PANEN MELON PENGHUJUNG PUASA, TARGET YANG MEMUASKAN
- account_circle
- calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Komoditas palawija semakin diperhitungkan oleh para petani. Jenis seperti cabai rawit, mentimun, ubi, buah naga, cabai hijau, semangka, melon, dan tomat menjadi primadona di pasaran. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. (dok*RA)
HITVBerita.com | Banyumas – Menjelang hari raya, sejumlah komoditas palawija semakin diperhitungkan oleh para petani. Jenis-jenis tanaman seperti cabai rawit, mentimun, ubi, buah naga, cabai hijau, semangka, melon, dan tomat menjadi primadona di pasaran. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, sehingga petani berupaya menyesuaikan waktu panen dengan momen tersebut.
Seperti yang dialami oleh Anwar, seorang petani dari Kelompok Tani Mandiri, binaan Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Anwar berhasil mencapai target panen melon dengan hasil yang memuaskan. Di lahan seluas seperempat hektar, ia bersama rekannya, Eko, menanam melon jenis Amanda yang kini memasuki masa panen.
“Panen kali ini terbilang sukses karena hingga usia 70 Hari Setelah Tanam (HST) tidak mengalami kendala yang berarti. Biaya perawatan juga tidak terlalu besar,” ujar Anwar kepada awak media. Ia menambahkan, “Alhamdulillah, target panen di penghujung bulan puasa tercapai. Bahkan, satu minggu sebelum panen sudah banyak bandar buah yang datang untuk membeli.

Anwar berhasil mencapai target panen melon dengan hasil yang memuaskan.dari Kelompok Tani Mandiri, binaan Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. (dok*RA).
“Menurut Anwar, budidaya melon memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan palawija lain seperti tomat dan semangka. Serangan virus akar (Fusarium) dan lalat buah menjadi ancaman utama yang bisa menyebabkan tanaman mati jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, ketelitian dalam perawatan sangat diperlukan agar hasil panen maksimal.
Ketua Umum APIKI Indonesia, Anto Suroto, SE, MM, menyatakan bahwa melon memiliki peluang besar tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga untuk ekspor. Ia mendorong para petani untuk lebih memanfaatkan lahan mereka saat jeda setelah panen padi agar bisa mendapatkan pendapatan tambahan.
“Jika budidaya palawija, termasuk melon, dilakukan secara serius dan menggunakan teknologi pertanian yang tepat, hasilnya bahkan bisa jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan harga padi. Oleh karena itu, petani harus mulai melihat peluang ini sebagai potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Anto Suroto.
Saat ini, pemasaran melon di daerah tersebut masih mengandalkan pedagang lokal. Salah satu alasannya adalah belum banyak petani yang tertarik menanam melon dalam skala besar. Namun, hingga saat ini pedagang lokal masih mampu membeli dengan harga yang menguntungkan bagi petani.
Panen melon di penghujung puasa ini menjadi bukti bahwa perencanaan waktu tanam yang tepat dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani, terutama dalam memenuhi tingginya permintaan pasar menjelang hari raya. APIKI Indonesia terus mendorong pengembangan sektor palawija agar semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pewarta: R. Ahdiyat
Editor: R. Ahdiyat
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar