95 Tahun Menulis Sejarah Kesehatan: RSUD Bayu Asih Mantapkan Langkah Pelayanan Publik
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
- visibility 35
- print Cetak

Bupati Om Zein saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-95 RSUD Bayu Asih Purwakarta. (Dok/Foto/Raffa/Hitv)
Reporter: Raffa Christ Manalu
RSUD Bayu Asih menapaki usia ke-95 dengan semangat baru dalam memperkuat komitmen pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Alih-alih merayakan dengan kemeriahan seremonial, rumah sakit kebanggaan warga Purwakarta itu justru memilih langkah efisiensi dengan mengalihkan anggaran kegiatan perayaan untuk peningkatan mutu layanan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan institusi dalam memaknai usia yang hampir seabad. Menurutnya, esensi peringatan bukan pada besarnya panggung atau keramaian, melainkan pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Tahun kemarin peringatannya di luar, menggunakan panggung besar. Tahun ini cukup di dalam, sederhana, tapi bermakna. Anggarannya bisa dialihkan untuk pelayanan,” ujar Om Zein usai menghadiri peringatan Hari Jadi ke-95 RSUD Bayu Asih di Area Poliklinik Rawat Jalan, Sabtu (18/10/2025).
Om Zein menegaskan, RSUD Bayu Asih sebagai badan usaha milik pemerintah tidak semata mencari keuntungan finansial, melainkan menempatkan peningkatan pelayanan sebagai tujuan utama.
“Yang dicari bukan hanya uang, tapi pelayanan. Kalau pelayanan bagus, hasilnya pasti baik. Jangan sampai untung tapi pelayanan buruk. Lebih baik pelayanan bagus, baru untung,” tegasnya.
Menulis Babak Baru Pelayanan Kesehatan
SEMENTARA itu, Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta dr. Tri Muhammad Hani menyampaikan bahwa tema ulang tahun kali ini, “Dari Asa Menjadi Aksara: 95 Tahun Menulis Sejarah Kesehatan”, menjadi refleksi atas perjalanan panjang rumah sakit dalam menapaki perubahan zaman.
“Dari asa sederhana, kini kita menulis babak baru dengan cara yang lebih inklusif, transparan, dan berbasis data,” tutur Hani.
Ia menambahkan, selama hampir satu abad, RSUD Bayu Asih telah menjadi saksi ribuan kisah kemanusiaan di Purwakarta. Setiap pelayanan medis, inovasi digital, dan langkah pembenahan manajemen merupakan bagian dari narasi besar tentang pelayanan publik yang bermartabat.
”Kita semua adalah penulis sejarah ini. Kita boleh berbangga, tapi tidak boleh berpuas diri,” ujarnya.
Hani juga mengajak seluruh tenaga medis dan pegawai untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman, menjaga transparansi, dan memastikan keadilan dalam setiap pelayanan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan yang masih ada.
Momentum Reflektif dan Penuh Makna
Peringatan Hari Jadi RSUD Bayu Asih ke-95 berlangsung sederhana namun hangat. Acara diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ustad Nama Gerhana, pemberian cinderamata kepada para pensiunan, serta bingkisan bagi ibu-ibu yang melahirkan bertepatan dengan momentum hari jadi rumah sakit tersebut.
Langkah efisiensi yang dilakukan menjadi simbol komitmen baru RSUD Bayu Asih untuk terus menulis sejarah pelayanan kesehatan yang lebih baik—dari Purwakarta, untuk Indonesia. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar