Renovasi SD 011 Tanjung Harapan Disorot: Proyek Bernilai Setengah Miliar Masih Gunakan Bahan Lama
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
- visibility 29
- print Cetak
Renovasi SD 011 Tanjung Harapan Disorot: Proyek Bernilai Setengah Miliar Masih Gunakan Bahan Lama
Penulis: Ruslan LGA
Sebuah proyek renovasi di SD Negeri 011 Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, menuai tanda tanya dari masyarakat. Meski dikabarkan menelan anggaran hampir setengah miliar rupiah, pelaksanaannya dinilai janggal karena masih menggunakan bahan-bahan bangunan lama.
HITVBERITA.COM |Lingga – Penelusuran Hitvberita.com pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB menemukan sejumlah bagian bangunan sekolah yang tengah diperbaiki tampak memakai material kayu bekas. Sejumlah pekerja di lokasi membenarkan hal itu.
“Kami disuruh pakai kayu-kayu lama yang masih bagus. Katanya biar hemat,” ujar salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Proyek renovasi tersebut mencakup tiga ruang kelas dan dilaksanakan dengan skema perbaikan total. Namun keputusan untuk memanfaatkan kembali material lama memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas dan keselamatan bangunan, terutama karena sekolah menjadi ruang aktivitas harian bagi anak-anak usia dini.
Hemat Anggaran atau Abaikan Kualitas?
Masyarakat menilai, efisiensi anggaran tidak seharusnya mengorbankan kualitas hasil pekerjaan. Beberapa warga Tanjung Harapan menyebut, proyek dengan nilai ratusan juta rupiah semestinya mampu menghadirkan gedung sekolah yang layak, kuat, dan aman.
“Kalau nilainya sampai ratusan juta tapi masih pakai bahan bekas, masyarakat wajar bertanya. Ini kan untuk anak-anak kami belajar,” ujar seorang warga yang tinggal tak jauh dari sekolah itu.
Pihak sekolah dan pemerintah daerah hingga kini belum memberikan penjelasan resmi terkait pelaksanaan proyek dan alasan penggunaan material lama. Padahal, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam pengawasan dana pembangunan pendidikan di daerah.
Harapan Transparansi dan Akuntabilitas
Bagi warga, renovasi SD 011 Tanjung Harapan bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di wilayah pesisir Lingga.
Mereka berharap pelaksanaan renovasi benar-benar berorientasi pada peningkatan mutu sarana belajar, bukan semata menyelesaikan pekerjaan administratif.
“Kami ingin sekolah ini kuat dan nyaman, bukan hanya tampak baru di luar. Pemerintah perlu turun langsung memastikan hasilnya sesuai standar,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Proyek ini kini menjadi sorotan. Masyarakat menantikan klarifikasi terbuka dari instansi terkait agar publik dapat memahami sejauh mana pelaksanaan renovasi dilakukan sesuai spesifikasi, dan apakah penggunaan bahan lama memang dibenarkan dalam perencanaan proyek. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar