan penata gerak dari latar tari klasik dan desain suara yang halus namun menghantui, film ini mengubah ritual tari menjadi sesuatu yang sakral sekaligus mengerikan.

Film ini juga menyoroti konflik antara generasi lama yang mempertahankan tradisi, dan generasi muda yang mencoba membongkar mitos. Dalam konteks ini, “Narik Sukmo” menjelma sebagai cermin: bagaimana warisan leluhur bisa menjadi pusaka, atau justru kutukan yang diwariskan.

Deretan aktor senior seperti Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Maryam Supraba, dan Yama Carlos menambah kedalaman narasi.

Kehadiran mereka memperkuat nuansa desa yang penuh rahasia, tempat di mana waktu seperti berhenti, dan setiap langkah tarian bisa membuka lorong menuju masa lalu yang kelam.

Pemeran Lengkap:

•Aliando Syarief sebagai Dierja
•Febby Rastanty sebagai Kenara
•Dea Annisa sebagai Ayu
•Teuku Rifnu Wikana
•Nugie
•Kinaryosih
•Yama Carlos
•Maryam Supraba
•Elly Luthan

Tayang di Bioskop Mulai 3 Juli

“Narik Sukmo” siap tayang di jaringan bioskop XXI, CGV, dan Cinepolis mulai 3 Juli 2025.

Film ini patut disaksikan oleh penikmat horor yang merindukan cerita bernuansa lokal, sekaligus penggemar kisah-kisah budaya yang dikemas dengan sinematik kuat.

Tiket dapat dibeli melalui tautan resmi berikut:

* [Tiket Narik Sukmo di XXI](#)
* [Tiket Narik Sukmo di CGV](#)
* [Tiket Narik Sukmo di Cinepolis](#)

Film ini bukan hanya menguji nyali, tetapi juga mengajak penonton menari bersama mitos dan misteri. “Narik Sukmo” akan mengajak Anda masuk ke lorong waktu—di mana tari bisa memanggil, dan jiwa bisa terseret selamanya.

AYS Prayogie

“Di balik lenggok tari dan alunan gamelan, “Narik Sukmo” menyimpan bisikan arwah dan dendam yang belum tuntas. Apakah tarian ini akan menjadi akhir bagi Kenara, atau justru pintu untuk membebaskan jiwa-jiwa yang terbelenggu? 

Tuntaskan selengkapnya akhir cerita dari kisah film horor berjudul “Narik Sukmo” ini dengan menonton langsung tayangannya yang diputar di bioskop-bioskop kesayangan anda. 

Cijantung, Minggu 6 Juli 2025
Penulis adalah Kritikus Film Layar Lebar Nasional | Wartawan Senior | CEO HI-Network | Pemimpin Redaksi Hitvberita.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPPA Fest 2025 Resmi Dibuka di PIK 2, Meriahkan HUT RI dan Apressisasi Karya Warga Binaan

    IPPA Fest 2025 Resmi Dibuka di PIK 2, Meriahkan HUT RI dan Apressisasi Karya Warga Binaan

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: M. SAIPUL Suasana meriah menyelimuti kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, saat Indonesian Prison Products and Art Festival (IPPA Fest) 2025 resmi dibuka pada Jumat siang (8/8/2025). Acara yang digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ini menjadi ajang apresiasi dan promosi karya kreatif warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dari seluruh Indonesia. HITVBERITA.COM | […]

  • Angkat Tema ‘Hidup Harmoni dengan Alam’, Pemkab Purwakarta Gelar Sosialisasi Ecovillage

    Angkat Tema ‘Hidup Harmoni dengan Alam’, Pemkab Purwakarta Gelar Sosialisasi Ecovillage

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Purwakarta – Pemkab Purwakarta melalui Bagian Perekonomian dan SDA menggelar Sosialisasi Ecovillage yang bertujuan mewujudkan kampung/desa/kelurahan yang berbudaya lingkungan secara partisipatif dan mandiri, swadaya, memiliki jejaring kerja dengan harapan berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat serta kualitas lingkungan hidup di Prime Plaza Hotel Kota Bukit Indah, Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis 7 November 2024. […]

  • Sekolah Rakyat Rintisan Dibuka di Garut, Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin

    Sekolah Rakyat Rintisan Dibuka di Garut, Perluas Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • 1Komentar

    Penulis: Kang Aden HITV Pemerintah Kabupaten Garut resmi membuka Sekolah Rakyat Rintisan Tahun Ajaran 2025/2026, Selasa (30/9/2025).  HITVBERITA.COM | Garut —Pembukaan yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kecamatan Samarang itu, menjadi bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. […]

  • Satgas SDA Penjaringan Jakut Kuras Saluran Air Warga RW.10

    Satgas SDA Penjaringan Jakut Kuras Saluran Air Warga RW.10

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Jaky Satgas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara (Jakut) melakukan pengurasan saluran air di Jalan Suka Rela Dalam, Tanah Pasir RT 011/010, Kelurahan Penjaringan, atas permintaan warga RW 010. HITVBERITA.COM | Jakarta – Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Penjaringan, Pendi, mengatakan pengurasan dilakukan menyeluruh di saluran wilayah RW, karena kondisi lumpur dan […]

  • Sat Samapta Polres Belitung Patroli Saat Cuaca Ekstrem, Turun Langsung Evakuasi Pohon Tumbang di Pantai Tanjung Pendam

    Sat Samapta Polres Belitung Patroli Saat Cuaca Ekstrem, Turun Langsung Evakuasi Pohon Tumbang di Pantai Tanjung Pendam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Tanjung Pandan — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Belitung pada hari ini. Di tengah kondisi tersebut, personel Sat Samapta Polres Belitung tetap melaksanakan patroli sore untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman, sekaligus mengecek pemukiman warga dan memantau titik-titik rawan banjir. Selasa, (08/01/2026). Dalam kegiatan patroli itu, tim mendapati […]

  • Satu Kontraktor Diduga Kuasai 70 Proyek di Kobar, APAKSINDO: Ini Bentuk Ketidakadilan

    Satu Kontraktor Diduga Kuasai 70 Proyek di Kobar, APAKSINDO: Ini Bentuk Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • 0Komentar

    Ketua BPC APAKSINDO Kobar, Kistolani. (Foto/RJP/HITV) Penulis: Royke Jhony Piay HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun — Aroma ketidakadilan menyelimuti pembagian proyek pemerintah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia (APAKSINDO) Kobar menuding ada satu kontraktor yang diduga menguasai hingga 70 paket proyek dalam satu tahun anggaran, sementara banyak kontraktor lokal lain hanya gigit […]

expand_less