Pelayanan Feri Tanjungpinang–Lingga Dikeluhkan, Warga Nilai Terjadi Monopoli Layanan
- account_circle Ruslan
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Akses laut dari Tanjungpinang ke Lingga kini kian terbatas. Warga hanya mengandalkan satu feri setiap hari setelah rute tersebut diambil alih PT Prima Buana.
HITVBERITA.COM – LINGGA | Masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengeluhkan berkurangnya pelayanan pelayaran rute Tanjungpinang–Lingga yang dinilai tidak memadai.
Saat ini, hanya terdapat satu jadwal pelayaran setiap hari yang dioperasikan oleh PT Prima Buana, setelah perusahaan tersebut mengambil alih rute dari operator sebelumnya. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena membatasi mobilitas dan aktivitas harian mereka yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Sebelumnya, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, seperti Superjet milik PT Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping yang melayani rute Tanjungpinang–Cempa–Dabo Singkep, serta feri yang menyinggahi Benan, Rejai, Sei Tenam, Dabo, dan Daik.
Namun, sejak pengambilalihan rute oleh PT Prima Buana, hanya satu kapal feri yang beroperasi setiap hari menuju Lingga. Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.
“Dulu ada Superjet dan beberapa rute ke Lingga, sekarang hanya satu feri per hari. Ini sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh salah seorang warga asal Lingga. Ia menilai persoalan transportasi antar pulau di Kepri tidak semestinya dipandang hanya sebagai bisnis, melainkan sebagai pelayanan publik untuk mempermudah akses masyarakat, memperpendek rentang kendali pemerintahan, serta membuka keterisolasian pulau-pulau kecil.
“Pemerintah pusat sudah memberikan bantuan satu feri cepat lintas Kepri di era Gubernur Pak Sani. Kalau seperti ini, kesannya terjadi monopoli dan dijalankan seenaknya,” katanya.
Masyarakat meminta Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau segera memberikan penjelasan dan mencari solusi agar pelayanan pelayaran di rute Tanjungpinang–Lingga kembali optimal dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi laut.
- Penulis: Ruslan

Saat ini belum ada komentar