Peringatan Hari Lahir Pancasila di Purwakarta, Meneguhkan Komitmen terhadap Nilai Luhur Bangsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 2 Jun 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin bertindak sebagai Inspektur Upacara saat peringatan hari lahir Pancasila. (Dok/Foto/Raffa)
Reporter: Raffa Christ Manalu
Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat kabupaten di Taman Pasanggrahan, Alun-Alun Pemkab Purwakarta, Minggu (1/6/2025). Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara.
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Drs KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D.
Dalam amanatnya, ditegaskan kembali pentingnya memaknai Pancasila bukan sekadar sebagai dokumen historis, melainkan sebagai jiwa bangsa dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Hapidin.
Dalam pidato tersebut, Pancasila disebut sebagai perekat kebinekaan Indonesia yang terdiri atas lebih dari 270 juta jiwa, yang hidup dalam keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Kebinekaan itu dinilai sebagai kekuatan, bukan hambatan, dalam membangun bangsa yang inklusif dan berkeadaban.
Amanat juga menyoroti delapan agenda prioritas atau Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, dengan penekanan pada penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Penguatan ini dinilai penting untuk mencegah arah pembangunan yang lepas dari pijakan ideologis, yang berisiko menimbulkan ketimpangan dan dehumanisasi.
Revitalisasi nilai-nilai Pancasila, demikian dijelaskan, perlu dilakukan lintas sektor. Di bidang pendidikan, penanaman nilai dilakukan melalui pembiasaan sikap dan perilaku yang sesuai dengan Pancasila sejak usia dini. Di bidang pemerintahan, pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat menjadi indikator keberhasilan birokrasi. Sementara itu, dalam sektor ekonomi, keadilan sosial menjadi pijakan utama melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
Di ruang digital, tantangan kebangsaan hadir dalam bentuk intoleransi dan polarisasi. Karena itu, penting dibangun kesadaran kolektif akan etika, toleransi, dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya.
Sebagai penutup, Hapidin mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum reflektif untuk memperkuat nilai-nilai dasar bangsa. Ia menekankan, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh capaian ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh integritas moral dan kebijaksanaan rakyatnya.
“Masa depan bangsa berada di tangan seluruh rakyat Indonesia. Pancasila harus tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ujar Hapidin. (**)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar