Pakar Pupuk Organik Ir. Arif Isnanto Bekali Kelompok Tani Unggul Ilmu Pertanian Berkelanjutan
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- visibility 293
- print Cetak

Kelompok Tani Unggul Mandiri mendapatkan edukasi langsung di lahan pertanian dari Ir. Arif Isnanto juga Bekali Kelompok "Tani Unggul" Ilmu Pertanian Berkelanjutan (dok/ft/Ahdiyat/hitv)
Kelompok Tani Unggul Mandiri mendapat wawasan baru tentang pertanian ramah lingkungan setelah menghadirkan pakar dan formulator pupuk organik Ir. Arif Isnanto, di Desa Kecila, Kemranjen, Banyumas yang memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya kualitas tanah, pemenuhan unsur hara, hingga teknik pengolahan dan pemanfaatan bahan organik sebagai langkah menuju pertanian berkelanjutan.
BANYUMAS | HITV – Upaya penguatan sektor pertanian berbasis organik terus digencarkan. Hal ini terlihat dalam kegiatan edukasi lapangan yang digelar Kelompok Tani Mandiri ” Tani Unggul” di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, saat menghadirkan pakar sekaligus formulator pupuk organik Ir. Arif Isnanto sebagai narasumber utama.
Kehadiran Ir. Arif disambut antusias para petani yang datang dari berbagai daerah asal seperti, dari Purwekerto Banyumas, dari Jatijajar Kebumen, dari Cilacap, dan petani dari desa Kecila Kecamatan Kemranjen Banyumas, pada Sabtu, (28/11/25).
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami kualitas lahan sejak awal, termasuk pengukuran pH tanah, kebutuhan unsur hara, serta teknik pengolahan media tanam yang tepat. Menurutnya, tanah yang sehat menjadi kunci keberhasilan budidaya jangka panjang.
Arif juga memperkenalkan 16 unsur hara esensial yang wajib dipenuhi tanaman, baik unsur makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, hingga unsur mikro seperti boron, molibdenum, dan seng.
Pemahaman ini ditegaskan Arif, dinilai sangat penting agar para petani mampu menentukan kebutuhan nutrisi tanaman secara akurat tanpa bergantung penuh pada pupuk kimia.
Selain teori, narasumber memberikan edukasi praktis mengenai pemanfaatan potensi alami sebagai bahan baku pupuk organik—mulai dari sisa buah dan sayuran, sekam, jerami padi, hingga kotoran hewan. Semua itu dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun MOL (Mikro Organisme Lokal) yang murah dan mudah dibuat.
Dalam sesi lanjutan, Arif menjelaskan metode pengendalian hama alami melalui pestisida nabati berbahan dasar daun mimba, bawang putih, tembakau, hingga serai. Ia menegaskan bahwa pertanian organik bukan hanya soal pupuk, tetapi juga pembentukan ekosistem sehat yang minim residu kimia.
Yang tak kalah penting, Arif mendorong perubahan pola pikir petani agar lebih berorientasi pada pertanian berkelanjutan. Ketergantungan panjang terhadap pupuk kimia, katanya, harus diubah secara bertahap dengan membiasakan penggunaan bahan organik yang lebih aman dan ramah lingkungan.

HITV Mitra Tani bersama Tim Formulator Pupuk Organik dan Tani Unggul Mandiri foto bersama usai acara perbekalan pengolahan lahan berbasis Organik, di Desa Kecila Kecamatan Kemranjen Banyumas, 28 November 2025. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Kegiatan ditutup dengan pembentukan forum komunikasi petani melalui grup WhatsApp “TANI UNGGUL” sebagai ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar anggota.
Forum ini diharapkan menjadi sarana edukasi berkelanjutan dan tempat bertukar informasi terkait kendala maupun inovasi di lapangan.
Melalui edukasi ini, Kelompok Tani Unggul berharap dapat meningkatkan kualitas produksi pertanian sekaligus menjaga kesehatan tanah sebagai aset jangka panjang bagi keberlanjutan pangan di Desa Kecila dan sekitarnya. (/*/*/)
Editor: AYS
- Penulis: R. Ahdiyat
