Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

“Narik Sukmo” Guncang Layar Lebar: Saat Budaya Menjelma Teror!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
  • print Cetak

Oleh: AYS Prayogie

Layar bioskop Indonesia kembali berselimut mistik. “Narik Sukmo”, film horor terbaru yang sudah tayang mulai Kamis, 3 Juli 2025, mencoba menghidupkan ulang mitos Jawa dalam bentuk yang lebih gelap—namun tetap memikat.

BERANGKAT dari novel karya Dewie Yulliantika Sofia, film ini menempatkan budaya lokal sebagai poros cerita. Tak hanya menghadirkan teror yang membekas, “Narik Sukmo” menjadi refleksi dari benturan antara warisan leluhur dan rasa ingin tahu generasi muda.

“Kami ingin membuat horor yang tidak sekadar menakut-nakuti. Film ini mengangkat tarian sebagai medium spiritual yang berperan penting dalam kisah rakyat, sekaligus pengingat bahwa budaya tak selalu berarti indah—kadang juga menyimpan trauma kolektif,” ujar sutradara Indra Gunawansaat ditemui penulis dalam peluncuran trailer di Jakarta, awal Juni lalu.

“Narik Sukmo” mengikuti perjalanan Kenara diperankan oleh Febby Rastanty, seorang mahasiswi seni tari yang memutuskan berlibur ke desa sahabatnya, Ayu diperankan oleh Dea Annisa, di daerah terpencil bernama Kelawangin.

Disebutkan bahwa desa ini dikenal sebagai kampung para penari, di mana gerakan tubuh bukan sekadar seni, melainkan ritual sakral.

Namun sejak kedatangannya, Kenara mulai diganggu mimpi buruk: sosok hitam legam mengejarnya, dan penari berselendang merah muncul tanpa suara. Semua pertanda itu mengarah pada satu legenda “Narik Sukmo”, tarian yang diyakini mampu memanggil dan mengikat jiwa manusia.

“Ketika membaca naskahnya, saya langsung tertarik karena ceritanya tidak biasa. Kenara adalah sosok rasional yang tiba-tiba berhadapan dengan dunia spiritual. Transformasinya sangat emosional,” kata Febby Rastanty saat berbincang dengan penulis usai pemutaran khusus film ini di Jakarta.

Di tengah kekacauan batin itu, Kenara bertemu Dierja, pemuda setempat yang mencoba melindunginya. Dierja tahu lebih banyak tentang asal usul tarian terkutuk itu, serta dua tokoh mistis dari masa lalu: Banyu Janggala Bagwahanta dan Ratimayu — penari yang menjadi simbol kekuasaan dan kutukan di desa tersebut.

“Ini peran horor kedua saya, tapi yang ini lebih kompleks. Dierja punya luka masa lalu yang belum selesai, dan itu berkaitan erat dengan narasi besar film ini. Saya suka karena film ini menyatukan mistik dan psikologis,” tutur Aliando Syarief.

“Narik Sukmo” bukan horor konvensional. Indra Gunawan berhasil menampilkan suasana mencekam tanpa kehilangan esensi budaya.

Dengan penata gerak dari latar tari klasik dan desain suara yang halus namun menghantui, film ini mengubah ritual tari menjadi sesuatu yang sakral sekaligus mengerikan.

Film ini juga menyoroti konflik antara generasi lama yang mempertahankan tradisi, dan generasi muda yang mencoba membongkar mitos. Dalam konteks ini, “Narik Sukmo” menjelma sebagai cermin: bagaimana warisan leluhur bisa menjadi pusaka, atau justru kutukan yang diwariskan.

Deretan aktor senior seperti Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Maryam Supraba, dan Yama Carlos menambah kedalaman narasi.

Kehadiran mereka memperkuat nuansa desa yang penuh rahasia, tempat di mana waktu seperti berhenti, dan setiap langkah tarian bisa membuka lorong menuju masa lalu yang kelam.

Pemeran Lengkap:

Aliando Syarief sebagai Dierja
Febby Rastanty sebagai Kenara
Dea Annisa sebagai Ayu
Teuku Rifnu Wikana
•Nugie
•Kinaryosih
•Yama Carlos
•Maryam Supraba
•Elly Luthan

Tayang di Bioskop Mulai 3 Juli

“Narik Sukmo” siap tayang di jaringan bioskop XXI, CGV, dan Cinepolis mulai 3 Juli 2025.

