Jumat, 26 Jun 2026
light_mode

Presiden RI Akan Berpihak ke Mana di Tengah Ancaman Perang Dunia Ketiga?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Dewan Etik MIO Indonesia 

Dunia saat ini berada pada fase paling genting sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. Ketegangan geopolitik global tidak lagi sekadar wacana diplomatik, melainkan telah menjelma menjadi kesiapsiagaan militer nyata antara dua kekuatan besar dunia beserta blok sekutunya. Pertanyaan besar pun muncul: di mana posisi Indonesia jika perang dunia ketiga benar-benar pecah?

SEBAGAI negara berdaulat yang berada di kawasan strategis Indo-Pasifik, Indonesia tidak boleh menutup mata. Ancaman perang global bukan isu jauh di luar negeri, melainkan potensi bahaya yang dapat menyeret bangsa ini ke pusaran konflik terbesar abad ini.

Dunia Terbelah dalam Dua Blok Kekuatan

SAAT ini, dunia praktis terbagi ke dalam dua blok besar. Di satu sisi, Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk NATO dan Israel. Di sisi lain, Rusia yang didukung oleh China, Korea Utara, dan Iran. Ketegangan antara kedua kubu ini terus meningkat, mulai dari perang terbuka di Ukraina, konflik berkepanjangan di Timur Tengah, hingga rivalitas ekonomi dan teknologi antara Amerika dan China.

Perang Ukraina bukan semata konflik regional. Ia adalah medan uji kekuatan, penguras logistik, sekaligus strategi jangka panjang untuk melemahkan Rusia sebelum konfrontasi global mencapai titik puncaknya. Biaya perang yang mencapai ribuan triliun rupiah per tahun dan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar menunjukkan bahwa dunia tengah dipaksa memasuki babak baru peperangan modern.

Perlombaan Senjata dan Teknologi Perang

SEJAK berakhirnya Perang Dunia Kedua, negara-negara besar tidak pernah benar-benar berhenti bersiap. Selama lebih dari 80 tahun, dunia menyaksikan perlombaan senjata paling masif dalam sejarah manusia: rudal jarak jauh, senjata nuklir, kapal selam strategis, drone tempur, kapal tanpa awak, hingga konsep “perang bintang” di angkasa luar.

Industri persenjataan dibangun secara rahasia di Amerika, Eropa, Rusia, dan Asia. Pangkalan militer didirikan tidak hanya di darat dan laut, tetapi juga di wilayah udara dan luar angkasa. Semua ini disiapkan dengan satu tujuan utama: bertahan hidup dan menguasai dunia.

Kepentingan Ekonomi di Balik Perang

PERANG modern tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu terkait erat dengan kepentingan ekonomi global: penguasaan sumber daya alam, energi, pasar dunia, jalur perdagangan, hingga pengendalian populasi dan teknologi. Para pemilik modal besar dunia—para miliarder global—pada dasarnya sedang berjudi atas masa depan umat manusia.

Perang dagang antara Amerika dan China sejak 2010 hingga 2025 membuktikan bahwa dominasi global kini tidak hanya ditentukan oleh senjata, tetapi juga oleh industri, teknologi chip, dan kekuatan ekonomi. China, dengan strategi jangka panjangnya, berhasil menguasai pasar global, termasuk industri elektronik dan persenjataan, yang membuat Amerika mengambil langkah-langkah proteksionis ekstrem.

Indo-Pasifik dan Ancaman Langsung bagi Indonesia

YANG paling mengkhawatirkan, Amerika Serikat secara terbuka mengalihkan fokus potensi medan Perang Dunia Ketiga ke kawasan Indo-Pasifik, bukan lagi Timur Tengah. Kawasan ini adalah jalur strategis perdagangan dan militer dunia—dan Indonesia berada tepat di jantungnya.

Samudra Indo-Pasifik bersinggungan langsung dengan Indonesia, China, Jepang, Korea, Australia, dan Asia Tenggara. Jika perang besar pecah di kawasan ini, Indonesia hampir pasti terdampak, baik sebagai sasaran strategis maupun sebagai medan perebutan pengaruh militer.

Indonesia Tidak Bisa Netral dalam Kehancuran Global

DALAM kondisi seperti ini, saya menilai Indonesia tidak boleh terjebak dalam ilusi bahwa posisi nonblok akan sepenuhnya melindungi kita. Sejarah membuktikan, negara dengan posisi geografis strategis justru menjadi sasaran pertama perebutan pengaruh kekuatan besar.

Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, harus menyiapkan seluruh instrumen negara—dari pertahanan, diplomasi, hingga ketahanan pangan dan energi—untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Indonesia harus siap mempertahankan kedaulatan, bahkan jika itu berarti terlibat langsung dalam dinamika konflik global demi menjaga eksistensi bangsa.

Penutup

MEMASUKI tahun 2026, pertanyaan tentang kapan Perang Dunia Ketiga terjadi mungkin tinggal soal waktu. Yang lebih penting adalah menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah Indonesia siap, dan ke mana arah keberpihakan nasional akan ditentukan?

Sejarah tidak menunggu negara yang lengah.


Narasumber/Penulis:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
>Pakar Hukum Internasional
>Presiden Partai Oposisi Merdeka
>Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Abaikan Temuan BPK, Aktivis Anti Korupsi Siap Laporkan Direksi WIKA ke KPK

    Diduga Abaikan Temuan BPK, Aktivis Anti Korupsi Siap Laporkan Direksi WIKA ke KPK

    • 0Komentar

    Dugaan pengabaian terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyeret nama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA ke pusaran sorotan publik. Sejumlah pegiat anti korupsi menyatakan akan melaporkan direksi dan jajaran perusahaan pelat merah itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MEDAN, HITV — Langkah itu dipicu oleh sikap perusahaan plat merah tersebut yang dinilai tidak […]

  • The Chosen: Last Supper – Part 1 2025 5.1 Audio To𝚛rent

    The Chosen: Last Supper – Part 1 2025 5.1 Audio To𝚛rent

    • 0Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD LINK Jesus redokes the hole in the hole, but the shis’s father’s house steel turned from the Corpeer market. Since the Jewish high priest’s lawyer, Wold’s Messiah, Jesus first strikes the corruption chamber. These are: Last Dinner – Part 1 2025 Online Movie These are: Last Dinner – Part […]

  • Polsek Singkep Barat Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Sambut HUT Ke-80 RI

    Polsek Singkep Barat Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Sambut HUT Ke-80 RI

    • 0Komentar

    Penulis Ruslan LGA  Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Sektor (Polsek) Singkep Barat mengajak masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan. HITVBERITA.COM | Lingga — Pada Selasa (5/8/2025), jajaran Polsek Singkep Barat membagikan sekaligus memasang 30 Bendera Merah Putih di sejumlah […]

  • KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diduga Peras Perusahaan dalam Sertifikasi K3

    KPK Tahan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diduga Peras Perusahaan dalam Sertifikasi K3

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer, sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan sejumlah perusahaan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Tenaga Kerja. HITVBERITA.COM | Jakarta –Penetapan tersangka diumumkan setelah KPK menggelar ekspose hasil OTT yang berlangsung pada Rabu […]

  • Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Purwakarta Siapkan Berbagai Langkah Strategis

    Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Purwakarta Siapkan Berbagai Langkah Strategis

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM PURWAKARTA | Berbagai langkah strategis disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, untuk terus menekan angka pengangguran. Mulai dari membuka peluang kerja melalui penyelenggaraan job fair, kerjasama dengan dunia industri, mengembangkan dunia kewirausahaan (entrepreneurship) hingga membuka program pelatihan peningkatan keterampilan para pencari kerja. “Berbagai langkah yang kami siapkan itu terbukti efektif dalam menekan angka pengangguran. […]

  • Oknum TNI Diduga Mabuk, Kejar PSK hingga Masuk ke Rumah Warga di Ciracas

    Oknum TNI Diduga Mabuk, Kejar PSK hingga Masuk ke Rumah Warga di Ciracas

    • 1Komentar

    HITVBERITA.COM | CIRACAS – YKN, yang disebut berasal dari Kesatuan Brigif 201 Gandaria itu, dilaporkan mengejar seorang pekerja seks komersial (PSK) di lokasi Boker hingga masuk ke rumah salah satu tokoh masyarakat setempat. Menurut keterangan warga, YKN memaksa masuk ke dalam rumah warga yang menjadi tempat persembunyian perempuan bernama “Bunga” (Red- Bukan nama sebenarnya). Namun, […]

expand_less