Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Di tengah gejolak geopolitik global, satu fakta kembali menampar kesadaran kita: Indonesia masih sangat bergantung pada energi dari luar negeri. Setiap kali harga minyak naik, setiap kali jalur distribusi terganggu, setiap kali konflik memanas, yang ikut bergetar bukan hanya pasar global, tetapi juga APBN, nilai tukar rupiah, dan daya beli rakyat.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah bergerak melalui jalur diplomasi. Itu wajar. Bahkan perlu. Namun ada satu kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi: selama kita masih bergantung pada pasokan luar, posisi kita dalam negosiasi akan selalu terbatas. Kita bisa meminta, tetapi belum tentu bisa menentukan.

Diskon harga, prioritas pasokan, atau perlakuan khusus bukanlah sesuatu yang diberikan karena simpati. Dalam dunia energi global, semua ditentukan oleh kepentingan, posisi tawar, dan kekuatan sistem ekonomi. Negara yang kuat bukan yang paling sering bernegosiasi, tetapi yang paling sedikit bergantung.

Masalah Indonesia bukan sekadar pada hasil diplomasi yang belum optimal. Masalah yang lebih dalam adalah struktur ekonomi yang masih rentan. Kita terlalu lama membangun ekonomi yang bergantung pada arus luar, sementara kekuatan dari dalam belum benar-benar terorganisasi.

Ketika harga minyak naik, negara harus bekerja ekstra menjaga stabilitas. Anggaran ditekan, ruang fiskal menyempit, dan berbagai skenario darurat disiapkan. Ini menunjukkan satu hal: ketahanan kita masih bersifat reaktif, bukan struktural.

Kita seperti terus memadamkan api, tetapi belum membangun sistem yang membuat rumah kita tahan terhadap kebakaran.

Padahal Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, jutaan UMKM, serta sumber daya yang melimpah, Indonesia memiliki semua syarat untuk membangun kekuatan ekonomi dari dalam. Namun potensi itu masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi dalam satu sistem yang saling menguatkan.

Di sinilah perubahan arah harus dilakukan.

Indonesia tidak cukup hanya memperkuat diplomasi. Indonesia harus membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Kedaulatan ini bukan berarti menutup diri dari dunia. Tetapi memastikan bahwa kebutuhan dasar bangsa—energi, pangan, dan ekonomi rakyat—memiliki fondasi yang kuat dari dalam negeri. Ketika fondasi ini kokoh, gejolak global tidak lagi menjadi ancaman besar, melainkan hanya tantangan yang bisa dikelola.

Salah satu pendekatan yang dapat mempercepat hal ini adalah membangun sistem ekonomi berbasis komunitas melalui Snowball Business Model (SBM). Dalam model ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Pasar tidak lagi dicari keluar, tetapi dibangun dari dalam.

Jika model seperti ini dikembangkan secara luas melalui koperasi, desa, dan jaringan UMKM, maka arus ekonomi akan berputar di dalam negeri. Ketergantungan terhadap pasar dan pasokan luar akan berkurang, dan posisi Indonesia dalam percaturan global akan meningkat secara alami.

Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi “berapa harga minyak dunia hari ini”, tetapi “seberapa kuat sistem ekonomi kita menghadapi perubahan harga itu”.

Selama kita masih bergantung, setiap krisis global akan terasa sebagai ancaman. Tetapi jika kita berdaulat, krisis global hanya akan menjadi ujian yang bisa dilewati.

Diplomasi tetap penting. Tetapi tanpa kekuatan dari dalam, diplomasi hanya menjadi upaya jangka pendek.

Saatnya Indonesia berhenti sekadar bertahan, dan mulai membangun kekuatan.

Bukan dari luar. Tetapi dari dalam.

(\•/)

Tentang Penulis:
Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Hari Raya Idul Adha, Polda Babel Siapkan Pengamanan Solat Ied Hingga Pembagian Hewan Qurban

    Jelang Hari Raya Idul Adha, Polda Babel Siapkan Pengamanan Solat Ied Hingga Pembagian Hewan Qurban

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo akan memberikan perhatian pada pengamanan jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Hal ini disampaikannya langsung usai apel pemberian penghargaaan kepada puluhan personel di Halaman Mapolda, Rabu (28/5/25) pagi. “Kita akan lakukan pengamanan seperti biasa pada kegiatan-kegiatan keagamanan. Kalau ada takbir malam, kita […]

  • Agen Resmi Tiket Bus Sumber Alam Hadir di Buntu, Banyumas

    Agen Resmi Tiket Bus Sumber Alam Hadir di Buntu, Banyumas

    • 0Komentar

    Penulis: R. Ahdiyat Akses transportasi di wilayah pedesaan Banyumas kini semakin terbuka. Di Jalan Raya Buntu telah hadir agen resmi penjualan tiket bus yang melayani berbagai jurusan antar kota maupun antar provinsi. ‎ HITVBERITA.COM | Banyumas – Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Buntu dan sekitarnya. Hadirnya agen resmi penjualan tiket bus Sumber Alam yang beralamat […]

  • Jembatan Garuda Dibangun, Akses Warga Pademangan Timur Diperbaiki

    Jembatan Garuda Dibangun, Akses Warga Pademangan Timur Diperbaiki

    • 0Komentar

    Pembangunan Jembatan Garuda di kawasan Kali Sentiong, Pademangan Timur, Jakarta Utara, resmi dimulai, Rabu (25/3/2026). Proyek ini diharapkan mampu memperbaiki aksesibilitas warga sekaligus mendorong kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. JAKARTA UTARA, HITV— Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung di Jalan Pesanggrahan RT 06/RW 12 sejak pukul 08.00 WIB, dipimpin Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf […]

  • Satlantas Polres Belitung Jaring Pelanggar Lalu Lintas Lewat ETLE Handheld

    Satlantas Polres Belitung Jaring Pelanggar Lalu Lintas Lewat ETLE Handheld

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Belitung – Satuan Lalu Lintas Polres Belitung terus berupaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Belitung. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Dakgar Lantas (Hunting System) berbasis ETLE Handheld yang dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di sejumlah ruas jalan seputaran […]

  • Mudahkan Masyarakat, Dit Lantas Polda Babel Hadirkan Inovasi Layanan Bayar Pajak Kendaraan

    Mudahkan Masyarakat, Dit Lantas Polda Babel Hadirkan Inovasi Layanan Bayar Pajak Kendaraan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Sebagai upaya memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi kendaraan, Direktorat Lalu Lintas Polda Bangka Belitung telah melakukan berbagai terobosan inovatif. Bekerjasama dengan berbagai instansi, Ditlantas Polda Babel terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan bermotor. “Kita telah bekerjasama dengan Bakuda Provinsi, Jasa Raharja dan juga Bank Sumsel […]

  • Dalam Sepekan, 2.690 Kendaraan Manfaatkan Pemutihan Pajak di Bangka Belitung

    Dalam Sepekan, 2.690 Kendaraan Manfaatkan Pemutihan Pajak di Bangka Belitung

    • 1Komentar

    Sebanyak 2.690 kendaraan tercatat memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam sepekan terakhir. Program ini berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2025. HITVBERITA.COM | Pangkal Pinang— Direktur Lalu Lintas Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Hendra Gunawan, Kamis (8/5/2025), mengatakan jumlah tersebut dihimpun melalui […]

expand_less