Wagub Kalteng Buka Lomba Karya Tulis Daerah, Dorong Pelajar Rawat Identitas Budaya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penulis: Kistolani Mangun Jaya
HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo membuka Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita Daerah tingkat SMA/SMK/MA se-Kalimantan Tengah 2025, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang digelar di Aula Jayang Tingang itu diikuti pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Edy menekankan pentingnya penguatan literasi dan pemahaman budaya lokal di kalangan generasi muda. Menurut dia, arus teknologi digital seharusnya tidak menjauhkan pelajar dari akar budaya, tetapi justru membuka ruang baru untuk merawat dan memperkenalkan kekayaan daerah.
“Perkembangan digital harus sejalan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan pemahaman budaya. Generasi muda perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mengangkat potensi daerah, termasuk melalui karya tulis, film dokumenter, dan produk kreatif lainnya,” ujar Edy.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para peneliti, pegiat budaya, dan pihak-pihak yang selama ini melakukan pendokumentasian serta pelestarian koleksi budaya daerah. Upaya tersebut, kata Edy, menjadi penyangga penting keberlanjutan sejarah dan akses pengetahuan bagi masyarakat luas.
“Karya para peserta bukan hanya sekadar untuk lomba, tetapi bagian dari pelestarian budaya. Anak-anak muda harus berani menggali kembali cerita rakyat, tradisi, dan kearifan lokal agar tetap relevan di tengah modernisasi,” ucapnya.
Lomba ini tidak hanya berisi kompetisi, tetapi juga sesi berbagi pengalaman dari pelaku industri kreatif, pembina literasi, hingga pembuat film dokumenter bertema budaya. Para peserta dapat mendalami teknik bercerita, penulisan, serta produksi visual yang berpijak pada nilai-nilai lokal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap ajang ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya daerah. “Mereka diharapkan menjadi penggerak pelestarian budaya di masa mendatang,” kata Edy. (///)
Editor: AYS
Sumber: HITV Kalteng
- Penulis: Redaksi