Film ini patut disaksikan oleh penikmat horor yang merindukan cerita bernuansa lokal, sekaligus penggemar kisah-kisah budaya yang dikemas dengan sinematik kuat.

Tiket dapat dibeli melalui tautan resmi berikut:

* [Tiket Narik Sukmo di XXI](#)
* [Tiket Narik Sukmo di CGV](#)
* [Tiket Narik Sukmo di Cinepolis](#)

Film ini bukan hanya menguji nyali, tetapi juga mengajak penonton menari bersama mitos dan misteri. “Narik Sukmo” akan mengajak Anda masuk ke lorong waktu—di mana tari bisa memanggil, dan jiwa bisa terseret selamanya.

AYS Prayogie

“Di balik lenggok tari dan alunan gamelan, “Narik Sukmo” menyimpan bisikan arwah dan dendam yang belum tuntas. Apakah tarian ini akan menjadi akhir bagi Kenara, atau justru pintu untuk membebaskan jiwa-jiwa yang terbelenggu? 

Tuntaskan selengkapnya akhir cerita dari kisah film horor berjudul “Narik Sukmo” ini dengan menonton langsung tayangannya yang diputar di bioskop-bioskop kesayangan anda. 

Cijantung, Minggu 6 Juli 2025
Penulis adalah Kritikus Film Layar Lebar Nasional | Wartawan Senior | CEO HI-Network | Pemimpin Redaksi Hitvberita.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakapolres Lingga Pimpin Upacara HUT ke-80 RI

    Wakapolres Lingga Pimpin Upacara HUT ke-80 RI

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Polres Lingga menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Tribrata, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin Wakapolres Lingga Kompol Darmin, S.Sos HITVBERITA.COM | Lingga —Mengusung tema nasional “Indonesia Emas 2045: Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan”, upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Seluruh pejabat utama Polres Lingga, […]

  • Polres Karimun Tertibkan 11 Toko Penjual Miras dan Rokok Ilegal di Telaga Tujuh

    Polres Karimun Tertibkan 11 Toko Penjual Miras dan Rokok Ilegal di Telaga Tujuh

    • 0Komentar

    Sebagai upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Polres Karimun bersama instansi terkait menggelar penertiban penjualan miras dan rokok ilegal. KARIMUN | HITV – Polres Karimun bersama instansi terkait menertibkan penjualan minuman beralkohol (miras) dan rokok ilegal di wilayah Telaga Tujuh dan sekitarnya, Kabupaten Karimun, Selasa (10/2/2026) sore. Penertiban menyasar 11 toko yang diduga menjual miras […]

  • AKP Enggar Jati Nugroho Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Purwakarta

    AKP Enggar Jati Nugroho Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Purwakarta

    • 0Komentar

    Polres Purwakarta melakukan pergantian kepemimpinan di jajaran Satuan Lalu Lintas sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian. Jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) resmi diserahterimakan dari AKP Muthia Khansa Nurwijaya kepada AKP Enggar Jati Nugroho. PURWAKARTA | HITV— Serah terima jabatan tersebut digelar dalam upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel […]

  • Dalam Dua Pekan, Polres Purwakarta Berhasil Tangkap 12 Pelaku Curat!

    Dalam Dua Pekan, Polres Purwakarta Berhasil Tangkap 12 Pelaku Curat!

    • 0Komentar

    Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardiansyah saat rilis kasus 12 pelaku curat dalam dua pekan. (Foto: Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu Kepolisian Resor Purwakarta, Jawa Barat, menangkap 12 orang tersangka spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Penangkapan dilakukan menyusul laporan masyarakat yang meningkat sejak pertengahan Mei 2025. HITVBERITA.COM | Purwakarta —Kapolres […]

  • Saksi PPHP Akui Tak Miliki Keahlian Teknis di Sidang Proyek SPAM IKK Balai Riam

    Saksi PPHP Akui Tak Miliki Keahlian Teknis di Sidang Proyek SPAM IKK Balai Riam

    • 0Komentar

    Penasihat hukum terdakwa Zulnaini, yakni Jeffriko Seran. (Dok/Foto/RJP) Reporter: ROYKE JHONI PIAY   Persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pengembangan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Balai Riam, Kabupaten Sukamara, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya, Selasa (10/6/2025). Dalam sidang tersebut, salah satu saksi dari Petugas Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) […]

expand_less