Sekolah Unggulan sebagai Kunci Menyongsong Indonesia Emas 2045 di Kepulauan Riau
- account_circle Ismail Ratusimbangan
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- print Cetak

Oleh: Ismail Ratusimbangan
Menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, Provinsi Kepulauan Riau dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang yang tidak kecil.
LETAK geografis Provinsi Kepri yang strategis, berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, semestinya menjadi keunggulan kompetitif. Namun keunggulan itu hanya akan bermakna apabila ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan siap bersaing.
Dalam konteks itulah, gagasan membangun program sekolah unggulan di setiap kabupaten/kota di Kepulauan Riau menjadi sangat relevan dan mendesak. Program ini bukan sekadar peningkatan label institusi pendidikan, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan SMA sederajat memiliki kompetensi yang memadai—baik untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun untuk langsung terjun ke dunia kerja.
Selama ini, masih banyak lulusan SMA di Kepulauan Riau yang menghadapi kendala dalam memasuki dunia kerja. Salah satu persoalan mendasar adalah keterbatasan kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin, yang justru menjadi kebutuhan utama di wilayah dengan aktivitas industri dan perdagangan internasional seperti Kepri. Akibatnya, peluang kerja yang sebenarnya terbuka lebar tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal.
Di sinilah peran pemerintah provinsi menjadi krusial. Dinas Pendidikan perlu merancang kebijakan yang terarah dalam menciptakan sekolah-sekolah unggulan dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan globalisasi. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga penguatan soft skills, penguasaan teknologi, serta kemampuan komunikasi lintas bahasa dan budaya.
Namun, program sekolah unggulan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi konkret antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Jika provinsi fokus pada pembangunan dan penguatan sekolah unggulan, maka pemerintah kabupaten/kota dapat mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah peningkatan keterampilan praktis. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem pendidikan dan pelatihan yang utuh—dari teori hingga praktik.
Sayangnya, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa sebagian pemangku kebijakan masih bekerja dalam pola normatif. Anggaran yang tersedia belum sepenuhnya diarahkan secara maksimal untuk pengembangan SDM. Padahal, bagi Kepulauan Riau yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah, investasi terbesar dan paling strategis adalah pada kualitas manusianya.
Program sekolah unggulan juga perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang yang lebih produktif dibandingkan kebijakan populis berbasis subsidi semata. Subsidi memang memberikan dampak instan, tetapi tidak selalu menyentuh akar persoalan. Sebaliknya, pendidikan berkualitas akan melahirkan generasi yang mandiri, kompetitif, dan mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari peluang.
Ke depan, pertanyaan mendasarnya bukan lagi “apakah kita mampu?”, melainkan “apakah kita mau dan siap?”. Komitmen dan keberanian para pemimpin daerah di Kepulauan Riau akan menjadi penentu. Jika serius membangun SDM unggul melalui program sekolah unggulan yang terintegrasi, bukan tidak mungkin Kepri akan menjadi model percontohan nasional dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai di era global.
Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan. Ia adalah target yang harus dipersiapkan dengan langkah nyata hari ini. Dan dari Kepulauan Riau, langkah itu bisa dimulai dari ruang-ruang kelas yang melahirkan generasi unggul masa depan. (\•/)
Penulis adalah Ketua DPW Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau | Ketua Umum Aliansi LSM/ORMAS Peduli Kepri
- Penulis: Ismail Ratusimbangan






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.