Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Antara Efisiensi dan Kredibilitas Informasi – Sanggahan Terhadap Pandangan Gubernur Jabar Soal Media Pers!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
  • print Cetak

Oleh: Tim Redaksi 

Wacana efisiensi anggaran pemerintah yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini memicu perdebatan hangat di kalangan insan pers. Dalam sebuah tayangan di media sosial, Dedi menyatakan bahwa kerja sama pemerintah dengan media pers dinilai tidak efisien dan memboroskan anggaran. Sebagai gantinya, ia menyarankan pemanfaatan media sosial yang dinilai lebih murah dan langsung menjangkau masyarakat.

HITVBERITA.COM | Bandung — Namun, pernyataan itu tidak serta-merta diterima begitu saja. Sejumlah kalangan menilai, pandangan tersebut tidak memperhitungkan fungsi strategis media pers sebagai pilar demokrasi, serta peranannya dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik.

Media Sosial Bukan Satu-satunya Solusi

AYS Prayogie, Pemimpin Redaksi Hitvberita.com sekaligus Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, menyampaikan keberatannya atas pernyataan Gubernur Dedi. Menurutnya, perbandingan antara media sosial dan media pers perlu dikaji secara lebih mendalam, dengan memperhatikan prinsip kerja jurnalistik yang diatur dalam regulasi perundang-undangan.

“Media pers memiliki mekanisme verifikasi yang ketat sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Setiap informasi yang disampaikan ke publik harus melewati proses konfirmasi dan validasi,” ujar Prayogie.

Berbeda dengan media sosial, lanjutnya, siapa pun dapat mengunggah konten tanpa proses verifikasi. Hal ini menjadikan media sosial rentan menjadi ladang subur penyebaran informasi keliru atau bahkan hoaks.

“Media sosial memang murah dan mudah, tetapi risiko informasinya tinggi,” tambahnya.

Kualitas, Jangkauan, dan Interaksi

Dari sisi kualitas konten, media pers digital umumnya menyajikan informasi yang telah disunting dan disusun secara naratif, berimbang, serta memperhatikan akurasi. Sebaliknya, konten di media sosial sangat bergantung pada siapa yang mengunggah, dan lebih berorientasi pada engagement atau keterlibatan pengguna ketimbang akurasi isi.

Dari sisi jangkauan, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Media sosial menjanjikan penyebaran cepat, namun kerap terbatas pada algoritma dan jumlah pengikut. Sementara itu, media pers digital dapat diakses secara luas dan merata oleh publik dengan koneksi internet.

Hal serupa juga berlaku pada aspek interaksi. Media sosial memungkinkan komunikasi langsung antara pengguna, sedangkan media pers cenderung membatasi interaksi melalui ruang tanggapan pembaca yang telah dikurasi.

“Pemerintah tidak bisa hanya melihat dari sisi biaya dan kecepatan, tetapi harus melihat dari sisi kualitas dan kredibilitas informasi,” tutur Prayogie.

Efisiensi yang Bijak

Prayogie menegaskan bahwa pernyataan efisiensi anggaran semestinya tidak menjadi alasan untuk menanggalkan kerja sama dengan media pers. Justru, menurutnya, sinergi antara media sosial dan media pers seharusnya menjadi pilihan strategis dalam menyampaikan kebijakan publik secara efektif dan bertanggung jawab.

“Pemerintah daerah bisa mengoptimalkan keduanya. Media sosial sebagai kanal cepat dan langsung, sementara media pers sebagai penjaga akurasi dan pelurus informasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial tanpa kendali dapat berdampak pada kualitas demokrasi.

“Saat informasi disederhanakan hanya menjadi narasi satu arah, masyarakat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perspektif yang berimbang,” ujarnya.

Mengedepankan Prinsip Jurnalisme

Dalam konteks pemerintahan dan pelayanan publik, kehadiran media pers bukan sekadar sebagai alat penyebaran informasi, melainkan juga mitra kritis dalam mengawal transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

Gagasan efisiensi anggaran, sejauh menyangkut komunikasi publik, seharusnya tetap berpijak pada prinsip-prinsip dasar jurnalisme yang menjamin hak publik atas informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bukan soal memboroskan anggaran, melainkan bagaimana anggaran digunakan secara tepat sasaran. Informasi yang salah justru jauh lebih mahal biayanya dalam jangka panjang,” ujar Prayogie menutup pernyataannya. (**)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Peresmian Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih Pimpin Gotong Royong

    Jelang Peresmian Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih Pimpin Gotong Royong

    • 0Komentar

    Menjelang peresmian Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih memimpin gotong royong bersama ASN Pemko Tebing Tinggi di Pasar Inpres. TEBING TINGGI | HITV – Menjelang peresmian peremajaan Pasar Inpres, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih memimpin langsung kegiatan gotong royong bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah […]

  • ‎Oknum Aparat di Kepri Diduga Peras Pengusaha, Gunakan Kedok BNN Gadungan

    ‎Oknum Aparat di Kepri Diduga Peras Pengusaha, Gunakan Kedok BNN Gadungan

    • 0Komentar

    Penulis: Ismail Ratusimbangan Wibawa penegak hukum diuji — Publik pun desak transparansi dan juga sanksi tegas bagi para pelaku yang terlibat! ‎HITVBERITA.COM | Batam — Dunia penegakan hukum di Kepulauan Riau kembali tercoreng. Seorang perwira polisi dari Polda Kepri berinisial JSH, bersama tujuh oknum anggota Polisi Militer (Denpom) wilayah setempat, diduga terlibat pemerasan terhadap seorang […]

  • Polsek Dabo Singkep Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan

    Polsek Dabo Singkep Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Kepolisian Sektor (Polsek) Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menginisiasi penanaman jagung di lahan seluas setengah hektar milik warga di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. HITVBERITA.COM | Lingga – Kegiatan yang dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas […]

  • Pertemuan Ridwan Kamil Dengan Presiden Ke 7 Ir Joko Widodo di Kawasan Cempaka Putih Jakarta

    Pertemuan Ridwan Kamil Dengan Presiden Ke 7 Ir Joko Widodo di Kawasan Cempaka Putih Jakarta

    • 0Komentar

    Usai Menghadiri acara Pesta Rakyat yang dilaksanakan di GOR & Rekreasi Ciracas, yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 1 Ridwan Kamil, langsung bergegas menuju Kafe Kaizen Heritage di Kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat, untuk melakukan pertemuan dengan Presiden RI Ke-7, Ir Joko Widodo. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Pantauan […]

  • Haidar Alwi Ingatkan Pentingnya Logam Tanah Jarang bagi Kedaulatan Ekonomi

    Haidar Alwi Ingatkan Pentingnya Logam Tanah Jarang bagi Kedaulatan Ekonomi

    • 0Komentar

    R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute. (Foto/Istimewa) Penulis: Exellent Quarta Metta Indonesia memiliki cadangan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) yang dinilai bisa menjadi modal besar menuju kemandirian ekonomi nasional. Namun, potensi itu masih belum tergarap optimal. HITVBERITA.COM | Jakarta — Hal tersebut disampaikan oleh pendiri Haidar Alwi Care dan […]

  • Kejari Lingga Selidiki Dugaan Korupsi Jembatan Marok Kecil, Proyek APBD Tiga Tahun yang Tinggalkan Jejak Masalah

    Kejari Lingga Selidiki Dugaan Korupsi Jembatan Marok Kecil, Proyek APBD Tiga Tahun yang Tinggalkan Jejak Masalah

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA  Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga, Kamis (14/8/2025). Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Marok Kecil—proyek strategis yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama tiga tahun berturut-turut. HITVBERITA.COM |Lingga — Sejak pagi, sejumlah jaksa […]

expand_less