Rabu, 7 Okt 2026
dark_mode

Presiden RI Akan Berpihak ke Mana di Tengah Ancaman Perang Dunia Ketiga?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Dewan Etik MIO Indonesia 

Dunia saat ini berada pada fase paling genting sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. Ketegangan geopolitik global tidak lagi sekadar wacana diplomatik, melainkan telah menjelma menjadi kesiapsiagaan militer nyata antara dua kekuatan besar dunia beserta blok sekutunya. Pertanyaan besar pun muncul: di mana posisi Indonesia jika perang dunia ketiga benar-benar pecah?

SEBAGAI negara berdaulat yang berada di kawasan strategis Indo-Pasifik, Indonesia tidak boleh menutup mata. Ancaman perang global bukan isu jauh di luar negeri, melainkan potensi bahaya yang dapat menyeret bangsa ini ke pusaran konflik terbesar abad ini.

Dunia Terbelah dalam Dua Blok Kekuatan

SAAT ini, dunia praktis terbagi ke dalam dua blok besar. Di satu sisi, Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk NATO dan Israel. Di sisi lain, Rusia yang didukung oleh China, Korea Utara, dan Iran. Ketegangan antara kedua kubu ini terus meningkat, mulai dari perang terbuka di Ukraina, konflik berkepanjangan di Timur Tengah, hingga rivalitas ekonomi dan teknologi antara Amerika dan China.

Perang Ukraina bukan semata konflik regional. Ia adalah medan uji kekuatan, penguras logistik, sekaligus strategi jangka panjang untuk melemahkan Rusia sebelum konfrontasi global mencapai titik puncaknya. Biaya perang yang mencapai ribuan triliun rupiah per tahun dan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar menunjukkan bahwa dunia tengah dipaksa memasuki babak baru peperangan modern.

Perlombaan Senjata dan Teknologi Perang

SEJAK berakhirnya Perang Dunia Kedua, negara-negara besar tidak pernah benar-benar berhenti bersiap. Selama lebih dari 80 tahun, dunia menyaksikan perlombaan senjata paling masif dalam sejarah manusia: rudal jarak jauh, senjata nuklir, kapal selam strategis, drone tempur, kapal tanpa awak, hingga konsep “perang bintang” di angkasa luar.

Industri persenjataan dibangun secara rahasia di Amerika, Eropa, Rusia, dan Asia. Pangkalan militer didirikan tidak hanya di darat dan laut, tetapi juga di wilayah udara dan luar angkasa. Semua ini disiapkan dengan satu tujuan utama: bertahan hidup dan menguasai dunia.

Kepentingan Ekonomi di Balik Perang

PERANG modern tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu terkait erat dengan kepentingan ekonomi global: penguasaan sumber daya alam, energi, pasar dunia, jalur perdagangan, hingga pengendalian populasi dan teknologi. Para pemilik modal besar dunia—para miliarder global—pada dasarnya sedang berjudi atas masa depan umat manusia.

Perang dagang antara Amerika dan China sejak 2010 hingga 2025 membuktikan bahwa dominasi global kini tidak hanya ditentukan oleh senjata, tetapi juga oleh industri, teknologi chip, dan kekuatan ekonomi. China, dengan strategi jangka panjangnya, berhasil menguasai pasar global, termasuk industri elektronik dan persenjataan, yang membuat Amerika mengambil langkah-langkah proteksionis ekstrem.

Indo-Pasifik dan Ancaman Langsung bagi Indonesia

YANG paling mengkhawatirkan, Amerika Serikat secara terbuka mengalihkan fokus potensi medan Perang Dunia Ketiga ke kawasan Indo-Pasifik, bukan lagi Timur Tengah. Kawasan ini adalah jalur strategis perdagangan dan militer dunia—dan Indonesia berada tepat di jantungnya.

Samudra Indo-Pasifik bersinggungan langsung dengan Indonesia, China, Jepang, Korea, Australia, dan Asia Tenggara. Jika perang besar pecah di kawasan ini, Indonesia hampir pasti terdampak, baik sebagai sasaran strategis maupun sebagai medan perebutan pengaruh militer.

Indonesia Tidak Bisa Netral dalam Kehancuran Global

DALAM kondisi seperti ini, saya menilai Indonesia tidak boleh terjebak dalam ilusi bahwa posisi nonblok akan sepenuhnya melindungi kita. Sejarah membuktikan, negara dengan posisi geografis strategis justru menjadi sasaran pertama perebutan pengaruh kekuatan besar.

Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, harus menyiapkan seluruh instrumen negara—dari pertahanan, diplomasi, hingga ketahanan pangan dan energi—untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Indonesia harus siap mempertahankan kedaulatan, bahkan jika itu berarti terlibat langsung dalam dinamika konflik global demi menjaga eksistensi bangsa.

Penutup

MEMASUKI tahun 2026, pertanyaan tentang kapan Perang Dunia Ketiga terjadi mungkin tinggal soal waktu. Yang lebih penting adalah menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah Indonesia siap, dan ke mana arah keberpihakan nasional akan ditentukan?

Sejarah tidak menunggu negara yang lengah.


Narasumber/Penulis:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
>Pakar Hukum Internasional
>Presiden Partai Oposisi Merdeka
>Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Pelabuhan Nizam Zachman Dilaksanakan Bersama 80 Kapal Ikan

    Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Pelabuhan Nizam Zachman Dilaksanakan Bersama 80 Kapal Ikan

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Kalaus Naibaho Ada yang baru dalam upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta, Muara Baru, Jakarta Utara, Minggu (17/8/2025).Jika biasanya dilaksanakan hanya bersama instansi terkait seperti perusahaan perikanan, TNI AL, Polair, Bakamla, PSDKP, dan stakeholder lain, kali ini upacara dilaksanakan di atas kapal ikan. HITVBERITA.COM | Jakarta —Menariknya, […]

  • MIO Indonesia Tegaskan Sinergi dengan IPJI, Dukung Kepemimpinan Baru Dr. Kun Wardana Abyoto

    MIO Indonesia Tegaskan Sinergi dengan IPJI, Dukung Kepemimpinan Baru Dr. Kun Wardana Abyoto

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    Penulis:  Iswanizar Dua Organisasi Pers Nasional Perkuat Kolaborasi Literasi dan Etika Jurnalistik di Era Digital HITVBERITA.COM | Jakarta — Hubungan antara dua organisasi pers nasional, Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), kian menunjukkan arah sinergi yang positif. ‎Hal itu tampak dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-V IPJI yang […]

  • PLN dan Pemkab Belitung Sepakati Kerja Sama Ketenagalistrikan, Dorong Energi Bersih dan Dukung Sektor Pariwisata

    PLN dan Pemkab Belitung Sepakati Kerja Sama Ketenagalistrikan, Dorong Energi Bersih dan Dukung Sektor Pariwisata

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • 0Komentar

    Penulis: ISWANDI   Upaya memperkuat infrastruktur kelistrikan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten Belitung bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani kesepakatan bersama guna memperluas sinergi dalam penyediaan tenaga listrik yang andal, berkelanjutan, dan inklusif bagi masyarakat   HITVBERITA.COM | Tanjungpandan — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Belitung […]

  • Komitmen Menuju Kota Zero Miras, Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 3.207 Botol Miras

    Komitmen Menuju Kota Zero Miras, Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 3.207 Botol Miras

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • 0Komentar

    Pemusnahan 3.207 botol miras hasil sitaan Satpol PP dari toko berkedok grosir air mineral. (Foto: Istimewa) Penulis: Josep Minar Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menegaskan sikapnya terhadap peredaran minuman keras yang dibuktikan dengan pemusnahan sebanyak 3.207 botol miras dari 19 merek berbeda di halaman Balai Kota Tasikmalaya, Kamis pagi (28/8/2025). HITVBERITA.COM | Tasikmalaya – Ribuan botol […]

  • PWI Subang Tegaskan Soliditas, Tetap Dipimpin Jaenal Mutaqin

    PWI Subang Tegaskan Soliditas, Tetap Dipimpin Jaenal Mutaqin

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • 0Komentar

      Reporter: Mangasih Saor Marulitua Editor: Raffa C Manalu   Di tengah dinamika dualisme kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, jajaran pengurus dan anggota PWI Subang menegaskan sikap untuk tetap solid dan berada dalam satu komando organisasi.   HITVBERITA.COM | Subang— Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor PWI Subang, Senin (26/5), […]

  • Sumur Maut Gerakan 30 September/PKI Di Lubang Buaya Jakarta Timur

    Sumur Maut Gerakan 30 September/PKI Di Lubang Buaya Jakarta Timur

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • 0Komentar

    HITV Berita.Com | Jakarta – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, setiap tahunnya diperingati oleh Bangsa Indonesia. Kisah Kelam yang dialami oleh 6 Perwira Tinggi dan 1 Perwira Menengah Angkatan Darat di tahun 1965 tersebut, menjadi tonggak sejarah yang tidak akan pernah terlupakan, mereka adalah : Letjen Ahmad Yani, Mayjen MT Haryono, Mayjen S.Parman, Mayjen […]

expand_less