Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Dana BOS Diduga Jadi Bancakan, APH Diminta Periksa Kepsek dan Bendahara SMKI 1 Kota Depok!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • print Cetak

Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Depok, Lusi Triana saat dikonfirmasi Hitvberita.com diruang kerjanya. (Foto/Dok/HITV)

Penulis: Raffa Christ Manalu

Aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Kota Depok, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Dalam tiga tahun terakhir, pos-pos anggaran bernilai ratusan juta rupiah diserap untuk kegiatan yang dinilai minim manfaat langsung bagi peserta didik. Publik pun mencium aroma bancakan!

HITVBERITA.COM | Jakarta – Berdasarkan dokumen yang dihimpun Hitvberita.com, porsi terbesar dana BOS justru mengalir ke program seperti pengembangan perpustakaan, administrasi kegiatan sekolah, pemeliharaan sarana-prasarana, hingga penyelenggaraan kesehatan dan pembayaran honor. Sementara alokasi untuk pembelajaran langsung atau peningkatan mutu siswa terlihat jauh lebih kecil.

Tahun 2022, misalnya, sekolah ini menerima BOS Rp 630 juta pada tahap pertama, dengan Rp 157 juta habis untuk administrasi kegiatan sekolah dan Rp 144 juta untuk pemeliharaan sarana. Pada tahap kedua, pengembangan perpustakaan menyedot Rp 246 juta, dan pada tahap ketiga, administrasi kembali memakan Rp 258 juta.

Polanya berulang pada 2023. Dari total Rp 2,4 miliar, administrasi sekolah menghabiskan Rp 281 juta pada tahap pertama, lalu melonjak ke Rp 456 juta pada tahap kedua. Anggaran pemeliharaan sarana mencapai Rp 549 juta, sementara kesehatan, gizi, dan kebersihan menyerap Rp 213 juta.

Tahun ini, 2024, tren serupa muncul. Pada tahap pertama, administrasi sekolah memakan Rp 519 juta, dan pemeliharaan sarpras Rp 596 juta. Tahap kedua kembali mengalokasikan Rp 391 juta untuk administrasi dan Rp 464 juta untuk sarpras.

Ketimpangan itu memicu pertanyaan publik: mengapa alokasi untuk administrasi dan sarpras begitu besar, sementara kegiatan pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan siswa relatif kecil porsinya?

Saat dikonfirmasi pada Senin (28/7/2025), Kepala SMKN 1 Kota Depok, Lusi Triana, S.Pd., MM, mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran tiap pos. “Sekolah memang butuh anggaran administrasi,” katanya singkat, didampingi lima guru di ruang kerjanya.

Namun, ketika disinggung soal dana perpustakaan dan sarpras, Lusi terlihat gugup. Salah satu guru menimpali bahwa anggaran perpustakaan digunakan untuk membeli buku setiap tahun. Meski demikian, penjelasan tersebut tak meredam spekulasi bahwa laporan pertanggungjawaban BOS yang dikirim ke pusat mungkin bukan disusun murni oleh pihak sekolah.

Minimnya klarifikasi resmi, ditambah besarnya dana yang mengalir ke pos non-pembelajaran, memicu desakan evaluasi menyeluruh dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Publik juga meminta aparat penegak hukum—kepolisian dan kejaksaan—memeriksa kepala sekolah serta pengelola dana BOS di SMKN 1 Kota Depok. (//)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Binaan Lapas Batang Diberikan Bekal Ketrampilan Pembuatan Stick Keju

    Warga Binaan Lapas Batang Diberikan Bekal Ketrampilan Pembuatan Stick Keju

    • 0Komentar

    Penulis : Hadi Lempe Warga Binaan Lapas Klas IIB Batang mendapat pelatihan tataboga. Pelatihan ini bertujuan memberi bekal ketrampilan bagi warga binaan di bidang pengolahan makanan yang nantinya setelah keluar dari tahanan, warga binaan dapat mengembangkan usaha mandiri. HITV BERITA. COM | BATANG – Sebagai wujud komitmen dalam memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan, Lapas […]

  • FLO DKI Ajak Ormas Jaga Keamanan Jakarta Selama Ramadan hingga Arus Mudik Lebaran

    FLO DKI Ajak Ormas Jaga Keamanan Jakarta Selama Ramadan hingga Arus Mudik Lebaran

    • 0Komentar

      Penulis: Bainana Bahthy Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan yang tergabung di dalamnya untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban ibu kota, terutama selama bulan Ramadan hingga periode arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. JAKARTA, HITV— Ajakan tersebut disampaikan Ketua FLO DKI Jakarta Juani Yusuf saat menghadiri kegiatan […]

  • Sabu Seberat 1,025 Gram Berhasil Dimusnahkan Polres Belitung

    Sabu Seberat 1,025 Gram Berhasil Dimusnahkan Polres Belitung

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Tanjungpandan – Polres Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Bertempat di Aula Endra Dharmalaksana, Selasa (23/12/2025), Jajaran Polres Belitung melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika berupa sabu seberat 1,025 gram dan ganja seberat 0,168 gram. Kapolres Belitung dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari proses penegakan […]

  • Bea Cukai Pangkalan Bun dan Forkopimda Kobar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Miliaran Rupiah

    Bea Cukai Pangkalan Bun dan Forkopimda Kobar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Miliaran Rupiah

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun – Bea Cukai Pangkalan Bun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memusnahkan berbagai jenis barang ilegal hasil penindakan selama tahun 2024 hingga 2025. Kegiatan digelar di area Pelindo Regional 3 Kumai pada Selasa (25/11) sebagai bentuk komitmen mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat penegakan […]

  • Usai Direvitalisasi, Sekdako Tebing Tinggi Himbau Pedagang Tempati Pasar Inpres

    Usai Direvitalisasi, Sekdako Tebing Tinggi Himbau Pedagang Tempati Pasar Inpres

    • 0Komentar

    Usai direvitalisasi, Pemerintah Kota Tebing Tinggi mengimbau para pedagang untuk segera menempati kios dan lapak resmi di Pasar Inpres guna mewujudkan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman. TEBING TINGGI  | HITV –  Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, mengimbau para pedagang agar segera menempati kios dan lapak resmi di Pasar Inpres yang […]

  • Teori Progresif Hukum Pitra Romadoni Nasution dan Paham Radikalisme Keadilan Dalam Penegakan Hukum

    Teori Progresif Hukum Pitra Romadoni Nasution dan Paham Radikalisme Keadilan Dalam Penegakan Hukum

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. (C) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH |Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia Hukum Tidak Boleh Menjadi Kuburan Keadilan Dalam praktik penegakan hukum di Indonesia, satu persoalan klasik terus berulang: hukum sering kali diperlakukan sebagai teks mati, bukan sebagai alat hidup untuk mencapai keadilan. Aparat penegak hukum terjebak dalam formalisme prosedural, sementara […]

expand_less