Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Antara Efisiensi dan Kredibilitas Informasi – Sanggahan Terhadap Pandangan Gubernur Jabar Soal Media Pers!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
  • print Cetak

Oleh: Tim Redaksi 

Wacana efisiensi anggaran pemerintah yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini memicu perdebatan hangat di kalangan insan pers. Dalam sebuah tayangan di media sosial, Dedi menyatakan bahwa kerja sama pemerintah dengan media pers dinilai tidak efisien dan memboroskan anggaran. Sebagai gantinya, ia menyarankan pemanfaatan media sosial yang dinilai lebih murah dan langsung menjangkau masyarakat.

HITVBERITA.COM | Bandung — Namun, pernyataan itu tidak serta-merta diterima begitu saja. Sejumlah kalangan menilai, pandangan tersebut tidak memperhitungkan fungsi strategis media pers sebagai pilar demokrasi, serta peranannya dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik.

Media Sosial Bukan Satu-satunya Solusi

AYS Prayogie, Pemimpin Redaksi Hitvberita.com sekaligus Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, menyampaikan keberatannya atas pernyataan Gubernur Dedi. Menurutnya, perbandingan antara media sosial dan media pers perlu dikaji secara lebih mendalam, dengan memperhatikan prinsip kerja jurnalistik yang diatur dalam regulasi perundang-undangan.

“Media pers memiliki mekanisme verifikasi yang ketat sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Setiap informasi yang disampaikan ke publik harus melewati proses konfirmasi dan validasi,” ujar Prayogie.

Berbeda dengan media sosial, lanjutnya, siapa pun dapat mengunggah konten tanpa proses verifikasi. Hal ini menjadikan media sosial rentan menjadi ladang subur penyebaran informasi keliru atau bahkan hoaks.

“Media sosial memang murah dan mudah, tetapi risiko informasinya tinggi,” tambahnya.

Kualitas, Jangkauan, dan Interaksi

Dari sisi kualitas konten, media pers digital umumnya menyajikan informasi yang telah disunting dan disusun secara naratif, berimbang, serta memperhatikan akurasi. Sebaliknya, konten di media sosial sangat bergantung pada siapa yang mengunggah, dan lebih berorientasi pada engagement atau keterlibatan pengguna ketimbang akurasi isi.

Dari sisi jangkauan, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Media sosial menjanjikan penyebaran cepat, namun kerap terbatas pada algoritma dan jumlah pengikut. Sementara itu, media pers digital dapat diakses secara luas dan merata oleh publik dengan koneksi internet.

Hal serupa juga berlaku pada aspek interaksi. Media sosial memungkinkan komunikasi langsung antara pengguna, sedangkan media pers cenderung membatasi interaksi melalui ruang tanggapan pembaca yang telah dikurasi.

“Pemerintah tidak bisa hanya melihat dari sisi biaya dan kecepatan, tetapi harus melihat dari sisi kualitas dan kredibilitas informasi,” tutur Prayogie.

Efisiensi yang Bijak

Prayogie menegaskan bahwa pernyataan efisiensi anggaran semestinya tidak menjadi alasan untuk menanggalkan kerja sama dengan media pers. Justru, menurutnya, sinergi antara media sosial dan media pers seharusnya menjadi pilihan strategis dalam menyampaikan kebijakan publik secara efektif dan bertanggung jawab.

“Pemerintah daerah bisa mengoptimalkan keduanya. Media sosial sebagai kanal cepat dan langsung, sementara media pers sebagai penjaga akurasi dan pelurus informasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial tanpa kendali dapat berdampak pada kualitas demokrasi.

“Saat informasi disederhanakan hanya menjadi narasi satu arah, masyarakat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perspektif yang berimbang,” ujarnya.

Mengedepankan Prinsip Jurnalisme

Dalam konteks pemerintahan dan pelayanan publik, kehadiran media pers bukan sekadar sebagai alat penyebaran informasi, melainkan juga mitra kritis dalam mengawal transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.

