Pemerintah Dekatkan Layanan, Warga Purwakarta Antusias Sambut Pelayanan Publik Terpadu
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Purwakarta Om Zein didampingi Sekda Norman Nugraha saat memantau pelayanan terpadu di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari. (Foto/Yosefa/HITV)
Penulis: Yosefa Putri Agustina Manalu
Upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memperluas akses pelayanan publik mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hal ini terlihat dalam gelaran *Pelayanan Publik Terpadu* yang digelar di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Selasa (5/8/2025).
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Kegiatan yang langsung dipantau Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein—akrab disapa Om Zein—merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan prima dan menjangkau warga hingga ke tingkat desa.
Didampingi Sekretaris Daerah Norman Nugraha, Bupati Purwakarta tersebut mengunjungi satu per satu stan layanan yang tersedia, mulai dari pembuatan dokumen kependudukan, layanan perizinan usaha, kesehatan umum dan lansia, pelayanan hewan peliharaan, hingga penyediaan pangan murah dan layanan perbankan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan pelayanan tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat pemerintahan,” ujar Om Zein di sela kunjungan.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan yang inklusif dan berkesinambungan. Pemerintah kabupaten berencana menggelar kegiatan serupa secara berkala di berbagai kecamatan.
Antusiasme warga tampak sejak pagi hari. Mereka memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mengurus berbagai keperluan administratif maupun menerima layanan kesehatan. Tidak hanya warga Desa Dangdeur, kegiatan ini juga menjangkau masyarakat dari desa-desa sekitarnya.
Camat Bungursari, Wawan Darmawan, mengatakan bahwa sedikitnya 17 jenis layanan publik disiapkan dalam program ini dan seluruhnya diberikan secara gratis.
“Program ini menyasar seluruh desa di wilayah kami. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk mengurus hal-hal administratif. Waktu dan biaya bisa ditekan,” kata Wawan.
Namun pun demikian, Wawan tak menampik adanya keterbatasan, terutama bagi warga yang bekerja di sektor industri dan kesulitan meninggalkan pekerjaan karena jadwal kerja yang padat. Pelayanan yang terpusat di satu desa pun dianggap belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga di jam-jam sibuk.
Keberhasilan program ini, menurut Wawan, tidak lepas dari sinergi antar perangkat daerah dan instansi terkait. Akses internet yang stabil di lokasi kegiatan juga turut menunjang kelancaran pelayanan, terutama untuk layanan berbasis digital.
Sejumlah layanan lain, seperti sunatan massal, bahkan telah digelar secara mandiri di tingkat desa. Ini menandakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat mulai bisa dipenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pusat pemerintahan kabupaten.
“Inovasi seperti ini penting untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Kami berharap ke depan, kolaborasi lintas sektor bisa terus diperkuat agar pelayanan makin merata,” ujar Wawan.
Program Pelayanan Publik Terpadu di Kecamatan Bungursari dinilai menjadi bukti konkret bagaimana pendekatan berbasis wilayah, dukungan teknologi, serta partisipasi masyarakat dapat menjadi kunci peningkatan pelayanan publik yang efisien dan merata. (//)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar