Wahyuning Darwati Bawa Gagasan Etika Birokrasi Era AI ke Forum Internasional Malaysia
- account_circle Mas TR
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- print Cetak

Wahyuning Darwati Bawa Gagasan Etika Birokrasi Era AI ke Forum Internasional Malaysia. (Dok/Foto/TR)
Pengalaman panjang Wahyuning sebagai aparatur sipil negara menjadi nilai tambah dalam penelitian yang dipaparkannya.
SELAMA hampir tiga dekade mengabdi di lingkungan Kementerian Keuangan, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di beberapa wilayah kerja.
Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan perspektif empiris mengenai pentingnya membangun budaya organisasi yang berintegritas sebagai fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel.
“Pemanfaatan AI dalam birokrasi harus dibarengi dengan penguatan etika dan kepatuhan. Teknologi dapat mempercepat layanan, tetapi integritas tetap menjadi faktor penentu kepercayaan publik,” demikian salah satu pokok gagasan yang disampaikan dalam presentasinya.
Perjalanan Akademik dan Komitmen pada Pendidikan
Di luar kiprahnya sebagai ASN, Wahyuning juga dikenal aktif dalam dunia pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Latar belakang akademiknya ditempuh secara berjenjang, mulai dari pendidikan di STAN PPLN, kemudian melanjutkan studi di STIE Muhammadiyah dan STIE Ganesha.
Prestasi akademiknya tercermin saat menyelesaikan pendidikan magister dengan indeks prestasi sempurna 4,00. Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan fokus pada tata kelola pendidikan dan organisasi.
Aktivitasnya di lingkungan organisasi GPIB (Gerakan Pendidikan Indonesia Baru) juga menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pembinaan karakter.
Wahyuning merupakan putri bungsu almarhum Soedharno SK, seorang pejuang kemerdekaan tahun 1945. Keikutsertaannya dalam forum internasional tersebut mendapat dukungan dari keluarga besar serta rekan-rekannya di lingkungan Kementerian Keuangan dan juga di organisasi
Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Wahyuning dalam membawa isu reformasi birokrasi Indonesia ke panggung akademik internasional.
> “Selamat berjuang di UUM Malaysia, Ning. Semoga paparan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya birokrasi yang berintegritas di era AI. Kami bangga memiliki pengurus yang terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui jalur akademik,” ujarnya.
- Penulis: Mas TR





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.