Gagasan efisiensi anggaran, sejauh menyangkut komunikasi publik, seharusnya tetap berpijak pada prinsip-prinsip dasar jurnalisme yang menjamin hak publik atas informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bukan soal memboroskan anggaran, melainkan bagaimana anggaran digunakan secara tepat sasaran. Informasi yang salah justru jauh lebih mahal biayanya dalam jangka panjang,” ujar Prayogie menutup pernyataannya. (**)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Purwakarta Tangkap 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal di Bungursari

    Polres Purwakarta Tangkap 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal di Bungursari

    • 0Komentar

    Polres Purwakarta menegaskan komitmen berantas premanisme dan kekerasan jalanan usai mengungkap kasus pengeroyokan brutal yang viral di media sosial. PURWAKARTA | HITV – Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya memastikan pihaknya bergerak cepat dan mengamankan 14 pelaku yang diduga terlibat tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Peristiwa terjadi Senin 20/4/2026 […]

  • Advokat Divonis 2 Tahun Penjara, Hakim Nilai Penahanan Sertifikat Penuhi Unsur Penipuan

    Advokat Divonis 2 Tahun Penjara, Hakim Nilai Penahanan Sertifikat Penuhi Unsur Penipuan

    • 0Komentar

    Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap seorang advokat, Dr Tiyara Parengkuan, setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan terkait penahanan dokumen klien. JAKARTA, HITV— Putusan dibacakan dalam sidang perkara Nomor 83/Pid.B/2026/PN Jkt.Utr pada Kamis (16/4/2026). Dalam amar putusannya, majelis hakim juga memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam […]

  • Polda Babel Gelar Upacara PTDH 6 Anggota, Kapolda : Harus Jadi Contoh Dan Pembelajaran Bagi Anggota

    Polda Babel Gelar Upacara PTDH 6 Anggota, Kapolda : Harus Jadi Contoh Dan Pembelajaran Bagi Anggota

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Babel – Polda Bangka Belitung menggelar upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada 6 anggota karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik Polri. Upacara tersebut digelar di halaman Mapolda pada Selasa (24/2/26) pagi yang dipimpin langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing. Turut hadir juga dalam upacara itu, Wakapolda Brigjen Pol Murry Mirranda […]

  • Setyo Wahono dan Nurul Azizah, Memeriksakan Diri Ke RSUD Sosodoro Bojonegoro

    Setyo Wahono dan Nurul Azizah, Memeriksakan Diri Ke RSUD Sosodoro Bojonegoro

    • 0Komentar

    Setyo Wahono saat lakukan pemeriksakan kesehatan dan diterima langsung oleh Direktur RSUD Sosodoro Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo beserta jajarannya (dok/foto/AR) HiTvBerita.COM | Bojonegoro – Pasangan Setyo Wahono dan Nurul Azizah sebagai Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Bojonegoro, hari ini Jumat 23 Agustus 2024, melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Sosodoro Bojonegoro. Pemeriksan kesehatan ini, […]

  • Lebaran Anak Yatim, Kemenag Gandeng BAZNAS Purwakarta Berbagi Cinta Berlimpah Berkah

    Lebaran Anak Yatim, Kemenag Gandeng BAZNAS Purwakarta Berbagi Cinta Berlimpah Berkah

    • 1Komentar

    HITVBERITA.COM PURWAKARTA|Dalam rangka merayakan Lebaran Anak Yatim, Kementerian Agama menggelar kegiatan ‘Berbagi Cinta Berlimpah Berkah’. Kegiatan tersebut digelar diseluruh Kementerian Agama baik di Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Tidak terkecuali Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta, melaksanakan kegiatan Lebaran Anak Yatim bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purwakarta, yang digelar di Aula Kemenag Purwakarta, […]

  • Sinergi Polres dan Pemkab Purwakarta Atasi Pengangguran Melalui Job Fair

    Sinergi Polres dan Pemkab Purwakarta Atasi Pengangguran Melalui Job Fair

    • 0Komentar

    Penulis: Yosefa Putri A. Manalu Di tengah semangat membangun Purwakarta yang lebih sejahtera, Polres Purwakarta dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengambil langkah inovatif dengan menggelar Job Fair 2025. Acara yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025, di Mapolres Purwakarta ini menjadi oase bagi ratusan pencari kerja dari berbagai penjuru Kabupaten Purwakarta, membuka lembaran baru penuh harapan. […]

expand_less