Ratusan Kurir Lazada Logistic Gerudug Kantor Disnakertrans Karawang!
- account_circle
- calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
- visibility 64
- print Cetak

Ratusan kurir Lazada Logistic saat Gerudug Kantor Disnakertrans Kabupaten Karawang. (Dok/Foto/Raffa)
Ratusan Kurir Ekspedisi Lastana Express Indonesia (Lazada Logistic) Melakukan Aksi Protes di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Pada Selasa, 18 Maret 2025.
HITVBETITA.COM | Karawang – Mereka melakukan pengaduan ke Disnakertrans wilayah setempat, karena merasa belum menerima hak bantuan hari raya (BHR) dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Aksi ini juga telah menunjukkan rasa ketidakpuasan ratusan kurir terhadap perusahaan, sehingga timbul upaya kebersamaan untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Koordinator aksi, Astriyanto mengatakan, pihaknya melakukan aksi mogok kerja ini hanya menuntut kepedulian dari perusahaan yang menaungi kerja mereka. Sebab, pemerintah pusat sudah mengumumkan bahwa tenaga kerja, seperti ojol dan kurir berhak mendapatkan bantuan hari raya (BHR).
“Kita sudah bekerja keras melebihi yang lain, sedangkan kepedulian perusahaan tidak ada. Kita hanya diberikan sembako,” kata Astriyanto kepada wartawan disela-sela aksi.
Menurutnya, tuntutan ini sangat mendesak bagi para kurir, sehingga bantuan hari raya begitu diharapkan. Kita bekerja tanpa kenal waktu, namun gaji yang diterima rata-rata di bawah upah minimum regional (UMR).
Sebanyak 158 kurir yang datang ke Disnakertrans, lanjut dia, sangat berharap bantuan hari raya segera cair, agar mereka bisa membeli baju lebaran untuk anak istri serta membayar zakat.
“Kita dalam bekerja melebihi tuyul dan tidak mengenal waktu. Pembantu saja yang notabene tidak memperkaya majikannya diberikan tunjangan hari raya (THR), sementara kita yang tak kenal waktu dan cuaca hanya dikasih bingkisan,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Septian Teguh, tahun sebelumnya para kurir masih bisa bertahan lantaran volume paket terbilang tinggi. “Tahun sekarang turun, jadi kita kebingungan,” ungkap Septian.
Dengan kondisi ini, lanjut Septian, mereka memutuskan untuk melakukan mogok kerja bersama, hingga perusahaan memperhatikan kesejahteraan para kurir.
“Saat ini kita benar-benar lagi dibawah, yang dibutuhkan rekan-rekan cuman perhatian lebih, tidak berbentuk apa-apa. Kita pastikan mogok kerja ini berlangsung sampai ada perubahan kebijakan dari perusahaan yang memperhatikan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi berjanji akan mengawal pencairan BHR bagi kurir Lazada Logistic.
“Kami akan tindaklanjuti. Saya sudah instruksikan mediator untuk berkoordinasi dengan Lazada Logistic,” kata Rosmalia.
Menurutnya, bantuan hari raya ini harus dibayarkan, sebab para kurir secara patuh membayar kewajiban pajak, ditambah saat bekerja keadaan penuh resiko. Jika nanti perusahaan tetap tidak mau bayar, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan dan memberikan penegasan.
“Mereka itu kerja berat loh, di jalan itu resikonya sangat tinggi. Harusnya di cover BPJS-nya juga. Kalau tidak berhasil nanti, kita akan undang semua, termasuk pihak BPJS hingga kepolisian untuk membahasnya. Saya juga akan langsung sampaikan masalah ini ke Bupati, sebab mereka bayar pajak,” tegasnya.
(HI/Network)
Pewarta: Raffa Christ Manalu
Editor: Redaksi HITV
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar